Tutorial Uji Validitas Dan Reliabilitas Dengan Spss Pdf

Penyelidikan ini bertujuan bakal mengetahui hubungan antara minat membiasakan dan cambuk belajar terhadap prestasi sparing ilmu hitung pesuluh kelas VIII di SMP Swasta PTPN IV Dolok Sinumbah T.A 2022/2020. Presumsi Penelitian ini adalah adanya hubungan yang bermakna antara minat belajar dan cambuk membiasakan terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII di SMP. Populasi privat penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Swasta PTPN IV Ancala Sinumbah Tepi langit.A 2022/2020 yang terdiri berpokok 2 kelas dengan jumlah pelajar 56 orang dan yang menjadi spesimen penelitian yakni peserta papan bawah VIII-B bak Kelas Eksperimen dan Kelas VIII-A perumpamaan kelas bawah Supremsi dengan masing-masing jumlah siswa terdiri atas 27 dan 29 orang. Untuk memperoleh data akan halnya kombinasi yang berguna antara minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa digunakan verifikasi hasil belajar berupa angket. Data diolah dengan menggunakan uji normalitas dengan uji Liliefors dan ternyata yang memperalat Metode penataran berbasis masalah (PBM) merupakan berdistribusi normal dengan α = 0,05 maka L0 = 0,1269 < Ltabel=0,15653 dan data yang menggunakan metode Ekspositori berdistribusi lazim dengan α = 0,05 maka L0 = 0,1051 < Ltabel = 0,15653. Bagi memahami apakah data tersebut dari dari populasi data yang bervarians setolok alias farik maka digunakan uji homogenitas,ternyata diperoleh Fhitung < Ftabel (1,63 < 1,836). Bikin mencerna ada tidaknya perbedaan hasil belajar yang menggunakan Metode pembelajaran berbasis kelainan (PBM) dan nan menggunakan Metode Ekspositori digunakan uji student(horizon), ternyata diperoleh thit > ttabel (5,15 > 1,999). Dari hasil analisis diperoleh bidang dan simpangan baku hasil belajar kelas eksperimen Metode (penelaahan berbasis masalah (PBM)) adalah 15,4 dan 2,88 dan kelas yuridiksi (Ekspositori) adalah 8,26 dan 2,75 Dengan demikian boleh disimpulkan bahwa: 1) Suka-suka perbedaan hasil belajar ilmu hitung pelajar yang diajarkan antara Metode pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan Metode Ekspositori. 2) Hasil sparing menggunakan Metode pembelajaran berbasis ki kesulitan (PBM) lebih baik daripada hasil belajar memperalat Metode Ekspositori. Karena kerumahtanggaan proses pembelajaran yang menggunakan Metode pembelajaran berbasis masalah (PBM) mengutamakan partisipasi siswa dengan membagi siswa internal kelompok dan membagi kesempatan siswa buat berpikir dan saling sokong sehingga siswa lebih memafhumi pelajaran pada materi operasi aljabar dibandingkan dengan pembelajaran menunggangi Metode Ekspositori. Peristiwa ini dapat diketahui dari hasil rataan skor tes siswa dengan Metode pembelajaran berbasis masalah (PBM) = 15,4 > rataan skor konfirmasi siswa dengan Metode Ekspositori = 8,26.

Source: https://www.academia.edu/40629776/UJI_VALIDITAS_and_RELIABILITAS_DENGAN_SPSS_24