Cisco Packet Tracer Tutorial Pdf Download

Modul Cisco Packet Tracer

A. Tujuan Percobaan 1. Praktikan dapat mengerti fitur-fitur yang suka-suka di Packet Tracer. 2. Praktikan bisa mengetahui macam-diversifikasi gawai jaringan. 3. Praktikan bisa mengetahui konsep IP. 4. Praktikan boleh menciptakan menjadikan simulasi jaringan keteter puas Packet Tracer 5. Praktikan dapat membuat telegram Cross-oper kerjakan jaringan peer to peer B. Alat dan Target 1

Cisco Packet Tracer

2

Tang Crimping

3

Kabel UTP

4

Connector Registered Jack 45 (RJ45)

3.3 Materi Percobaan Cisco Packet Tracer merupakan sebuah alat pembantu atau dapat disebut simulator kerjakan alat instrumen jaringan Cisco. Cisco Packet Tracer biasanya cak acap digunakan ibarat kendaraan penerimaan dan penelitian, teragendakan dalam meres penelitian simulasi jaringan komputer.Program ini dibuat maka itu Cisco System dan program ini percuma untuk fakultas, siswa, danalumni yang telah berpartisipasi pada Cisco Networking Academy. Pada dasarnya CiscoPacket Tracer ini digunakan sebagai wahana pembelajaran bagi para pemula untukmerancang, mengkonfigurasi, dan memecahkan komplikasi mengenai jaringan komputer.Singkatnya Cisco Packet Tracer memberikan akomodasi buat kita bakal belajarbagaimana mereka cipta, membangun dan mengkonfigurasi sebuah jaringan. mulai darijaringaan nan sederhana sampai yang obsesi. Bahkan kita lagi bisa mencerna truobelapa sahaja nan sering kali terjadi n domestik sebuah jaringan hingga kita dapat menganalisa dan menyunting nya sonder harus membeli radas yang super mahal bagi kalangan mahasiswa yang masih dalam tahap belajar.

I. Kata Jendela Cisco Packet Tracer Tampilan jendela Cisco Packet Tracer merupakan seperti pada gambar di bawah:

Pada bagian ikon-ikom Device, terdapat beberapa macam perangkat jaringan, dan lega kotak di sebelah kanannya terletak Sub Device nan merupakan jenis dari Device yang diseleksi. Berikut adalah penjelasannya: 1. Keberagaman-macam Device pada cisco packet tracer a. Router Router berfungsi cak bagi mengikat instrumen-perlengkapan jaringan yang farik network/jaringannya. Misalkan bakal menambat antar LAN dan antar router itu seorang.

b. Switch Switch berfungsi cak bagi menghubungkan device-device kerumahtanggaan suatu jaringan LAN.

c. End Device Merupakan Organ-Perangkat nan akan menjadi source maupun destination paket data.

d. Connector Connector berfungsi buat menghubungkan perangkat-perkakas jaringan agar dapat berkomunikasi.

Pada kerangka diatas terdapat jenis-jenis Connector lega cisco Packet Tracer hanya pada praktikum bisa jadi ini kita hanya menggunakan beberapa connector saja semisal Copper Straight-Through dan Copper Cross-Over berikut penjelasannya 1. Kabel straight digunakan untuk merintih perangkat-perlengkapan berikut: PC – Hub PC – Switch Router – Hub Router – Switch 2. Benang tembaga cross digunakan lakukan mengaduh organ-perangkat berikut: PC – PC Switch – Hub Switch – Switch Router – PC Router – Router 2.Rona Parameter Kabel a. Warna merah menunjukkan bahwa kabel enggak terhubung atau terjadi kesalahan kabel

b. Warna orangye menujukkan medium terjadi proser instalasi/introduksi peangkat untuk bisa saling terhubung

c. Warna hijau menunjukkan benang besi berdampak menghubungkan perlengkapan satu setara lain

II. IP (Internet Protocol) Address IP address (objek IP) yakni objek jaringan ilmu mantik yang mengidentifikasikan host tertentu.Sebuah host memerlukan incaran IP agar boleh berkomunikasi dalam jaringan internet.Sasaran IP suatu host diberikan pada Network Interface Card (NIC). Beberapa perlengkapan nan dapat memiliki alamat IP yaitu komputer, server, network printer, IP Phone dan router. Dalam satu perkakas bisa saja mempunyai lebih dari satu NIC, sehingga bisa mempunyai kian pecah satu alamat IP. Macam IP yang paling banyak digunakan saat ini yakni IPv4 (IP version 4).

2.1

IPv4

IPv4 dibagi ke dalam empat kelas, adalah A, B, C, D, dan E. Masing-masing papan bawah memiliki kelebihan dan kekurangannya masin-masing. Perbedaan dari masingmasing papan bawah IP tersebut adalah sebagai berikut:

Contoh: – Sebuah komputer memiliki IP = 192.168.4.12. Karena octet pertama yaitu 192, maka alamat IP ini adalah papan bawah C. Episode incaran IP yang menunjukkan incaran jaringannya adalah 192.168.4. Sedangkan yang menunjukkan alamat hostnya adalah octet buncit, ialah 12. – Sebuah komputer memiliki IP = 10.31.1.5. Karena octet pertama yaitu 10, maka objek IP ini merupakan kelas A. Penggalan alamat IP yang menunjukkan sasaran jaringannya yaitu 10. Sedangkan yang menunjukkan objek hostnya yakni tiga octet terakhir, yaitu 31.1.5.

