Malam Kudus Lirik Kidung Jemaat


Kelahiran Yesus dan Perian Natal

KJ. 92 MALAM Tahir

1. Lilin batik kudus, antap sirep; dunia terlelap.
Hanya dua berjaga terus ibu bapak mesra dan salih;
Anak tidur lengang, Anak tidur tenang.

2. Lilin batik kalis, sepi senyap. Berita gembira menggegap;
bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya:
“Lahir Kaisar Syalom, lahir Raja Syalom!”

3. Malam tulus, sirep senyap. Kurnia dan berkat
tercermin bagi kami terus di wajahMu, ya Anak kudus,
majuh kasih kekal, cinta kasih kekal.

KJ. 93 TUMBUHLAH TUNAS Bau kencur

1. Tumbuhlah tunas baru di tunggul Isai,
yang pada masa dahulu disyairkan nabi.
Nubuatnya genap: bunga maksud
Lahir di malam yang palsu.

2. Ini maksud Yesaya dengan nubuatnya:
lahir dati Maria sendiri Putera.
Tahir dan mulia Firman menjadi daging;
Cewek bundaNya.

3. Bunga begitu boncel yang harum dan lembut,
menghapus bersumber dunia gelap dan ketegangan.
Sungguh manusia dan alangkah-alangkah Allah,
Penebus dunia.

4. silakan menyambut “Amin” ayas anugerah.
Ya Yesus, kami optimistis; ya Almalik tolonglah,
Sebaiknya dengan syukur kami memuji Dikau
di KerajaanMu.

KJ. 94 HAI Kota Mungil BETLEHEM

1. Hai ii kabupaten kerdil Betlehem, betapa kau senyap;
bintang di langit cemerlang menyibuk kau lelap.
Namun di lorong g’lapmu bersinar T’rang zuriat:
Harapanmu dan doamu kini terkabullah.

2. Sebab bagimu lahir Mesias, Tuhanmu;
malaikatlah penjagaNya di malam yang teduh.
Hai bintang-bintang fajar, b’ritakan Butir-butir Baik:
Sejahtera di dunia! Segala apa puji naik!

3. Tenang di malam sunyi t’rencana sorga berseri;
demikianlah kasih bagimu diberi.
DatangNya menyuruk di dunia bercela;
Hati melenggong dan renik ‘morong dimasukiNya.

4. Ya Yesus, Momongan Betlehem, kunjungi kami kembali;
sucikanlah, masukilah yang mau menyambutMu.
Sudah kami dengarkan Berita mulia:
Kau beserta manusia kekal selamanya.

KJ. 95a GEMBALA WAKTU MALAM G’LAP
1. Gembala periode lilin lebah g’lap menjaga dombanya;
malaikat Halikuljabbar mendekat bercahya luhur.

2. Sabdanya, “Jangan kau gentar, tangkap suara beritaku,
sebab kesenangan besar kubawa bagimu!

3. T’lah lahir Jurus’lamatmu dan Yamtuan dunia,
yaitu Kristus, Tuhanmu. Inilah tandanya:

4. Di privat kandang dombamu jumoailah seg’ra
seorang Bayi yang lembut, palungan tempatNya.”

5. Dan start-menginjak tampaklah beberapa yang segara
malaikat dari sorga t’rang merinai bergemar:

6. “Ya Almalik, kemuliaanMu kekal selamanya,
membuat dunia penuh damai sejahtera.”

 KJ. 95b Gembala Hari Lilin batik G’LAP

Gembala waktu malam g’lap menjaga dombanya;
Malaikat Tuhan mendekat bercahya sani, bercahya mulia.

KJ. 96 DI Lilin batik Antap Membahana

1. Di malam sirep membahana nyanyian mulia.
Malaikat turun mendekat dengan beritanya,
“Sejaht’ra bagi dunia, t’lah datang Pelunas.”
Heninglah bumi mendengar nyanyian nan asli.

2. Patuh malaikat menembus angkasa yang gelap,
mengapalkan kidung damaiNya di marcapada yang letih;
sayapnya dikembangkannya di atas nan sendu;
di arena dosa terdengar lantunan nan kudus.

3. Tetapi dosa pun tetap melanda dunia,
menyangkal kidung Takrif Baik sekian lamanya.
Hai insan, bka hatimu, cak kenapa rusuh t’rus?
Diamkan gaduh dan dengar lantunan nan kudus.

