Cara Mengatasi Mata Sipit Sebelah

ja·lan
1
n
tempat bagi lalu-lalang individu (alat angkut dan sebagainya):
mobil kami melangkahi — nan sempit dan berliku-liku;
2
n
peralihan (dari suatu wadah ke ajang tidak): —
ke Bandung habis Puncak selalu mandek
;
3
n
yang dilalui atau dipakai kerjakan lalu lintas: —
timbrung ke Tugu Monumen Nasional melalui lorong di sumber akar tanah
;
4
n
pelintasan; orbit (tentang benda di angkasa luar):
satelit itu berputar merubung bumi melangkaui — nya;
5
n
gerak maju atau memulur (tentang kendaraan):
mobil itu lalu laju — nya;
6
tepi langit
putaran pencucuk:
arloji itu kurang baik — nya;
7
t
kronologi maupun berlangsungnya (tentang ura-ura, mepet, cerita, dan sebagainya) berpangkal semula sampai akhir: —
ceritanya adv minim laju
;
8
falak
kaidah (akal, syarat, ikhtiar, dan sebagainya) kerjakan berbuat (mengerjakan, menyentuh, mencari) sesuatu:
rasanya tidak ada — lain, kita harus taajul mencekit keputusan;
9
kaki langit
kesempatan (cak bagi mengerjakan sesuatu):
lain perlu khawatir, — masih termengung lakukan Anda;
10
t
lantaran; talang (yang menjadi alat maupun jalan penghubung):
segala itu sudah ditakdirkan Yang mahakuasa, hal itu belaka sebagai –;
11
v kongkalikong
berjalan:
kita tidak dapat — di atas suket ujana;
12
v
melangkahkan tungkai:
sekali — , dua tiga pamrih tercapai;
13
tepi langit
perturutan umur (tentang organisasi, perkumpulan, dan sebagainya):
dengan semacam ini, — nya organisasi lebih susah;
14
a
bisa dipahami; moralistis:
kalimatnya mutakadim –;sedepa — ke cahaya muka, setelempap — ke belakang, pb
1
maju terus untuk menyampaikan maksud;
2
barang apa segala sekali lagi harus selalu diperhitungkan untung ruginya;
— air

1
sungai, terusan, ataupun saluran lainnya yang bisa dilayari sebagai kronologi dalam gerakan pengiriman;
2
sungai buatan (hokah dan sebagainya) bagi aliran air;

— air dunia semesta
laut, sungai, tasik, kanal, atau saluran lainnya yang boleh dijadikan jalan kerumahtanggaan usaha pengangkutan antarnegara;

— angan-angan
jalan pikiran;

— angin
gua di dinding gelanggang angin berlalu (keluar turut);

— arteri
urut-urutan terdahulu, dipakai bikin memperlancar perhubungan;

— bahasa
tata bahasa; tata eksploitasi bahasa;

— bebas hambatan
jalan samudra yang tak terserah hambatan (misalnya lain dihambat oleh lampu busur lalu lintas di perempatan); urut-urutan tol;

— belakang
jalan untuk mencapai sesuatu yang tidak melintasi saluran atau prosedur yang sebenarnya (adapun melamar pekerjaan, masuk sekolah, dan sebagainya);

— bentar
urut-urutan (lintas) searah, biasanya mengelilingi (mengitari) ii kabupaten;

— buntu

1
jalan nan lain ada terusannya (buntu alias terkatup) lega ujungnya;
2
bopeng
masalah yang tak boleh dipecahkan atau diteruskan hingga radu (akan halnya musyawarah atau berhimpit yang tidak mendapat persesuaian pendapat); hal tanpa adanya pemecahan;
3
Pol
keadaan nan memaksa pihak yang bertentangan berhenti (karena mempunyai kekuatan setara) pada suatu titik tertentu sebab kedua belah pihak sudah lain mungkin pun untuk maju atau mundur;

— butulan
jalan tembus (dari samping atau berasal belakang);

— cepat
Olr
episode atau nomor (dalam cagak sport atletik):
perlombaan — cepat (5 km, 10 km, 20 km, 50 km) nan sebagian punggung kakinya harus mencecah tanah;

— damai
mandu yang ditempuh ataupun keputusan nan diambil oleh yang bergesekan pendapat secara mufakat (tanpa melalui pengadilan, tanpa kekerasan);

— darat
berjalan melintasi darat (lain naik kapal laut ataupun kapal udara);

— gelap
urut-urutan maupun cara nan sesat (yang lain diridai Yang mahakuasa);

— hidup
mandu menempuh (mempertahankan) atma yang bertalian dengan penentuan umur hidup;

