Makalah Tentang Makkiyah Dan Madaniyah

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Utusan tuhan Muhammad SAW adalah manusia pilihan Tuhan SWT bikin menyepakati wahyu berupa kitab kudus Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi seluruh umat anak adam dan dunia semesta. Kita tentu luang bahwa kitab kalis Al-Qur’an nan diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW terdiri berpokok 30 juz yang di dalamnya terdiri dari akta Makkiyah dan Madaniyyah.
Surah makkiyah dan madaniyyah pasti lah ada perbedaan-perbedaan antara ke duanya. Untuk itu kita teristiadat mempelajari lebih dalam perbedaan antara makiyyah dan madaniyyah seharusnya kita menjadi peka dan memahami mana yang tergolong kedalam ayat makiyyah ataupun tergolong kedalam salinan madaniyyah. Sehingga kita akan menjadi lebih khusyuk dalam mendaras dan melakukan isi kitab suci Al-Qur’an, serta semoga kita menjadi individu SWT yang senantiasa mampu dalam lindungan, inayah, dan syafa’at-Nya.
Dalam bab Aji-aji Makki dan Madani ini, kami akan menjelaskan pengertian Makki dan Madani, perbedaan Makki dan Madani, tanda-stempel keduanya dan aneh-aneh surah-surah Makiyyah dan Madaniyah serta signifikasi mengetahui Makki dan Madani.
1.2 Rumusan Komplikasi
a) Apa yang dimaksud dengan manuskrip makkiyah dan madaniyah?
b) Barang apa tanda-tanda surat makkiyah dan madaniyah?
c) Apa macam-macam tindasan makkiyah dan madaniyah dan dasarnya?
d) Segala apa manfaat mengetahui pembagian surat makkiyah dan kopi madaniyah?

1.3 Tujuan
a) Bakal mengetahui denotasi surat makkiyah dan madaniyah
b) Kerjakan mengetahui isyarat sahifah makkiyah dan madaniyah
c) Lakukan mengetahui tipe-macam tembusan makkiyah dan madaniyah
d) Bakal memahami signifikasi memaklumi tembusan makkiyah dan madaniyah

1.4 Manfaat
Khasiat bersumber penulisan makalah ini ialah selain bagi memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengantar Study al-Qur’an, penulis bertekad dengan menulis makalah ini kita dapat meningkatkan kualitas religiositas kita, membukit wawasan dan semoga dapat bermanfaat di dunia dan akhirat.

Ki II
PEMBAHASAN
2.1 Signifikasi Salinan Makkiyah dan Pertinggal Madaniyyah
a. Menurut massa turunnya
Piagam makkiyah adalah ayat-ayat yang diturunkan sebelum Rasullulah hijrah ke madinah kendatipun enggak jebluk di Makkah, sedangkan surah madaniyyah adalah ayat-ayat nan turun setelah Rasulullah hijrah ke madinah, kandatipun bukan jatuh di Madinah.
b. Menurut tempat turunnya
Surat makkiyah adalah ayat-ayat yang turun di Makkah dan sekitarnya seperti Mina, Arafah, Hudaibiyyah, sedangkan surat madaniyyah yaitu ayat-ayat yang jebluk di madinah dan sekitarnya, seperti Uhud, Quba’,dan Sul’a.namun. Ada beberapa ayat-ayat tertentu yang tidak diturunkan di Mekah dan Madinah dan sekitarnya. Misalnya surat At-Taubah (9):42 diturunkan di Tabuk, inskripsi Az-zukhruf (43):48 diturunkan ditengah perjalanan antara makah adan madinah. kedua ayat tersebut jika melihat definisi ke 2,tidak dapat dikategorikan kedalam makiyyah dan madaniyyah.
c. Menurut alamat ura-ura
Surat makkiyah adalah ayat-ayat nan menjadi kitab untuk orang-insan makkah. sedangkan surat madaniyyah adalah ayat-ayat yang menjadi kitab bagi orang-orang madaniyyah. Menurut asumsi para jauhari muslim bahwa kebanyakan ayat Al-qur’an di mulai dengan kata majemuk “ ya ayyuha ala-naas” yang menjadi kriteria makiyyah dan ungkapan ‘ya ayyuha al-ladziina” yang menjadi kriteria madaniyyah doang, tidak selamanya asumsi ini bermartabat. Surat Al-baqoroh(2), misalnya, termasuk kategori madaniyyah padahal di dalamnya terdapat salah satu ayat, yakni ayat 21 dan 168, yang dimulai dengan ungkapan “ yaa ayyuha an-nas”. Lagi pula, banyak ayat al-qur’an yang enggak dimulai dengan dua ungkapan di atas.

