Khotbah Tentang Percaya Kepada Tuhan

Periode Normal (H)


Kej. 19:15-29; Mzm. 26:2-3,9-10,11-12; Mat. 8:23-27

Hidup dalam Tuhan tak berjasa kita bebas dari masalah dan cobaan. Saat berjalan dengan Tuhan kadang-kadang kita bersemuka dengan ‘angin ribut’. Melewati peristiwa ini, kita lagi diingatkan bahwa sering dalam hidup ini kita seperti siswa-siswa Yesus. Kelemahan kita merupakan detik ada begitu banyak masalah dan cobaan kita lupa dan tidak berpunya mengandalkan iman kepercayaan kepada Yesus. Sampai-sampai yang ada adalah mengandalkan kekuatan diri koteng.

Seperti internal Injil hari ini dimana para murid Yesus menjadi sangat lopak-lapik dan keseraman karena angin bersanggit dan gelombang segara menghadang mereka di atas arombai. Para murid sangat kegentaran padahal Yesus berlambak sekalian dengan mereka. Peristiwa ini cerbak kita alami juga, enggak? Dalam Injil dikatakan sebelum Yesus herdik angin dan danau, terlebih silam Sira menantang religiositas para pengikut-Nya, “Kok kalian takut, hai orang yang kurang beriktikad?”. Yesus permulaan-tama mempertanyakan iman para peserta untuk kukuh yakin dan berkeyakinan akan kuasa dan kebesaran-Nya.

Seringkali kita ‘membiarkan Yesus tidur’ di dalam hidup kita. Artinya karena kita enggak juga berseru, berserah dan menjuluki Dia. Kita hanya sibuk dengan urusan pribadi, pekerjaan dan keinginan pribadi belaka. Kenyataannya n domestik arwah sebagai khalayak beriktikad, ketika mengalami persoalan yang jarang kita sering panik dan menjadi agak kelam padahal Yesus selalu ada dan dekat dengan kita. Ia tidak pernah membiarkan lebih lagi jauh berpokok kita.

Saudara tercinta, bacaan Bibel tahun ini mengajarkan kita bahwa iman akan Yesus selalu menjadi fungsi dalam menghadapi barang apa ki aib bukan sebaliknya tambahan pula kita buruk perut mengalpakan dan tidak percaya kepada-Nya malah menganggap seakan-akan setiap persoalan, setiap ki kesulitan datang berpokok Yesus. Tanpa iman kepercayaan akan Yesus, saat ada penyakit akan membuat kita stres, murung, terbang semangat, bahkan menunduk. Internal bacaan Bibel Yesus mengajarkan kita untuk ki ajek beriktikad, mengandalkan Sira dan berserah kepada-Nya. Jangan takut, jangan cemas dan jangan bimbang dalam menjalani dan menghadapi setiap anju hidup kita, sebab Tuhan Yesus selalu setia dan terserah dengan kita. Mari kita selalu senantiasa andalkan Yesus privat arwah kita.

(Fr. Aldo Adelbert Oping)


“‘Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?’ Lalu bangunlah Yesus herdik angin dan haud itu, maka danau itu menjadi teduh sekali” (Mat. 8:26).

Mari Berdoa:

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk besar perut berketentuan dan mengandalkan Engkau.

Ami
tepi langit

Source: http://renunganlenterajiwa.com/2019/07/01/percaya-dan-mengandalkan-tuhan-renungan-selasa-2-juli-2019/