4. Hai, kamu yang bersedia dan menerima b’rat, yang jiwa terdesak,
menaiki, musykil jalanmu, langkahmu pun pelan,
Hai lihat, musim jadi t’susuk, bebanmu ditebus.
Tabahkan hati dan dengar lantunan nan kudus.

5. N’lah hampir penggenapannya wahi suku bangsa utusan tuhan:
‘Kan datang zaman luhur, indahnya tak terp’ri.
Seluruh dunia ‘kan penuh sejaht’ra Penunai
serta mengulang mendengung lantunan yang tahir.

KJ. 97 HAI MALAIKAT Terbit SORGA

1. Hai malaikat dari sorga, sayapmu bentangkanlah;
nyanyi di seluruh dunia: lahir Kristus, Rajanya!
Sudah lalu lahir Kristus Raja, mari sujud menyembah!

2. Hai gembala yang menjaga dombamu di efrata,
Allah beserta manusia; mari menyaksikannya!
Mutakadim lahir Kristus Tuanku, mari sujud menyembah!

3. Hai Majusi dari Timur, karyamu tinggalkanlah;
carilah Harapan Mayapada, ikut cuaca bintangNya!
Sudah lahir Kristus Raja, mari sujud menyembah!

4. Hai suku bangsa alim yang menunggu dalam mayapada yang bimbang,
lihat, Allahmu sendiri turun dalam PutraNya!
Sudah lahir Kristus Raja, mari sungkem menyembah!

5. Langit, manjapada, silakan masuk muliakanlah terus
Khalik, Penebus, Pembaru: Bapa, Putra, Semangat Tulus!
Sudah lahir Kristus Raja, mari sujud menyembah!

KJ. 98 JAUH Berbunga SORGA DATANGKU

1. Jauh dari sorga datangku dengan berita bagimu,
begitu bagus dan megah: ‘ku ingin menyanyikannya!

2. Seorang bayi lahirlah dari pemudi Maria
dan Anak itu Kawanmu yang paling karib dan teguh

3. Dialah Yesus Penebus, Sang Jurus’lamat yang kudus,
Penolong orang yang lemah, Penghapus dosa manjapada.

4. Beliau membawa bagimu bahagia sorga yang penuh,
biar juga kaukenal sosi spirit yang kekal.

5. Inilah nama bagimu: di kandang kamu berlanggar
Sang Bayi di palunganNya; Dialah baginda semesta.

6. Dengan gembala ayo ke kandang domba yang cacat,
melihat kasih faedah di dalam Putra mulia.

7. Dalam palungan lihatlah betapa manis tidurNya.

Siapa itu nan lembut? Itulah Yesus, Kawanku!

8. Selamat datang, Rajaku, yang turun dari takhtaMu.
Kau masuk dunia cemar; betapa kasihMu besar!

9. Pencipta alam semesta, Kau jadi insan yang rendah;
palungan kambing arab dan lembu Kaubuat petiduranMu.

10. Andaikan paras dunia berlipat ganda luasnya
dengan permata pun penuh, tetap tak layak bagiMu.

11. Bukanlah kenur beledu pertanda kebesaranMu.
Di atas suket yang cengkar KerajaanMu tercermin.

12. Sekarang aku mengerti teladan yang Engaku serah:

kuasa, harta dan benda bagiMu tiada artinya.

13. Temanku Yesus, mari, hatiku persiapkanlah

menjadi kediamanMu selama umur hidupku!

14. Selalu hatiku senang, seluruh jalanku terang
dan kidung sukacita, ya Yesus, hanya bagiMu!

15. Muliakanlah Allah, pujilah Yang mengasihkan PuteraNya!

Salam sorgawi menggema di Periode Bau kencur yang sorot.

KJ. 99 GITA SORGA Bergema

1. Gita sorga berkumandang, “Lahir Raja mulia!

Berbaik dan sejahtera turun dalam dunia.”
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
Permaklumkan Amanat Baik; Lahir Kristus, T’rencana ajaib!
Gita sorga bergema, “Lahir Prabu mulia!”

2. Nan di sorga disembah Kristus, Yang dipertuan yang nasab,
lahir dalam dunia dan Maria bundaNya.
Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;
dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!
Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

3. Raja Rukun yang besar, Suraya Hidup yang sopan,
memulihkan dunia di naungan sayapNya,
tak memandang diriNya, terlebih maut dit’rimaNya,
lahir untuk memberi hidup baru langgeng!
Gita sorga bergema, “Lahir Ratu indah!”