— keluar

1
pintu keluar;
2
pintu
kronologi penceraian (bakal mengatasi suatu persoalan);

— kerucut
jalan berbentuk kerucut nan berpagar pinggir lakukan menggiring peliharaan masuk kandang atau ke suatu gelanggang;
— kompromi
perkembangan damai;

— layang
jalan raya yang dibangun di atas rumah sakaguru (beberapa meter di atas urut-urutan biasa);

— lepas
jalan keluar (dari kesulitan dan sebagainya);

— lingkung
jalan yang melingkari kota (pergi sentral kota) kerjakan mengurangi kemacetan mondarmandir:
di Jakarta dibangun — kurung yang mengelilingi kota yang panjangnya puluhan kilometer;

— lingkungan
urut-urutan di internal kampung;

— lintas pemandangan satwa liar
alat angkut jalan cak bagi para peziarah distrik proteksi cak bagi dapat menyaksikan atraksi satwa liar yang cak semau di privat provinsi itu;

— masuk

1
urut-urutan yang khusus dibuat untuk jalur pengangkutan berorientasi satu lokasi alias ajang kerja;
2
jalan (lubang) yang menghubungkan tambang bawah tanah dengan parasan, yakni jalan pengiriman atau urut-urutan distribusi awan (ventilasi);

— mati
perkembangan yang tidak dipakai lagi;

— melintas
jalan pintas;

— menanjak
kesempatan cak bagi maju;

— berasimilasi
bambu-bambu tempat napas keluar masuk peparu;

— parkir udara
bagian pelabuhan udara nan berbahagia pemejalan lebih dari yang halal, tempat lalu lintas pesawat dalam mengadakan anju lepas landas maupun sehabis melakukan pendaratan;

— pedalaman
sungai, danau, terusan, ataupun saluran lainnya nan dijadikan jalan privat manuver pengangkutan di wilayah pedalaman;

— pendekat
jalan yang mungkin ditempuh untuk mencapai sasaran;

— perasaan
cara berpikir dalam-dalam (internal memecahkan atau mengatasi suatu permasalahan);

— pintas
1
urut-urutan nan makin erat (buat sampai ke palagan pamrih);
2
borek
cara main-main nan tidak mengikuti resan (hukum); pintasan;

— protokol
jalan terdepan di kota-kota samudra; jalan yang menjadi pusat keramaian lalu lintas;

— raya
jalan besar dan lebar, rata-rata beraspal, dapat dilalui kendaraan besar (truk, bus) pecah dua arah berlawanan;

— kayu silang
1
nikah lukisan (masing- masing disertai salib) berjumlah 14, yang diatur secara berurutan di dinding gereja untuk memperingati 14 tahap perjalanan Jesus ke kayu penyaliban;
2
kebaktian yang terdiri atas 14 takbir nan bersambung dengan setiap tahap pelawatan Jesus ke tiang penyaliban;

— samping

1
kronologi di samping rumah;
2
kronologi kecil yang seia sekata dengan kronologi yang ki akbar;
3
ki
perbuatan tak menurut cara nan benar;

— pencong

1
kronologi yang tidak verbatim;
2
ki
perbuatan yang tidak begitu juga mestinya (curang, bukan kredibel, dan sebagainya);

— setapak
jalan kerdil, sempit (dalam hutan dan sebagainya) yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki;

— simpang
jalan yang melebar dari jalan terdepan;

— silang susun
jalan (lintas) searah yang dibangun bersimpang dan bersusun (sehingga jalannya ki alat enggak terganggu oleh sarana tak yang datang dari sebelah kiri atau kanan, ataupun di depan nan mau berbelok);

— paruh
kronologi yang ditempuh alias keputusan yang diambil maka dari itu nan bercekcok pendapat; jalan kompromi; jalan rukun;

— terang
bab
cara yang valid (menurut peraturan, dan sebagainya);

— terbuka
kesempatan;

— tikus
jalan nan kecil-boncel (di pedusunan, pegunungan, dan sebagainya);

— tol
perkembangan bebas kendala;

— awan
terusan, dapat berupa pipa, terowongan, ataupun sumuran, yang berfungsi melewatkan udara;

— umum
jalan bakal masyarakat (orang, wahana);

— utama
urut-urutan besar yang menjadi sumber akar dari jalan yang bukan;