2.2

Subnet mask

Saat sasaran IP diberikan puas suatu perangkat, maka subnet mask juga lampir alamat IP tersebut. Subnet mask menunjukkan penggalan alamat IP mana yang menunjukkan jatah makan jaringan dan mana yang menunjukkan porsi host. Subnet memiliki tangga octet yang sebagai halnya korban IP. Tiap kelas IP memiliki default subnet mask yang berbeda-beda. Misalkan kelas bawah C mempunyai default subnet mask 255.255.255.0, seperti yang terlihat pada tabulasi di atas. 2.3

Default Gateway

Default gateway yakni suatu sagur sebagai pintu pintu keluar masuknya data plong suatu jaringan. Default gateway juga merupakan incaran IP, nan umumnya menunjuk puas alamat IP suatu interface router.

Konsep IP di atas yaitu IP classfull, sedangkan IP classless lain dibahas di praktikum ini.

III. Mewujudkan Jaringan Tercecer 3.1 Rancang dan Simulasi Jaringan Tersisa 3.1.1. Simulasi Jaringan Peer to peer Jaringan peer to peer merupakan satu jaringan nan menghubungkan komputer satu dengan komputer yang kedua, dengan kata enggak ini doang dua computer saja. Bagi memulaimembuat jaringan peer to peer, buka aplikasi Packet Tracer. Kemudian ikuti langkahlangkah berikut: 1) Pilih End Device, silam memilah-milah dua PC-PT bagaikan host. 2) Pilih Connections, pakai kabel cross (Copper Cross-over). 3) Klik host permulaan (PC0) dan pilih fast Ethernet, lalu klik host kedua (PC1) dan pilihfast Ethernet. Maka puas benang besi akan terlihat bulatan mentah plong ujungnya, menunjukkan kontak mutakadim sopan.

4) Klik PC0, maka akan muncul jendela seperti di bawah sehabis dipilih tab Desktop.

5) Membeda-bedakan IP Configuration, maka muncullah sama dengan gambar di dasar. Isikan incaran IPnya 192.168.1.1 dan subnet masknya 255.255.255.0. Sehabis itu tutup sirkulasi udara PC0.

6) Lakukan langkah 4 dan 5 bakal PC1. Berikan alamat IP 192.168.1.2. 7) Ping PC1 dari PC0 dengan cara: klik PC0, memperbedakan tab Desktop, lalu klik CommandPrompt. Kemudian ketikkan ping 192.168.1.2

8) Cak bagi ping sekali lagi berpunca PC1 ke PC0. 9) Seandainya pada kedua ping tersebut muncul karangan Reply maka koneksi berhasil dilakukan.

3.1.2. Perbedaan Simulasi Jaringan LAN memperalat Switch dan Hub Pada Percobaan boleh jadi ini kita akan membandingkan perbedaan organ switch dan Hub dalam aspek aliran datanya serta mensimulasikan teori half duplex dan full duplex pada kedua perangkat tersebut. Pada percobaan mungkin ini perangkat yang dibutuhkan adalah 

1 Switch tipe 2950-24

1 Generic Hub

Kabel jenis Copper Straight-Trough

6 PC Langkah Kerja

:

:

1) Pertama kita desain 2 jaringan LAN satu menunggangi switch dan suatu menggunakan Hub seperti tulang beragangan

:

2) Kemudian berikan target IP plong masing-masing PC bakal jaringan LAN yang menggunakan switch dan jaringan LAN yang menggunakan Hub Penentuan jaringan nan terhubung switch dilakukan sesuai keinginan

kamil Jaringan yang menggunakan switch (IP class C) PC A :

IP Address

:

: 192.168.1.1

Subnet Mask : 255.255.255.0

PC B :

IP Address

: 192.168.1.2

Subnet Mask : 255.255.255.0

PC C :

IP Address

: 192.168.1.3

Subnet Mask : 255.255.255.0

3) Lakukan hal yang sebabat plong Jaringan yang menggunakan HUB

4) Lalu langkah selanjutnya lega jaringan menggunakan switch klik add simple PDU plong right toolbar,sebagai source adalah PC A kemudian sebagai destination merupakan PC C

5) kemudian lakukan anju yang sama puas jaringan menunggangi HUB sebagai source adalah PC 1 dan destination adalah PC 3

6) Langkah selanjutnya yakni berbuat simulasi pada simulation gaya saja sampai-sampai terlampau melihat status plong sungguhan time mode apakah jaringan sudah lalu berhasil.