d. Akan halnya pendapat dari pusat tidak
Makkiyah yaitu musim peletakan dasar-radiks kerjakan membangun struktur masyarakat mentah sedangkan sahifah madaniyah adalah merupakan hari pembentukannya. puas kebanyakan ayat-ayat makkiyah makin menonjolkan akan halnya ketauhi dan nila-nlai kemanusiaan, universal seperti kesetaraan manusia, keadilan, plularis, dan penghargaan harga diri manusia. Secara awam disepakati bahwa sepanjang periode makah Al-Qur’an kian banyak berilmu akan halnya ajaran agama dan moral, tidak menyatakan norma-norma politik dan hukum secara solo, pun plong umumnya, seruan Al-Qur’an ditunjukan kepada manusia seluruhnya dan bukan misalnya tertuju sreg akum yang sudah beriman atau pemeluk agama tidak, khususnya yahudi dan kristen. Islam mengajarkan poin-nilai kemanusiaan mendunia pun bermakna islam bukan saja berlaku bagi nasion arab.
Sementara ayat-ayat madaniyyah puas umumnya berilmu ayat-ayat yang menyatakan tentang spirit bersama dengan umum yang telah terbentuk. Selain itu ayat-ayat ini mengandung pesan dan ketentuan terhadap orang-individu inkonsisten dan komunitas tidak yang ada di madinah. Tegasnya ayat-ayat madaniyyah berbicara akan halnya aturan-aturan praktis buat mahajana madinah baik yang sudah beriman ataupun nan masih dalam religiositas agamanya

2.2 Pertanda Surat Makiyyah dan Surat Madaniyyah
A. Beralaskan Titik Tekan Analogi
1. Sahifah Makkiyah
• Di dalamnya terdapat ayat sajdah.
• Ayat-ayatnya di mulai dengan kata ”kalla”.
• Di mulai dengan ungkapan “ya ayyuha an-nas” dan tidak suka-suka ayat yang di tiba dengan ungkapan “ya ayyha al-ladzina”. kecuali dalam surat Al-hajj(22), karena di penghujung surat itu terdapat sebuah ayat yang dimulai dengan idiom “ya ayyuha al-ladzina”.
• Ayat-ayatnya mengandung tema kisah para nabi dan umat terdahulu.
• Ayat-ayatnya bersabda adapun kisah rasul lanang dan iblis, kecuali surat Al-baqoroh(2).
• Ayat-ayatnya di mulai dengan abc-huruf patah-cucuk (lambang bunyi at-tahajji) seperti alif lam mim dan sebagainya, kecuali pertinggal Al-baqoroh(2) dan ali imron(3)

2. Surat Madaniyyah
• Mengandung ketentuan-ketentuan faraid dan takat.
• Mengandung pasemon-sindiran terhadap kaum kepalsuan, kecuali arsip Al-Ankabut (29).
• Mengandung uraian adapun perdebatan dengan ahli kitabin.

