Puisi Ayah Karya Chairil Anwar

Banyak pendirian meluapkan besar perut, salah satunya dengan menulis dan mendiktekan sebuah syair

Lakukan Mama penikmat sastra, mungkin sudah tidak asing dengan sosok suatu ini. Ia yakni koteng penyair terkemuka asal Indonesia, dan diberi julukan umpama “Si Binatang Jalang”.

Ya, karya-karya Chairil Anwar sangat dinikmati bagi para penikmatnya. Apalagi, karya monumentalnya pun masih bisa kita nikmati sebatas masa ini.

Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, menulis adalah berkreasi bikin keabadian. Bacot itu sepertinya relevan dengan karya Chairil Anwar yang ingin atma seribu tahun kembali, dan sudah terlaksana melewati karya-karyanya.

Ambillah, ada banyak puisi bermacam rupa tema yang pernah penyair kondang ini tulis, salah satunya tentang cinta. Boleh jadi ini
Popmama.com
akan menyarikan kumpulan sajak sering karya Chairil Anwar.

1. Senja di persinggahan mungil

1. Senja pelabuhan kecil

Pixabay/mohamed_hassan

Kepada Sri Ayati

Ini kali enggak ada nan mencari cinta

di antara gudang, kondominium tua, pada narasi

gawang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut

menghembus diri kerumahtanggaan mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak nasar

menyinggung muram, dersik hari lari berenang

menemu sekaan dasar akanan. Tidak mengalir

dan kini kapling dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan

menyisir semenanjung, masih pengap harap

sekali mulai di ujung dan sekalian selamat jalan

dari pesisir keempat, sedu pengunci bisa terdekap

2. Tak ekuivalen

2. Tak sepadan

Pixabay/felix_w

Aku kira

Beginilah nanti jadinya

Kau kawin, beranak dan asian

Sedang aku mengembara serupa Ahasveros

Dikutuk-sumpahi Eros

Aku merangkaki dinding buta

Tidak satu sekali lagi pintu terbuka

Jadi baik lagi kita padami

Unggunan api ini

Karena kau lain kan apa-segala apa

Aku terpanggang tinggal rangka

Editors’ Picks

3. Cintaku jauh di pulau

3. Cintaku jauh pulau

Pixabay/Ady_Fauzan

Cintaku jauh di pulau,

kuntum manis, sekarang iseng koteng

Perahu melancar, bulan memancar,

di gala kukalungkan ole-ole bagi si pacar.

angin mendukung, laut kilauan, tapi terasa

aku tak cerek sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,

di perasaan penghabisan segala melancar

Ajal bertakhta, sambil berkata:

“Tujukan perahu ke pangkuanku doang,”

Amboi! Kronologi mutakadim bertahun ku pampasan!

Bahtera nan bersama teko merapuh!

Mengapa ajal menyebut dulu

Sebelum adv pernah berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,

kalau kumati, dia mati iseng sendiri

4. Rajin dan benci

4. Cinta benci

Pexels/Vie Studio

Aku tidak persaudaraan memafhumi

Banyak khalayak menghembuskan sering dan benci

Dalam suatu napas

Tapi masa ini aku tahu

Bahwa caruk dan benci adalah saudara

Nan menyilap kita, memisahkan kita

Sekarang aku tahu bahwa

Camar harus siap merasakan sakit

Pelahap harus siap bakal kehilangan

Cinta harus siap untuk terluka

Cinta harus siap untuk membenci

Karena itu hanya caruk yang sungguh-bukan main mengizinkan kita

Untuk mengatur semua emosi dalam manah

Setiap emosi jatuh… Keluarlah cinta

Sekarang aku memaklumi implikasi terbit rajin

Buruk perut bukan bermula dari hati

Tapi cinta berasal bersumber jiwa

Dari zat radiks orang

Ya, aku senang telah mencintai

Karena dengan mengerjakan itu aku merasa hidup

Dan tidak suka-suka basyar yang dapat merebutnya dariku

5. Sajak putih

5. Sajak putih

Pexels/cottonbro

Berpatokan pada tari dandan pelangi

Kau depanku bertutup utas senja

Di hitam matamu kembang mawar dan melati

Harum rambutmu beriak bergelut senda

Sepi melagu

Malam dalam mendoa berangkat

Meriak wajah air kolam jiwa

Dan dalam dadaku memerdu jiwa

Dan kerumahtanggaan dadaku memerdu lagu

Menghirup menari seluruh aku

Roh dari hidupku, pintu longo

Selama matamu bagiku menengadah

Sepanjang kau darah mengalir dari luka

Antara kita lengang cak bertengger enggak membelah

6. Doa

6. Doa

Unsplash/Okuler Karsa

Kepada pemeluk tunak

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut namamu

Biar musykil bukan main

menghafal Kau penuh seluruh

cahayaMu seronok suci

terlampau kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang rangka

remuk

Tuhanku

aku menjajah di negeri asing

Tuhanku

di pintuMu aku mengetuk

aku tidak dapat berganti

7. Rumahku

7. Rumahku

thespruce.com

Kondominium ku dari unggun timbun sajak

Kaca jernih berasal luar apa nampak

Ku lari berpunca gedong gempal pekarangan

Aku kesasar tak dapat jalan

Bivak ku dirikan saat senja rasi

Di pagi terbang entah ke mana

Apartemen ku bermula unggun timbun sajak

Di sini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi

Tapi datangnya datang

Aku tidak juga meraih petang

Biar berlarut-larut kata manis madu

Jika menagih nan suatu

Nah, itu tadi sejumlah kumpulan puisi kerap dari Chairil Anwar yang bisa menyentuh hati. Jika tercantum penikmat sajak bersumber Chairil Anwar, bisa jadi bisa ki mengasah ingatan dan kenangan di masa lalu.

Baca sekali lagi:

  • 10 Puisi Cinta Sentimental Karya Sastrawan yang Bikin Hati Pasangan Luluh
  • Kerjakan Baper, Ini 5 Puisi Cinta Karya Sapardi Djoko Damono
  • Tembang Mengiris Lever Ibu Sri Mulyani Ternyata Nasib baik Jayaning Hartami

Source: https://www.popmama.com/life/relationship/rendy-muthaqin/puisi-cinta-karya-chairil-anwar-yang-menyentuh-hati