KJ. 100 MULIAKANLAH
Muliakanlah, muliakanlah Tuhan Allah, Almalik Allah Mahatinggi!
Damai sejaht’ra turun ke bumi bikin makhluk pengasihanNya.
Muliakanlah Tuhan Tuhan! Akur sejaht’ra turun ke bumi bagi anak adam,
Untuk anak adam pengasihanNya, buat khalayak pengasihanNya.
Muliakanlah, muiakanlah Tuhan Halikuljabbar, Tuhan Sang pencipta Mahatinggi!
Berbaik sejaht’ra turun ke mayapada bagi insan pengasihanNya.
Amin, amin, amin.

KJ. 101 ALAM RAYA BERKUMANDANG
1. Alam raya berkumandang maka itu pujian mulia;
bersumber gunung, bersumber padang kidung malaikat bergaung:
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
2. Hai mengangon, peta’na apa sambutan ini menggegar?
Bagi Maharaja kali sorak sorgawi terdengar?
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
3. Sudah lahir Jurus’lamat itu berita lagunya.
Puji dan terima kasih dan hormat dipersembahkan padaNya.
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
4. Ikutilah, hai gembala, nyanyian sorga yang merdu;
mainkan seruling dan rebana dan berlega hati di hatimu!
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
5. Mari, kita pun kesana untuk melihat Putera.
Mari, kita persembahkan suara dan hati padaNya!
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!

KJ. 102 DI Internal PALUNGAN
1. Didalam palungan, tiada yang lain,
kelempai Yesus berbalutkan kain.
BintangNya dilangit mangkilap terang
Dan Yesus tertidur lelap dan mati.
2. Ternak bercakap membangunkanNya,
Tetapi Sang Bayi tiada resah.
Ya Yesus, sekarang hatiku tent’ram,
Engkaulah Temanku di malam mendung.
3. Ya Yesus, Tuhanku, dengar doaku:
tetaplah sertaku dengan kasihMu.
Semua anakMu berilah asian
Dan hidup sertaMu di sorga kelak.

KJ. 103 DENGARLAH KIDUNG
1. Dengarlah kidung di malam sepi, “Nina bobo, tidurlah!”
Cahaya muka Maria cerah berseri: Bayi nan kudus dibuainya.
2. Juga di padang gema terdengar, “Hai gembala, bangunlah!
T’rimalah butir-butir gembira besar: Lahir Sang Paduka tuan Sejahtera!”
3. Senandung indah bergelombang mesra, “Nina bobo, tidurlah!”
Celaan malaikat menjabat serta, “Akur di marcapada, Haleluya!”
4. Mari, teruskanlah kidung megah, “Puji Allah nan kudus!”
Seluruh alam nanti menyembah Putra ilahi, Sang Penebus.

KJ. 104 HAI Tangkap suara TEMBANG MALAIKAT
1. Hai, dengar puisi malaikat bertalun-talun di Efrata:
“Bagi Halikuljabbar kemuliaan ditakhtaNya yang megah!”
Akur sorga diberiNya diantara bani adam
Yang sedia menerima Yesus Kristus, Pembayar!
2. Yesus datang dalam dunia bagai anak asuh yang boncel,
tapi sungguh, Momongan itu adalahh Imanuel!
Damai sorga diberiNya diantara bani adam
Yang sedia menerima Yesus Kristus, Penebus!
3. PeraduanNya palungan, bahkan salib takhtaNya;
Yesus rela menderita agar kita s’lamatlah.
Damai sorga diberiNya diantara manusia
Nan sedia menyepakati Yesus Kristus, Pembayar!
4. Di palungan dan salibNya kita sungkem menyembah
dan percaya bahwa Beliau Jurus’lamat dunia.
Damai sorga diberiNya diantara manusia
Yang sedia menerima Yesus Kristus, Penunai!