— yang lurus
capuk
prinsip yang andal (benar, menurut peraturan);

ber·ja·lan
v
1
melangkahkan suku mengalir maju:
anak itu belum bisa ~ , walaupun umurnya sudah setahun bertambah;
2
bersirkulasi berbudaya bermula suatu titik (ajang) ke titik (gelanggang) enggak:
matahari itu seakan-akan ~ dari timur ke barat;
3
menggelinding ataupun bersirkulasi (tentang sesuatu yang buntak seperti roda);
4
bepergian:
sekiranya hendak ~ jauh, persiapkan segala sesuatunya kian dahulu;
5
berlangsung; dilangsungkan (tentang musyawarah, rapat, dan sebagainya):
perundingan utara-selatan terus ~ biarpun ada perang campah antara kedua belah pihak;
6
berlaku; ditaati (tentang qanun, undang-undang, hukum, dan sebagainya):
tata tertib semacam ini masih ~ di sekolah kami; perusahaan ini baru ~ lima waktu;jauh ~ banyak dilihat, pb
kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman; ~
setahap menghadap surut, berujar sepatah dipikirkan, pb

gelojoh siuman-siuman (lever-hati) dalam mengamalkan pencahanan apa pun;~ darat
bepergian menerobos darat (tidak menaiki kapal laut alias pesawat udara);
~ di atas ril
ki
dolan menurut aturan yang dolan; berperan di perkembangan yang sopan;
~ suku
berjalan dengan kaki (tidak berkendaraan);
~ mencakah
berjalan dengan ancang tangga-hierarki;
~ timpang
tidak sejajar;
~ tercampak
melanglang dengan kaki terusir ke luar;

ber·ja·lan-ja·lan
v
bersenang-senang dengan berjalan suku (kerjakan melepas ketegangan otot, pikiran, dan sebagainya):
banyak orang ~ pada pagi tahun bagi menghirup udara segar;

men·ja·lani
v
1
menempuh (jalan dan sebagainya); menerobos:
ia ~ jarak 60 km dengan berkendaraan besikal intern 2 jam;
2
melakukan alias mengalami (aniaya dan sebagainya):
ia telah ~ hukumannya dengan penuh ketabahan;
3
melampaui (masa, hari, hal, dan sebagainya):
mereka telah ~ masa percobaan;

membubuhi cap·ja·lan·morong
v
1
melakukan (tugas, kewajiban, pekerjaan);
tiap tenaga kerja harus ~ tugas masing-masing;
2
takhlik (menggerakkan dan sebagainya) supaya berjalan:
masinislah yang ~ kereta api itu;
3
mengemudikan; mengendarai (adapun kendaraan):
sopir itulah nan ~ truk itu dengan kederasan tinggi;
4
memutarkan (tentang uang supaya untung); membungakan:
ia berdampak ~ uangnya;
5
mengamalkan; mematuhi atau mempraktikkan (tentang tanzil, nasihat, dan sebagainya):
sira ~ tajali agamanya dengan sebaik-baiknya;
6
berbuat; memecahkan atau mencari (akan halnya hitungan):
ia mencoba ~ hitungan itu;~
jarum kecil-kecil, pb

mengenakan tipu muslihat yang lain;

ja·lan·an
1
n cak
jalan; lorong;
2
a
berkaitan dengan sepanjang urut-urutan (tanpa tempat yang tentu); bermutu rendah:
musik ~; pelukis ~;

pe·ja·lan
t
1
orang yang suka alias sahih melanglang;
2
sosok nan berjalan suku;

masing-masing·ja·lan·an
n
1
perihal (pendirian, gerakan, dan sebagainya) berjalan:
karena kakinya cacat, ~ nya tidak sempurna;
2
kepergian (perihal bepergian) dari suatu tempat dan sebagainya ke wadah dan sebagainya yang lain:
ia asian kecelakaan dalam ~ ke Jakarta;
3
jarak (jauh) yang dicapai dengan berjalan dalam waktu yang tertentu:
jauhnya kira-sangka dua jam ~;
4
perbuatan; polah; tingkah laku:
ia menyoal kepada saya bagaimana ~ pegawai yunior itu sebelum bekerja di sini;
~ insentif
perjalanan wisata nan ditawarkan maka itu suatu firma kepada karyawan perusahaan sebagai honorarium atas suatu usaha yang berhasil;
~ kebudayaan
1
pertualangan nan diadakan dengan maksud mempelajari atau memperdalam seni budaya;
2
penjelajahan nan bertujuan melihat maupun menyaksikan hal-situasi nan berhubungan dengan kultur, misalnya benda kuno, pusaka sejarah, atau perikehidupan masyarakat;

se·ja·lan
lengkung langit
1
setimbang jalannya (arahnya, tujuannya); setujuan; seiring setujuan (tentang pikiran, kerinduan, tujuan);
2
sejajar (tentang garis):
dua garis ~;

ke·se·ja·lan·an
n Mat
pembandingan dua hal atau makin yang menunjukkan segi-segi yang mirip

Source: https://kbbi.web.id/jalan