7) takdirnya telah berhasil membeda-bedakan simulation mode dan pilih auto capture. 8) Kemudian amati perbedaannya

Kemudian lakukan menganalisa half duplex alias full duplex kah dua perangkat tersebut (switch dan hub) langkah yang dilakukan adalah 1) Bakal pun ancang 1 – 3 pada percobaan sebelumnya 2) Untuk Jaringan memperalat switch Pilih add simple pdu pada right toolbar berikan pada PC A perumpamaan source dan PC C sebagai destination kemudian membeda-bedakan lagi add simple PDU cak bagi kejadian sebaliknya PC C sebagai source dan PC A sebagai destination 3) Bikin Jaringan menggunakan HUB Diskriminatif add simple pdu plong right toolbar berikan pada PC 1 sebagai source dan PC 3 sebagai destination kemudian pilih sekali lagi add simple PDU lakukan hal sebaliknya PC 3 sebagai source dan PC 1 sebagai destination 4) Amati status jaringan puas kecondongan Realtime apabila successful diskriminatif kecondongan simulation lalu pilih auto capture 5) Amati Perbedaannya

3.1.3 Simulasi Jaringan dengan Router Router berfungsi untuk menghubungkan jaringan yang berbeda. Pada pembuatan jaringan dengan router kali ini, digunakan 4 biji zakar PC yang dihubungkan ke 2 switch sangat ke sebuah router, sehingga alamat jaringan bermula dua PC ke dua PC nan lain tersebut farik. Berikut adalah langkahlangkahnya: 1) Tambahkan empat PC (PC0,PC1,PC2,PC3),2 buah switch 2950-24 (sebagai unmanageable Switch) dan satu router 1841 (Router0) puas benang kerja

2)

Rancang

jaringan

sesuai

gambar

hubungkan

tiap

gawai

menggunakan connector Copper Straight Trought dari router ke switch dan switch ke pc

3) Lakukan Konfigurasi Router dengan mode GUI Interface Fast Ethernet 0/0 a) Memperbedakan tab config kemudian pilih Interface > Fast Ethernet 0/0 b) Nyalakan Status port c) Berikan objek IP untuk port Interface Fa 0/0 sesuai keinginan plong Inferior IP kelas C d) Dan subnet mask kelas C 255.255.255.0 Interface Fast Ethernet 0/1 a) Membeda-bedakan tab config kemudian pilih Interface > Fast Ethernet 0/1 b) Nyalakan Harga diri port c) Berikan alamat IP untuk port Interface Fa 0/0 sesuai keinginan lega Papan bawah IP inferior B d) Dan subnet mask kelas bawah B 255.255.0.0

4) Mengasihkan Korban IP pada masing-masing komputer di dua jaringan nan berbeda dan masukkan default gateway sesuai dengan IP Address yang sudah diberikan sreg fast Ethernet 0/0 dan fast Ethernet 0/1 5) Lakukan test ping cak bagi kedua jaringan lega command Prompt 6) Jika Ping Berakibat pilih add simple PDU jadikan PC 1 bak source dan PC 3 sebagai destination 7) Kemudian simulasikan pada simulation mode

3.2 Membuat Jaringan Peer to Peer dengan connector Cross Over 3.2.1 Meletuskan kabel UTP pada konektor RJ 45 Ancang-anju privat membuat kabel cross over yakni misal berikut a) Kupas ujung jangat benang tembaga UTP ala kadarnya menggunakan pemotong puas Crimp Tool b) Urai uliran setiap lawan kabel dan luruskan c) Untuk mewujudkan benang tembaga Cross Over Susun benang besi plong riuk satu ujung dengan susunan T-568A dan nan lain dengan susunan N-568B

d) Jepit kabel nan telah tersusun dengan biang tangan dan telunjuk seharusnya taat merata dan terurut,kemudian ratakan ujung kabel dengan pemangkas plong Crimp Tool e) Jangan keluarkan jepitan empu jari dan telunjuk plong benang besi sebaiknya susunan tidak beringsut,kemudian masukkan ujung kabel pada konektor RJ-45 f) Pastikan setiap tembaga pada ujung kabel mencapai ujung konektor RJ-45 g) Gunakan Crimp Tool kerjakan menindihkan tembaga di ujung konektor RJ-45 agar benang kuningan terpancang plong konektor dengan sempurna

3.2.2 Konfigurasi Jaringan Peer to Peer Selepas percobaan membuat dawai Cross Over telah berakibat awalan lebih jauh adalah menghubungkan dua PC dengan benang besi Cross Oper yang sudah lalu dibuat.Langkah-Langkah nya

:

a) Pasangkan Kawat Cross Over pada port RJ 45 di PC tiap-tiap b) Bentang Control Panel >> Network and Internet >> Network and Sharing Center c) Pilih Change adapter setting d) Tatap Prestise Jaringan apakah sudah terhubung pada icon Local Area Network e) Jika sudah terhubung klik Icon LAN kemudian pilih Internet Protocol Version 4 f) Masukkan alamat IP dan Subnet Mask pada tiap-tiap PC g) Tes konektivitas jaringan menggunakan test ping pada command Prompt

Source: https://pdfcoffee.com/download/modul-cisco-packet-tracerpdf-pdf-free.html