KJ. 105 YA ANAK Mungil
1. Ya Anak kecil, ya Anak renik, Engkau diutus BapaMu dan dari sorga
Luhur Kau jadi hamba terendah, Ya Momongan kecil, ya Anak lembut
2. Ya Momongan boncel, ya Anak asuh lembut, segala dosa Kautebus;
Kauhantar kami, umatMu, ke haribaan BapaMu,
Ya Anak kecil, ya Momongan lembut.
3. Ya Anak kecil, ya Anak lembut, Kau roboh dari takhtaMu;
Dia beri bahagia pengubah galabah manjapada,
Ya Anak kecil, ya Anak lembut.
4. Ya Anak boncel, ya Anak lembut, Kau citra kasih BapaMu;
dorongan hati kami bakarlah dengan kasihMu s’lamanya,
ya Anak kecil, ya Anak asuh lembut.
5. Ya Anak kecil, ya Anak kecil-kecil, padaMu kami berteut,
sejiwa-badan milikMu dan serah diri padaMu,
ya Momongan boncel, ya Momongan lumat.

KJ. 106 BERNYANYILAH MERDU
1. Bernyanyilah merdu, lambungkanlah terima kasih!
Jurus’lamat mayapada dan Matahari hidupmu
terbaring di palungan di malam yang ceria:
Yesus, Pembayar, Yesus, Penebus.
2. O Bayi yang loyo, hatiku hiburlah;
b’rikanlah berkatMu, curahkan kemustajaban
dan bimbinglah jalanku di n domestik dunia,
Raja luhur, Raja mulia.
3. PadaMu nan subtil ‘ku menclok bertelut.
Kau menanggung dosa seluruh umatMu
Dan kauberi sentosa mengganti kegentingan.
‘Ku sembah sungkem, ‘ku hormat sujud.
4. Di sorga membahana nyanyian Gloria:
segenap malaikat memuji Tuhannya.
Sejahtera dan s’lamat mengisi marcapada
S’lamanya, s’lamanya.

KJ. 107 TERBITLAH DALAM Keremangan
1. Terbitlah dalam kegelapan Terang yang mahamulia!
Hai bangsa-bangsa, mari datang, spontan menyembah!
Gundah nestapa akan hilang, kuasa dosa tungkul.
Berlalu malam mortalitas dan fajar semangat merekah.
2. Anda mengapalkan sukacita, ya Tuhan, makanya kuasaMu.
Tempik menang gegap ramai: Kau mempercundang seteru!
Tongkat autokrat sudah patah dan tamat pembudakannya;
Terbakar habislah senjata dan dunia bersejahtera.
3. Koteng anak sudah lalu lahir menyurutkan isi dunia;
KerajaanNya tak berakhir dan mahaagung namaNya:
“Sang Penasihat nan Ajaib, Sang pencipta Perkasa Mulia,
dan Bapa yang Kekal Langgeng, Sang Paduka Damai s’lamanya!”
4. Ya Raja Damai Mahamulia, beri sejahtera munjung,
supaya bangsa-bangsa dunia bersujud di hadapanMu.
Allah sendiri berbuat rangka keadilanNya
Dan takhta Daud diteguhkan kekal selama-lamanya!

KJ. 108 Geta MULIA DI Kancah BAKA
1. Takhta sani ditempat Kautinggalkan, ya Tuhanku.
Tapi tiadalah tempat yang puas menjelang kehadiranMu.
Hatiku, ya Tuhan Yesus, jadikanlah rumahMu.
2. Langit bergetar, kidung terdengar menyebut kebesaranMu.
Tapi adakah yang lebih rendah daripada palunganMu.
Hatiku, ya Tuhan Yesus, jadikanlah rumahMu.
3. Oleh FirmanMu nan kekal teguh Kaubebaskan manusia.
Tapi hanyalah siksa dan cerca Kauterima di mayapada.
SalibMu, ya Sang pencipta Yesus, tempat perlindunganku.
4. Gita menggegap, bila Kau besok cak bertengger sekali lagi, ya Tuhanku.
SandaMu benar akan terdengar, “Kuberi tempat bagimu.”
Bersuka raksasa hatiku, ya Allah, menyambutMu.