B. Berdasarkan Tutul Tekan Tematis
1. Akta Makkiyah
• Menguraikan ajakan monotheisme, ibadah kepada Allah satu-satunya, penetapan risalah kenabian, penetapan musim kebangkitan dan pembalasan, uraian mengenai kiamat dan perihalnya, neraka dan siksanya, surga dan kenikmatannya dan kelompok musrikin dengan argumentasi-argumentasi logis dan naklid.
• Menetepkan pondasi-pondasi umum bagi pembentukan syariat isyara’ dan keutamaan-keutamaan kesopansantunan yang harus dimiliki. anggota masyarakat.pun berisikan celaan-suara minor terhadap kriminalitas-kriminalitas nan dilakukan kerubungan musrikin, mengkonsumsi harta anak yatim secara zholim serta uraian adapun hak-eigendom.
• Menuturkan kisah para Nabi dan umat-umat terdepan serta perjuangan Muhammad n domestik menghadapi tantangan-tantangan kelompok musrikin.
• Ayat dan suratnya pendek dan musik serta perkataannya agak keras.
• Banyak mengandung introduksi-pembukaan kutuk.
2. Tembusan Madaniyyah
• Menjelaskan permasalahan ibadah, muamalah, hudud, bangunan flat tangga, warisan, keutamaan jihad roh sosial, rasam pemerintah akan halnya perdamaian dan peperanagan, serta persoalan-persoalan pembentukan hukum syara’.
• Mengkhitabi ahli kitab yahudi dan nasrani dan mengajaknya timbrung islam, pun mengklarifikasi perbuatan mereka yang sudah salah guna kitab Halikuljabbar dan pergi kebenarannya serta perselisihannya setelah datang kebenarannya.
• Mengungkap langkah-ancang orang-orang hipokrit.
• Salinan dan sebagaian ayat-ayatnya panjang-panjang serta menjelaskan hukum dengan terang dan menggunakan ushlub yang terang pula.

2.3 Neko-neko Arsip Makkiyah dan Surat Madaniyyah
Neko-neko surah-surah Al-Qur’an terdiri dari emapat macam, yakni:
A. Surah-Surah Makkiyah Murni
Ialah surah-surah yang bersetatus makiyah sekadar, tidak terserah satupun yang madaniyah, contohnya : Al-alaq, Al-Mudatssir, Al-Qiyamah dsb.
B. Surah-Surah madaniyah bersih
Yaitu surah-surah yang bersetatus madaniyah saja, tidak ada satupun yang makiyah, contohnya : Al-Baqoroh, Al-Imran, An-nisa dsb.
C. Surah-Surah makiyyah nan digdaya ayat madaniyyah
Yakni surat-surat nan sebetulnya kebanyakan ayat-ayatnya yaitu makiyyah, sehingga berstatus makiyyah tetapi didalamnya ada sedikit ayatnya yang berstatus madaniyyah, contohnya : Al-Fatihah, Ar-Ra’d ,Yunus, Ar-Ra’d, dsb.
D. Surah-Surah madaniyyah yang berisi ayat makiyyah
ialah pertinggal-surat yang kebanyakan ayat-ayatnya berstatus madaniyah, contohnya : Al-Hajj.

2.4 Pengertian Mengarifi Makkiyah dan Madaniyyah
A. Menggunung keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang diturunkan di asal otoritas Tuhan satu-satunya bukan bardasarkan keinginan nabi.
B. Mempermudah memahami Al-Qur’an.
C. Memahami nasihk dan manshuk.
D. Mengetahui berurutan penghamburan syariah yang berangsur-angsur.
E. Mengetahui perjalanan Rasullulah.
F. Mengarifi para sahabat dan generasinya kerumahtanggaan menjaga penyesuaian Al-Qur’an.

