Naskah Drama Tentang Perbedaan Agama

KOMPAS.com
– Drama menggambarkan kehidupan serta watak orang melintasi tingkah laris yang dipentaskan di depan umum.

Kisah yang diangkat bisa fiktif (khayalan) atau sesuai realita.

Sebelum pementasan, dagelan harus dibuat naskahnya lebih-lebih tinggal. Ini agar para anak ningrat mengarifi galur cerita, penokohan serta dialognya.

Menurut Duwi Purwati dalam trikPembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Potensi (Panduan Menulis Skenario Drama dengan Mudah)
(2020), dalam penulisan skenario drama teristiadat memperhatikan unsur-unsur drama, adalah:

  • Alur

Alur yaitu rangkaian situasi dan konflik yang akan terjadi. Galur harus memuat konflik awal, perkembangan konflik hingga penyelesaiannya.

Alur sering juga disebut jalan kisah, mulai dari tadinya hingga akhir. Galibnya silsilah cerita dimulai mulai sejak pengenalan dedengkot, konflik sampai pemecahan masalah.

  • Penokohan

Penokohan dalam drama mencakup nama tokoh, jenis kelamin, watak serta lingkungan sosialnya. Penokohan sangatlah penting dan berkarisma lega skenario drama.

Notulis harus menentukan mana tokoh nan bersifat baik, pencetus nan menyebabkan konflik serta gembong yang mendukung menyelesaikan konflik.

Baca sekali lagi: Pengertian dan Karakteristik Ketoprak

  • Latar

Latar merupakan makrifat tempat, perian dan suasana dalam drama. Pemilihan latar perlu disesuaikan dengan jalannya kisah, seharusnya pemirsa makin memahami alur cerita.

Latar kancah menggambarkan pemberitahuan tempatnya. Bidang waktu menggambarkan periode terjadinya hal. Latar suasana menggambarkan kondisi saat peristiwa terjadi.

  • Bahasa

Bahasa privat naskah drama harus disesuaikan dengan penokohan, alur dan latarnya. Bahasa mempermudah penonton dalam menangkap dan memahami jalannya cerita.

Carik akan menentukan bahasa yang digunakan selepas menentukan tema beserta unsur sandiwara bangsawan lainnya. Bahasa dalam drama boleh menggambarkan karakter serta peristiwa yang telah terjadi.

Naskah dagelan pendek

Semoga bertambah mudah memahaminya, mari kita simak kamil skrip drama pendek akan halnya penerapan sikap kesabaran di dasar ini:

Contoh 1:

Tajuk: Kerja Kelompok
Pemain: Arif, Siska dan Dinda
Latar gelanggang: pelataran flat Arif

Arif:
“Jodoh-antitesis, ayo besok kita kerja kelompok Bahasa Indonesia. Tugasnya harus dikumpulkan minggu depanloh,”
Dinda: “Marilah kita bikin, makin cepat radu lebih baik untuk kita,”
Siska: “Hmmmm.. Hmmmm..” (terlihat gelisah dan berpikir)
Dinda: “Siska, ia kenapa? Cak kenapa tidak menjawab pelawaan Arif kerjakan kerja kelompok?”
Siska: “Hmmmm.. Demikian ini n partner-n antipoda, sepertinya akan datang aku tidak bisa masuk kerja kelompok. Aku harus merawat nenekku yang madya sakit,”
Arif: “Loh, kok serupa itu sih Sis? Tadi Dinda teko udah beberapa jika makin cepat selesai itu lebih baik buat kita semua. Kamu tahu kan jikalau mendorong pekerjaan itu bukan baik..”
Siska: “Iya, aku tahu Arif. Tapi nenek aku medium sakit, aku ingin merawatnya. Bagaimana jikalau kita kerja kelompoknya lusa akan datang?”
Arif: “Aku tidak kepingin! Aku maunya besok! Kalau sira enggak mau, ya sudah lalu bukan usah turut!” (marah dan hendak pergi)
Dinda: “Hei! Arif! Jangan menjauhi dulu, kita bisa kok mengerjakan tugasnya lusa lusa. Sekarang kan hari Kamis, sedangkan tugasnya dikumpul Jumat minggu depan. Jadi bukan ada salahnya seandainya kita mengerjakannya waktu Sabtu..”
Arif: “T-t-t-tapi..” (hendak berucap)
Dinda: “Arif.. Kita harus menerapkan sikap ketenangan ke teman kita sendiri. Siska bukan mau kerja kelompok besok, enggak karena dia malas. Tapi engkau ingin merawat neneknya nan sedang sakit..” (menyela tuturan Arif)
Arif: (berpikir) “Hmmmm.. Oke.. Baiklah.. Setelah dipikir-pikir, waktunya masih cukup panjang cak kenapa. Oke Siska, kita kerja kelompoknya besok Sabtu yaa..”
Siska: “Makasih ya Arif dan Dinda, kalian sudah ingin memahami aku..”
Arif: “Iya Siska sama-setara, maafkan atas perkataanku tadi yaa..”
Dinda: “Padalah.. Kalau serupa ini kan makara enak dan tidak perlu bercekcok..”

Ketoprak di atas, sudah menjelaskan akan halnya pentingnya sikap kesabaran mudah-mudahan bukan tukar bergesekan. Drama tersebut sudah memuat latar arena dan penokohannya, merupakan Arif sebagai biang kerok yang menimbulkan konflik, Siska perumpamaan pencetus yang baik dan Dinda sebagai biang kerok wasit.

Baca juga: Perbedaan Drama dan Teater

Contoh 2:

Kop: Membantu ibu mengamankan rumah
Pemain sandiwara: Adik, ayah dan ibu
Meres tempat: rumah

Adik: (sibuk berlaku mobil-mobilan)
Ibu: “Dik, bisa tolong ibu ambilkan buah di kulkas?”
Adik: “Hmmm.. Enggak bisa bu, aku lagi sibuk mainan otomobil-mobilan..”
Ibu: “Ibu minta tolong sebentar semata-mata, tubin pasca- itu kamu bisa main lagi,”
Adik: “Minta tolong ayah saja,”
Ibu: “Ayah kan lagi sibuk kerja di rumah. Ayo sokong ibu sebentar hanya..”
Ayah: (keluar kolom kerja memfokus kulkas bakal mencuil buah)
Ibu: “Eh ayah, makasih ayah,” (memufakati buah terbit ayah)
Ayah: “Adik, ayah tahu kamu lagi doyan dolan oto-mobilan, tetapi kamu jangan lupa mendukung ibu. Kasihan ibu kerepotan di dapur..”
Adik: “Tapi ayah.. Aku kan pula pengin mainan, karena sedang perlop..”
Ayah: “Iya.. Ayah tahu, tapi ibarat anggota batih, kita harus menerapkan semangat toleransi, merupakan dengan membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan..”
Adik: “Oh begitu ya ayah.. Baiklah, tiba waktu ini aku akan rajin membantu ibu dan ayah..”

Dagelan di atas menjelaskan tentang pentingnya sikap toleransi di lingkungan keluarga. Drama tersebut telah memuat permukaan tempat dan penokohan, yakni ibu nan bersikap baik, ayah ibarat tokoh juri dan adik yang memulai konflik.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari berbunga Kompas.com. Mari menyatu di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Kamu harus install tuntutan Benang besi malar-malar dulu di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/skola/read/2021/04/01/153425569/naskah-drama-pendek-penerapan-sikap-toleransi-dalam-hidup-sehari-hari?page=all