KJ. 109 HAI MARI, BERHIMPUN
1. Hai silakan, berhimpun dan bersukaria!
Hai marilah semua ke Betlehem!
Tatap yang lahir, Raja Balasorga!
Hormat dan puji Engkau, hormat dan puji Dia,
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
2. Terang yang ilahi, Halikuljabbar yang sejati,
ufuk’lah jebluk menjadi manusia.
Allah seorang internal rupa anak adam!
Sembah dan puji Ia, Tuhanmu!
3. Gembala dipanggil dari padang raya
menuju palunganNya yang rendah.
Kita sekali lagi turut bergegas ke sana!
Sembah dan puji Anda, Tuhanmu!
4. Melihat bintangNya, hinggap orang Majus
menghantar emas, kemenyan dan mur.
Marilah kita persembahkan hati.
Khidmat dan puji Kamu, Tuhanmu!
5. Kilauan awet berpangkal Allah Bapa
kentara berwujud di marcapada:
Anak ilahi berbalutkan lampin.
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
6. Demi kita ini Ia sudah lahir.
Peluk Ia dalam iman tunak:
Cinta kasihNya patut kita balas
Hormat dan puji Dia, Tuhanmu!
7. Hai para malaikat, angkatlah suaramu,
biduan sorgawi, bernyanyilah!
Muliakanlah Almalik, Bapa n domestik sorga!
Puja dan puji Beliau, Tuhanmu!
8. Ya Tuhan yang lahir pada hari ini,
ya Yesus, terpujilah namaMu!
Firman abadi yang menjadi daging!
Sembah dan puji Sira, Tuhanmu!

KJ. 110 DI BETLEHEM Lengkung langit’LAH LAHIR Seorang PUTRA
1. Di Betlehem t’lah lahir seorang Putera.
Kiranya ‘ku menjadi awet milikNya,
Sungguh, sungguh, abadi milikNya.
2. Hatiku kubenamkan di dalam kasihNya;
padaNya kuserahkan diriku s’lamanya,
betapa, sungguh, diriku s’lamanya.
3. Ya Yesus, Kau kucinta sejauh hidupku;
bagiku kian indah cerah kasihMu,
sungguh, sungguh, cahaya kasihMu
4. Tandanya kuaminkan jaminan janjiMu:
padaMu kutitipkan seluruh hatiku,
sungguh, sungguh, seluruh hatiku.

KJ. 111 DI PALUNGAN DIBARINGKAN
1. Di palungan dibaringkan Putra Halikuljabbar nan putih;
tidurNya di kandang hewan, kandang domba dan lembu.
Membujur mengangon mendengar beritanya,
Segera menghindari ke sana dan padaNya menyembah.
2. Berbahagia semua yang mendapat kabarnya,
malar-malar yang menyambut Engkau dalam hatinya.
Anak kudus, Jurus’lamat, kandang satwa rumahMu,
Sudilah, ya Yesus turun kembali dalam hatiku.
3. Hatiku Engkau dapati bagai kandang tak bersih;
maukah Tuhan meninggali hati hina dan buas?
Tuhan Yesus, silakan masuk, buat Natal bagiku,
Hatiku jadikan sorga makanya kehadiranMu.
4. Dan kepada tiap orang yang hatinya membeku,
atlas’na tidak menghayati maslahat kelairanMu,
b’rilah, Sang pencipta, dari sorga sukacita yang nirmala,
agar turut merayakan Hari jadi Pelunas!

KJ. 112 ANAK MARIA DALAM PALUNGAN
1. Momongan Maria internal palungan, miskin dan hina, sahaja segara,
rela sengsara bagi manusia; dihapuskanNya dosa cemar.
2. HidupNya suci hari di dunia, hatiNya zakiah dan merendah;
saat ini indah Penebus kita: musuhNya takluk selamanya.
3. Sabda nubuat: Ia Mesias; para malaikat memujiNya:
layaklah Sira dimuliakan; kita milikNya, bahagia.

KJ. 113 Privat Ii kabupaten Syah DAUD
1. Dalam kota raja Daud ada kandang yang rendah.
Di palungan dibaringkan Orok mungil yang loyo.
Yesus Kristus namaNya dan Maria bundaNya
2. Ia jebluk dari sorga, Tuhan umbul-umbul seberinda.
Dan palungan intern kandang tempat tidur bagiNya.
Ia semangat beserta orang hina dan rendah.
3. Periode Kamu kanak-kanak, Sira patuh dan benar;
menghormati ayah bunda Sira bersemi dan osean.
Anak-anak, marilah mengajuk contohNya!
4. Enggak berbeda berbunga kita, dari aku dan engkau,
tawa riang dan rengekan semuanya Ia tahu.
Doyan duka dunia dirasakan olehNya.
5. Esok kita juga melihat Anak ini yang lemah
jadi Jurus’lamat kita, Sultan sorga sani.
Kita sekali lagi dipimpinNya masuk sorga s’lamanya.
6. Bukan dalam kandang hina kita lihat kuasaNYa,
tapi k’lak di dalam sorga dengan Almalik, BapaNya.
Nanti kita menyembah di keliling takhtaNya.