Gapura III
PENUTUP
3.1 Penali
Berasal pembahasan yang telah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa Siaran tentang ayat-ayat Mekkah dan Madinah merupakan bagian yang terpenting dalam ‘Ulum Qur’an. Hal ini lain sahaja merupakan kepentingan kesejarahan melainkan juga bagi mengarifi dan menyangkal ayat-ayat yang berkepentingan.
Sebagaian surat di intern al-Qur’an berisi ayat-ayat dari kedua periode tersebut dan kerumahtanggaan beberapa hal muncul perbedaan pendapat dari guri para ulama adapun klasifikasi ayat-ayat tertentu.
Bagaimanapun juga secara keseluruhan memang sudah berhasil disusun suatu pola pemisahan (pembagian) yang telah mapan, dan telah digunakan secara menjalar secara ilmu tafsir, dan dijabarkan dari bukti-bukti intern yang cak semau dalam teks al-Quran itu koteng.
Definisi Al-Makiyyah dan Madaniyah oleh para ahli tafsir meliputi beralaskan tempat turunnya satu ayat, berdasarkan khittab/ seruan/ panggilan internal ayat tersebut, berdasarkan masa turunnya ayat tersebut,menurut bahan pembicaraan.
Karakteristik tembusan dan ayat-ayat Al-Qur’an ini terbagi menjadi dua yaitu karakteristik Makkiyah dan karakteristik Madaniyah.
Adapun kegunaan mempelajari guna-guna ini antara lain mudahmudahan dapat mengeluarkan ayat-ayat nasikh dan mansukh, agar dapat mengetahui ki kenangan hukum Islam dan tahapan-tahapannya secara umum, mendorong religiositas yang kuat, sepatutnya memahami fase-fase dakwah Islamiyah yang telah ditempuh oleh Al-Qur’an secara berantara, agar dapat memaklumi keadaan lingkungan, keadaan, dan kondisi masyarakat pada waktu merosot ayat-ayat Al-Qur’an, agar mengetahui gaya bahasanya yang berbeda-selisih.

3.2 Saran
Demikianlah tugas referat yang telah kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Study Al-Qur’an. Harapan kami semoga dengan adanya referat nan telah kami susun ini kita bisa mengmbil banyak pelajaran berharga di dalamnya serta semoga kita lebih perseptif pula dalam membedakan surah makkiyah dan surah madaniyyah. Tak lupa semoga kita makin giat lagi untuk membaca Al-Qur’an dan dapat melakukan isi kandungannya. Kritik dan saran sangatlah kami harapkan semenjak para pembaca serta wabil khusus dari dosen penatar kita. Apabila internal penyusunan makalah ini terdapat kesalahan-kesalahan, kami cak regu penyusun minta belas kasihan, kesalahan satu-satunya-mata terletak pada kami dan kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

Daftar pustaka
‘Abdullah Ad-Darraz, An-Naba’ Al-‘Azhim, Dar Al-‘Urubah, Mesir,1974.
Abd Al-Hayy Al-Farmawy, Al-Badayah fi Al-Kata keterangan Al Maudhu’i, Maktabah Al-Jumhuriyyah, Mesir ufuk.ufuk.
Abdul Djalal, Ulumul Qur’an, Manjapada Ilmu, Surabaya, 2000
Abdul Qodir ‘Atha, Azhamat Al-Quran, Dar Al-Qira’at As-sab”i, Al-Ilmiah, Bairut,t.lengkung langit.,hlm.55.
Abu hafs’Umar, Al-Mukarrar fi Ma Tawatara min Al-Qira’at As-sab”i, Al-haramin, Singapura
Ahmad Kamal Al-Mahdi, ayat Al-Qasam fi Al-quran
Al-Bukhari,Al-Shahih Al-Bukhari, Juz IV,Dar Al-Fikr, Beirut,cakrawala.falak
KH.Khusen Muhammad dkk, Dawrah fiqh perempuan,h.80
Abdullahi Ahmed an-nalm, Dekonstrusi syariat pustaka kebebasan sipil hak asasi manusia dan pertautan alam semesta privat islam (yogyakarta:LkiS,1994),h.28.
M.Darwan Roharjo, Ensiklopedia Al-Qur’an: Tafsir sosil bersendikan konsep-konsep pokok (Jakarta:Paramadina,1996),h.66
Manna Khalil Al-Qattan.Pengantar Study guna-guna Al-Qur’n. Bacaan Al-Kautsar,jakarta Timur,2005

Source: https://karyatulisilmiah.com/makalah-makkiyah-dan-madaniyah/