Penjala Ikan Menjadi Penjala Manusia

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka internal nama Bapa dan Anak dan Jiwa Tahir, dan ajarlah mereka melakukan apa sesuatu nan telah Kuperintahkan kepadamu…” Takrif agung Yesus ini caruk kita dengar, tambahan pula banyak yang sudah menghapalnya. Namun, ketika start saatnya mengajarkan dan menceritakan tentang Yesus pada turunan tidak, tidak abnormal orang yang ciut hati. Kita sering mendengar banyak anak adam yang mengeluh dan bersuara, bahwa dirinya bukan pintar bercakap-kata, tidak pakar Alkitab, enggak bisa mempublikasikan Injil. Dengan alasan-alasan sebagaimana itu, banyak manusia yang akhirnya mundur mulai sejak pelayanan pemberitaan Injil. Sebetulnya Petrus pun koneksi mengalami asam garam serupa. Ketika dia diajak Yesus bagi memberitakan publikasi baik, dia awalnya merasa redup dan minder. Mungkin Petrus berpikir bagaimana kali sendiri nelayan mengajuk Rabi besar dan memberitakan Alkitab? Tapi kalimat Yesus berbuah mengubahnya 180 derajat, semenjak penjala ikan menjadi penjala orang.

Panggilan Petrus Menjadi Penjala Manusia

Menjadi penjala manusia

Ketika Yesus menyapa Petrus menjadi penjala anak adam

Sebelum bersua dengan Yesus di pantai tasik Genesaret (Lukas 5:1-11), Petrus mutakadim melihat kelakuan ajaib nan Yesus bagi. Dia sudah lalu mengenal Yesus dulu saudaranya Andreas dan mendapatkan tanda plonco Simon Petrus dari Yesus (Yohanes 1:40-42). Yesus kembali sudah pernah bertamu di apartemen Petrus dan menyembuhkan ibu mertua Petrus yang sakit demam keras (Lukas 4:38-39). Yesus sudah menjadi Rabi tersohor di Israel, yang melakukan mujizat dan tanda-logo ajaib. Semua makhluk mengikut Yesus, semua individu merubung-Nya hendak mendengarkan Firman Tuhan.

Kaprikornus momen mendengar ajakan bikin mengikut Yesus, Petrus merasa minder. Ia menganggap dirinya tak patut untuk mengajuk Yesus. Engkau tidak punya bidang pantat pengajaran agama, buta akan ajaran-wahi dan perintah Allah. Petrus sadar diriny hanyalah seorang nelayan rendahan. Tapi Yesus sungguh ajaib! Lewat pegangan nelayan, Yesus mengajarkan kepada Petrus kejadian terpenting yakni menjadi penangkap ikan anak adam.

Pagi itu Yesus panjat perahu Petrus dan mengajar orang-orang dari atas perahu. Yesus kemudian berfirman pada Petrus, “Bertolaklah ke tempat nan n domestik dan terbarkanlah jalamu bakal menangkap lauk” (Lukas 5:4). “Guru, telah sepanjang malam kami sudah lalu berkreasi keras dan kami tidak menangkap apa-apa,” jawab Petrus sreg Yesus. “Tapi karena Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga,” Petrus tetap menurut kata Yesus.

Tapi segala yang terjadi kemudian betapa di luar ekspektasi Petrus. Kisa mereka mulai koyak karena banyaknya iwak! Bilang temannya di perahu lain datang membantu dan lambu penuh ikan sampai erat tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu kamu pun tersungkur di depan Yesus dan bersuara: “Sang pencipta, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa” (Lukas 5:8). Petrus sadar ikan-ikan itu didapat lain karena kerja kerasnya. Yesuslah nan membawa ikan-ikan itu ke perahu dan Petrus hanya menjalanya semata-mata. Satu situasi nan tidak kelihatannya dikerjakan basyar biasa kecuali Almalik. Pengalaman pribadinya membuatnya punya pandangan dan iman plonco terhadap Yesus. “Jangan takut. mulai dari saat ini beliau akan menjaring manusia,” alas kata Yesus sreg Petrus.

Tutorial Menjadi Pengail Khalayak

Bukankah kita bosor makan merasa diri seperti mana Petrus? Merasa diri kecil, tidak adv pernah apa-apa, dan tidak layak n domestik mengajuk peladenan? Tapi dari perjumpaan Yesus dengan Petrus di danau Genesaret, kita boleh berlatih minimum tiga hal mengenai menjadi penjala manusia.

Pertama, Yesus mengajak kita melayani bahkan dalam kekurangan kita. Hal tersebut yang dialami makanya Petrus. Meskipun dia mutakadim lelah dan berusaha keras sepanjang malam, doang jalanya tegar zero. Setakat dia menuruti perintah Yesus, jalanya mumbung dengan ikan. Petrus bangun pengalaman dan pengetahuannya soal menjala lauk tidaklah berarti segala apa-apa. Jalanya penuh hanya karena mengikuti kata Yesus saja.

Kedua, menirukan pengenalan Yesus. “Tapi karena Engkau yang menyuruhnya, aku akan camur sauk-sauk lagi,” Petrus menurut kata Yesus. Saat itu Petrus mungkin masih ragu dan belum sepenuhnya berketentuan pada Yesus, ia hanya pernah melihat mujizat dan perbuatan ajaib yang Yesus lakukan. Sama halnya dengan kita. Siapa suka-suka saatnya kita belum sepenuhnya percaya memberitakan Injil adalah panggilan Tuhan, namun tetaplah ikuti perintah Yesus.

Ketiga, Yesus yang menyenggangkan ikan. Ketika Petrus dan temannya mengajuk perintah Yesus dan menurunkan jala, Yesus menyediakan lauk untuk ditangkap! Sama seperti kita, ketika Yesus menyuruh bikin memencilkan melayani, pekerjaan kita adalah menirukan kata Yesus. Dan percayalah Yesus nan akan menyedikan ikan bagi ditangkap

Jadi panggilan untuk melayani dan memberitakan Bibel itu datang, janganlah ragu dan merasa cacat diri! Percayalah dan turutilah panggilan Tuhan itu! Sira yang memanggil kita, Engkau juga yang akan menyempatkan orang-insan untuk diberitakan Injil.  Dan saatnya akan tiba momen kita mematamatai karya Allah dalam peladenan kita, banyak orang yang akan terjala!

Ya Tuhan ajarlah kami menjadi penangkap ikan manusia! Penuhilah serok kami dengan ikan-ikan!

Sumber gambar : kevmill.wordpress.com

Recommended for you

Source: https://www.danielnugroho.com/ministry/menjadi-penjala-manusia/