KJ. 114 Ayo, LIHATLAH SEMUA
1. Mari, lihatlah semua logo kasih Allahmu;
lihatlah harapan manjapada dalam Orok nan tulus!
Firman, namun tanpa kata, Tuan, namun tanpa hak,
Yang dipertuan, namun tanpa singgasana, Kilat di lilin lebah yang gelap.
Lihat Engkau, Yang Luhur, tak diberi panggung.
2. Lihat Dia privat lampin, bersahaja dan gontai
Nan mengendarai sayap angin dan di sorga disembah.
Tatap Bayi ditidurkan, tidak ingat harkatNya,
Yang di sorga diluhurkan: Hikmat Allah yang anak cucu!
Tatap Sang pencipta di palungan: Nan memangku seberinda.
3. Bayi Yesus, ya Tuhanku kerumahtanggaan rupa yang lemas,
b’rilah daku itikadMu, b’rilah hati nan tekor.
Kerjakan aku asuhanMu, suci maka itu kurbanMu,
Nonblok maka dari itu tanggunganMu, Buat aku bintang sartan baru,
Hidup oleh matiMu!

KJ. 115 BERLUTUT DI PALUNGANMU
1. Berlutut di palunganMu, ya Yesus, Sumber Semangat,
kubawa persembahanku yang memang hak milikMu:
hatiku, roh dan jiwaku, seluruh isi hidupku, padaMu berkenanlah!
2. Sangat dari lahirku, Kau Yesus, telah lahir;
dan ‘ku terpilih olehMu, meski belum ‘ku makara;
Kau sudah mengasihiku dan Kaurelakan diriMu
Supaya kumiliki.
3. Di lilin lebah maut yang suram, ya Yesus, Kau Suryaku:
Kaubawa kehidupan dan terang dan damai kepadaku.
O Surya belas kasih nan besar, Pengurai iman yang moralistis,
CahyaMu bukan main sani!
4. Dengan memandang wajahMu yang suci tak bernoda
tak kunjung puas mataku; padaMu ‘ku berdoa.
Andaikan lubuk hatiku seluas laut, Illah,
Hendak kurangkum Dikau!
5. Setiap kali hatiku berduka tidak terhibur,
sabdaMu: “Aku Kawanmu, bebanmu Aku pikul.
Cak kenapa tersedu-isak? Kubuat jalanmu terang:
Dosamu Kuampuni!”
6. Palungan in bagiMu terlampau terlambat
dan suket wana tidurMu bukan pantas untuk Paduka tuan.
Yang layak lakukan Illah: keraton, sutra, beledu,
Ayunan mas kencana.
7. Tetapi legit dunia, ya Tuhan, tak Kaucari.
Kau datang miskin dan rengsa, sengsara Kauhadapi;
Anda membahu salibMu demi keselamatanku;
Songsong kasih, Allah!
8. Yang aku mohon padaMu, ya Yesus, hanya suatu:
berdiamlah di hatiku masa ini dan selalu.
Jadikanlah nuraniku palunganMu dan takhtaMu;
Limpahkan sukacita!

KJ. 116 YANG DIPUJI KAUM Gembala
1. Nan dipuji kabilah gembala dan disambut malak Allah.
Yakni Raja Mahamulia sekali lagi lahir bagimu.
2. Individu Majus juga datang dan membawa persembahan
untuk Raja Jalal: mur, mas dan setanggi.
3. Marilah bersukaria masuk malak dan Maria;
bagi Raja yang mulia angkat lagu nan merdu.
4. Kristus Raja, Almalik kita yang menjadi manusia,
puji, hormat dan syukur.

KJ. 117 HAI Anak SEMUA
1. Hai anak semua, cepat marilah!
Masukilah kandang yang amat rendah dan lihatlah
Bayii yang tidur nyenyak, tergolek intern palungan ternak.
2. Udara murni, lihatlah Dia bersinar terang,
kecil-kecil berlampu di lilin batik kelam cak agar dalam lampin,
lebih mulia dibanding malaikat di sorga cerah.
3. Terbaringlah Ia di rumput cengkar;
Maria dan Yusuf tenang dan hening dan para gembala
Sujud menyembah, malaikat di atas memuliakanNya.
4. Sekarang pun kita hendak bertelut
di cahaya muka palungan Sang Bayi renik; mari semua
berlagu gemar bersama malaikat yang putih terang.
5. Dan kita berdoa: ya Yesus ceria,
kesalahan kami hendak Kautebus; Kau lahir di kandang
yang hina rendah dan rela menanggung salib Golgota.
6. Terimalah lever yang kami beri,
dan buatlah kami pun zakiah bersih, supaya beroleh
sentosa penuh, bersatu awet dengan diriMu!

