Cara Mengatasi Air Ketuban Merembes

Kenali Warna Air Ketuban dan Ciri Ketuban Rembes

Warna air ketuban yang normal biasanya bening sangkil keruh begitu juga tak bercelup alias berwarna kuning. Umumnya, bau air ketuban tidak berbau, tapi ada juga nan sedikit berbau. Meskipun dikeluarkan melintasi vagina, rupa air ketuban berbentuk seperti air yang encer dan tidak kental layaknya kebanyakan hancuran vagina.

Lantas apa penyebab air ketuban keruh?

Seperti mana kita tahu, warna hancuran ketuban yang sahih adalah bening dan cacat keruh. Doang, jika warna air ketuban berlebih resah, itu menandakan adanya penyakit pada kehamilan.

Penyebab air ketuban keruh di antaranya yakni:

  • Ibu hamil terkena infeksi patogen plong pura dan air ketuban yang biasanya berasal dari vagina maupun saluran kemih (chorioamnionitis)
  • Air ketuban bercampur dengan mekonium atau residu janin dalam makanan
  • Bilirubin yang sesak puas cairan ketuban yang disebabkan oleh anemia hemolitik lega bayi

Takdirnya sudah menempel di baju dalam, air ketuban akan merembes dan meninggalkan mantan dengan tulangtulangan bintik-bintik. Ini farik dengan enceran kemih yang bertekstur enceran dan berbau, alias cairan keputihan yang lazimnya bercelup asli dengan tekstur kental.

Warna Air Ketuban



Perhatikan corak air ketuban yang keluar berbunga vagina, berikut ialah beberapa warna hancuran ketuban yang digolongkan sebagai kondisi tak absah:

Baca juga:
 8 Pendirian Alami Memberbanyak Air Ketuban Ibu Hamil

  • Asfar jingga: corak ini menandakan adanya ketidakcocokan darah antara ibu dan bayi.
  • Cokelat: warna air ketuban ini beraduk darah, prospek cak semau pendarahan.
  • Hijau tua: air ketuban berwarna hijau bisa muncul akibat air ketuban tercampur dengan feses permulaan bayi atau disebut mekonium.
  • Sirah-coklat renta: warna air ketuban ini dapat menandakan kondisi nan membahayakan salah satunya kematian janin di internal kandungan.

Ciri-ciri Air Ketuban yang Rembes

Baca Pula:
 6 Fungsi Air Ketuban yang Wajib Moms Ketahui


Cairan ketuban yang merembes akan terasa seperti mana cairan hangat yang menetes secara lambat dari vagina. Jika sudah sekali mengalir, umumnya rembesan ini tidak boleh dihentikan begitu doang dan akan terus menerus merembes.

Cak bagi membedakannya dengan enceran lain, Anda bisa mencerca larutan yang keluar tersebut, apakah warna, bau, dan rupanya sesuai dengan ciri-ciri air ketuban normal nan sudah dijelaskan.

Jangan sampai tertukar dengan cairan lainnya karena pada saat hamil, koteng ibu normalnya memang cinta mengeluarkan cairan lainnya, sama dengan urine atau pektay

Selain itu, air ketuban bisa bocor kapan saja. Kerjakan mengantisipasi berbagai dampak buruk yang bisa ditimbulkan keburukan ini, Sira semoga mengetahui batas normal jumlah air ketuban yang berak air.

Kuantitas air ketuban cenderung meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Piutang tertingginya ada pada roh kehamilan 36 minggu, di mana persalinan sudah lalu bisa dilakukan. Sebelum mencapai tagihan tersebut, air ketuban dalam peranakan lazimnya berjumlah sebagai berikut:

  • Dalam 12 ahad, hancuran mencapai 60 ml
  • N domestik 16 pekan mencapai 175 ml
  • Kerumahtanggaan 34-38 minggu menjejak 400-1.200 ml.

Apabila Moms mengalami air ketuban yang rembes atau mencirit sebelum masa persalinan, sebaiknya buru-buru periksakan ke sinse.

Selama kehamilan, utama bikin Moms kerjakan tetap menjaga nutrisi, Moms bisa minum
Prenavita Health Food Milk Vanilla Flavoured.







Source: https://www.mooimom.id/mamapedia/kenali-warna-air-ketuban-dan-ciri-ketuban-rembes