Tutorial Stand Up Comedy Raditya Dika

Ternyata mau melucu pun perlu berlatih.

“Banyak orang mengira bahwa mereka boleh mengeluarkan arti kejenakaan dan komedi”. Tentu saja saya terkejut serampak mendengar ungkapan tersebut. Sebab menurut saya lain ada perbedaan berguna mengenai dua hal itu. Tetapi saya hanya bisa mengangguk setuju momen ungkapan itu keluar berusul seorang Raditya Dika, seorang content creator tersohor. Padalah, kebetulan sekali ia membahas topik itu sewaktu ia menjadi pensyarah plong periode Sabtu, 13 April 2022, di Bukatalks, sebuah programa perona pipi show nan digagas makanya Bukalapak.

Sejauh menjelaskan materi yang berkaitan dengan tema dari Bukatalks, kukuh saja saya panik setengah mati. Sampai mulai giliran saya asian pencerahan sinkron ia mulai menggunjingkan topik keresahan saya secara pribadi. Memang apa perbedaan signifikan antara kelucuan dan komedi? Saya yakin banyak orang juga beranggapan sama akan halnya dua situasi itu.

Tapi hanya koteng Raditya Dika yang berlambak membuat persepsi saya dan teman-teman menjadi merewang sekaligus mempertanyakan ulang. Meski begitu saya masih kembali belum mendapat jawaban kongkret dari sang ahli. Sebab anda masih sibuk memutar sejumlah topik untuk dijadikan materi komedi. Sebatas risikonya engkau mulai-tiba menghakhiri semua candaan itu dan mulai menjelaskan perbedaan antara komedi dan kejenakaan.

Menurut Raditya Dika, kejenakaan adalah sebuah teknik dalam takhlik orang tertawa. Sementara humor adalah sifat alami sendiri basyar. Jadi jelas berbeda, bukan.

Silam Raditya Dika juga menambahkan bahwa adat tulen sendiri stand up comedian tidak berarti selalu bisa melucu di mana saja. Ini nan perlu publik tahu secara betul. Rata-rata bahkan sendiri stand up comedian tambahan pula n kepunyaan pribadi yang mendalam. Bintang sartan mereka sahaja akan maklum bila masih banyak orang datang dan menunangi untuk melucu. Sementara itu menurut mereka berjenaka memerlukan persiapan yang cukup matang, terhingga, dan terstuktur.  Nah, bermula situlah saya tahu bahwa untuk menjadi stand up comedia diperlukan sebuah upaya pas keras buat membiasakan dan mau gagal beberapa barangkali. Sebab itulah saya mencoba merangkum beberapa poin yang barangkali dapat dipakai teman-teman bila mana mau mengepas menjadi seorang stand up comedian.

1. Seorang stand up comedian wajib punya kegelisahan.



Hal ini agar materi yang dipresentasikan oleh para stand up comedian bisa terasa riil dan menyelimuti kesan di mata penikmat bahwa materi yang disampaikan bukanlah sebuah kebohongan.

2. Seorang stand up comedian harus mampu rukun dengan diri seorang.

Ataupun bahasa sederhananya adalah seorang stand up comedian tidak bisa baper. Karena yang namanya koteng stand up comedian kadang-kadang harus mengolok-olok diri sendiri. Atau sebaliknya momen mereka menjadi bahan materi olok-olok n partner stand up comedian.

3. Seorang stand up comedian harus boleh menulis naskah sendiri.

Yang mana skrip yang ditulis itu pula n kepunyaan sebuah struktur yang harus dipatuhi dan dijaga ritmenya dengan baik. Dan teknik itu bisa dirumuskan ke privat dua bentuk dan tahapan.
Set-up

dan
punchline
.
Set-up
adalah kompilasi berusul beberapa bait yang akan dibentuk ataupun dirangkai oleh stand up comedian cak bagi dijadikan sebuah tumpukan ekspektasi di dalam kepala para penonton nan memang akan dirangkai seharusnya sejalan dengan alur yang mutakadim dibangun maka dari itu sang stand up comedian. Tentatif punchline ialah sebuah upaya bikin mematahkan segalam macam ekspektasi yang sudah dirangkai maka itu sang stand up comedian. Sehingga hasil akhirnya agar para penikmat ataupun para pirsawan bisa tertawa tergelak.

Source: https://www.brilio.net/creator/begini-3-tips-menjadi-stand-up-comedian-ala-raditya-dika-de35ac.html