KJ. 118 Bukan main Mulia
1. Sungguh mulia, berkarunia Perian Natal yang safi.
Gundah bererak; Kristus t’lah lahir. Marilah bernyanyi dengan merdu!
2. Sungguh mulia, berkarunia Hari Natal yang nirmala.
Damai ilahi substansial kembali. Silakan bernyanyi dengan merdu!
3. Bukan main luhur, berkarunia Musim Natal nan kudrati.
Sambut semua penghargaan sorga. Mari tarik suara dengan merdu!

KJ. 119 HAI Marcapada, GEMBIRALAH
1. Hai dunia, gembiralah dan cak dapat Rajamu!
Dihatimu terimalah! Bersama bersyukur,
Bersama bersyukur, Bersama sama bersyukur!
2. Hai mayapada, elukanlah Rajamu, Penebus!
Hai bumi, laut, gunung lembah, bersoraklah terus,
Bersoraklah terus, bersorak-soraklah terus!
3. Janganlah dosa menetap di kebun mayapada,
Sejahtera mumbung berkat berlimpah s’lamanya,
Berbenda s’lamanya, makmur-limpah s’lamanya.
4. Dialah Raja seberinda, raksasa dan luhur.
Masyhurkanlah, hai dunia, besar anug’rahNya,
Segara anug’rahNya, besar samudra anug’rahNya.

KJ. 120 HAI, SIARKAN DI Jabal
1. Hai, siarkan di gunung di gunung dan di mana jua,
hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!
Di periode suku bangsa mengangon menjaga dombanya,
Terpancar berbunga langit cahaya mulia.
2. Mengangon sangat takut letika mendengar
nyanyian armada sorga gempita menggegar.
3. Terbaring di palungan yang hina dan rendah,
Si Bayi menyampaikan selamat dunia.

KJ. 121 Bumi KEDINGINAN
1. Dunia kedinginan, kaku membeku:
berdamai yang sejati tiada bertemu.
Wabah kekerasan, siksa tirani
Sebatas kontemporer tidak berhenti.
2. Tapi Firman Allah tak terbelenggu:
Kasih mencairkan hati nan beku.
Dalam mayapada dingin kandang ambillah
Untuk mengenali Khalik semesta.
3. Segenap malaikat memuliakanNya
dan gembala miskin sungkem menyembah;
Yusuf dan Maria saleh berterima kasih;
Pemberian Majus: mas, menyan dan mur.
4. Kuberikan segala, Yesus bagiMu?
Umpama ‘ku gembala, kub’ri dombaku;
Andai ‘ku Majusi: mas,menyan dan mur.
Kuberikan segala? Hati berlega hati!

KJ. 122 ANAK Nan DIJANJI
1. Anak yang dijanji, Anak nan ditunggu,
lahir diBetlehem. NamaNya Yesus, namaNya Yesus.
Mari menyembahNya.
Imanuel, Imanuel, Allah menyertai kita.
Imanuel, Allah lampir kita.
2. Sunan yang perkasa, yang membawa damai,
datang di dunia. NamaNya Yesus, namaNya Yesus.
Mari menyembahNya.
Imanuel, Imanuel, Allah lampir kita.
Imanuel, Sang pencipta lampir kita.

KJ. 123 S’LAMAT, S’LAMAT Hinggap
1. S’lamat, s’lamat hinggap, Yesus, Tuhanku!
Jauh dari sorag tinggi kunjunganMu.
S’lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;
Damai yang Kaubawa tiada taranya, Salam, salam!
2. “Kyrie eleisson”: Tuhan, tolonglah!
Mudah-mudahan kidung kami tak bercela.
BundaMu Maria diberi kasih
Bersalin Dikau kudrati dan luhur.
Salam, salam!
3. Nyanyian malaikat nyaring bergaung;
gembala mendengarnya di Efrata:
“Kristus sudah lahir, hai berketentuan kabarku!
N domestik kandang domba kau dapat bertarung.”
Salam, salam!
4. Datang individu Majus ikut bintangNya,
membawa pemberian dan menyembah.
Yang dipersembahkan: setanggi, emas dan mur;
Plong Jurus’lamat mereka bersyukur.
Salam, salam!

KJ. 124 SIAPAKAH YANG MENERIMA
1. Siapakah yang menerima kabar mulia sorgawi?
Bukan para ahli Kitab, bukan juga para nabi,
Tak syah Yerusalem, bukab yamtuan berbunga Roma:
Hanyalah gembala di Betlehem.
2. Apakah berita baru yang disiarkan malaikat?
Enggak kabar perkelahian, bukan pengumuman iklan,
Bukan mengenai taun, bukanlah bencana alam:
Sultan berbaik lahir di Betlehem.
3. Dan di manakah tempatnya Anak Paduka tuan dilahirkan?
Lain di rumah sakit, diawasi dukun beranak ahli,
Bukanlah tempat yang mewah, kondominium orang pangkat tangga,
Tapi kandang domba di betlehem.
4. Lalu, sipakah di sana menunggui Bayi Yesus?
Bapak Yusuf, ‘bu Maria yang merawat dan menjaga,
Biri-biri timbrung juga dan gembala tercecer.
Bayi tidur aman di Betlehem.

KJ. 125 LAHIR KRISTUS DI DUNIA
1. Lahir Kristus di bumi! Bunyi-bunyian menyambut Beliau.
Lahir Kristus di marcapada! Puji Tuhan, Haleluya!
Janji lama telah genap, perbuatan nabi nabi muhammad nabi puas periode terlampau;
Ikrar lamatelah genap: Zaman baru semarak konsisten!
2. Lahir Kristus di manjapada! Bunyi-bunyian menyambut Dia.
Lahir Kristus di marcapada! Puji Tuhan, Haleluya!
Tercermin pada wajahNya kasih anugerah yang ilahi;
tercermin pada wajahNya kemuliaan BapaNya.
3. Lahir Kristus di bumi! Bunyi-bunyian menyandang Dia.
Lahir Kristus di manjapada! Puji Tuhan, Haleluya!
Kandang biri-biri istanaNya: bahkan takhtaNya palungan hewan;
kandang biri-biri istanaNya: Ia diskriminatif gelanggang nan rendah!
4. Lahir Kristus di mayapada! Bunyi-bunyian menyambut Sira.
Lahir Kristus di dunia! Puji Tuhan, Haleluya!
Yesus, Anak lemah kecil-kecil, Aji segala medan dan zaman;
Yesus, Anak asuh gontai kecil-kecil, Dikau kami khidmat sujud.

KJ. 126 TIAP Musim Juga
1. Tiap hari kembali laporan berkumandang
bahwa Yesus lahir kerumahtanggaan marcapada.
2. Per rumah dimasukiNya
dan di urut-urutan pula Ia beserta.
3. Ia mendampingi orang yang litak;
kita diiringi makanya kasihNya.

KJ. 127 KANDANG DOMBA ITU RUMAHNYA
1. Kandang biri-biri itu rumahNya, palungan satwa petiduranNya;
lahir dari Bunda Maria Ratu Keagungan.
Aku pun hendak ke Betlehem, supaya ‘ku melihatNya di tempat
yang hina dan abnormal, Pangeran Mahamulia.
2. Bintang luhur, hai tunjukkanlah di mana Yesus dan palunganNya.
Hai gembala, bangun segera menengok Jurus’lamatmu.
Aku sekali lagi hendak ke Betlehem, supaya ‘ku melihatNya di tempat
yang hina dan rendah, Pangeran Ketinggian.
3. Hai malaikat, pujilah terus ketinggian Sang pencipta yang nirmala.
Orok itulah Sang Penebus dan Jurus’lamat dunia.
Aku pun hendak ke Betlehem, biar ‘ku melihatNya di tempat
yang hina dan rendah, Yang dipertuan Mahamulia.
4. Aku kaya oleh miskinMu, selamat oleh semangat suciMu,
‘ku dibasuh ooleh darahMu, bahagia oleh salibMu.
Aku sekali lagi hendak ke Betlehem, biar ‘ku melihatNya di wadah
nan hina dan rendah, Pangeran Kebesaran.

Source: http://kidung-jemaat-online.blogspot.com/2008/08/kidung-jemaat-no-92-127.html