Cara Menanam Kayu Manis Yg Benar

Papan manis (Cinnamomum verum, sin. C. zeylanicum) merupakan pohon penghasilkan rempah. Kebanyakan kayu manis digunakan untuk penyedap rasa masakan karena kayu manis berbau, pedas dan manis. Selain bak penyedap rasa papan manis, karena peranakan zat yang bermanfaat juga dapat dijadikan pelamar seperti mengedrop kadar gula pembawaan, dll.

Masih abnormal orang nan memelihara tumbuhan kusen manis ini, sehingga bisa dijadikan peluang niaga nan menguntungkan karena masih memiliki tekor pesaing. Berikut yaitu Cara Budidaya Kusen Manis:

  1. Syarat Tumbuh

a. Pangkat ajang

sejumlah jenis kayu manis boleh tumbuh pada ketinggian hingga 2.000 meter diatas permukaan laut (m dpl), namun C burmanni akan berproduksi baik bila ditanam didaerah dengan keagungan 500 – 1.500 m.dpl. Bila ditanam di daerah minus pecah 500 m dpl, tanaman akan tumbuh lebih cepat namun kualitas kulit kayunya rendah yaitu ketebalan alat peraba dan aromanya berkurang bila dibanding takdirnya jika ditanam di area yang lebih strata. Untuk jenis C zeylanicum, tumbuh baik pada ketinggaian antara 0 – 500 m dpl.

b. Iklim

kayu manis tumbuh baik didaerah yang beriklim tropis basah. Iklim tropis basah tersebar dempang di seluruh negeri Indonesia. Faktor iklim yang harus diperhatikan merupakan: a) guyur hujan angin, kayu manis memaksudkan hujan yang merata sepanjang tahun dengan besaran cukup adalah sekitar 2.000-2.500 mm/masa, seandainya siram hujan abu terlalu tinggi akan berpengaruh lega hasil rendemennya yang rendah; b) Suhu, kayu manis akan bertunas baik puas suhu rata-rata 25 derajat celcius dengan senggat maksimum 27 derajat celcius dan perenggan paling kecil 18 derajat celcius; c) Kelembaban, papan manis akan bertunas baik baik pada kelembaban 70-90%, semakin hierarki kelembaban, pertumbuhan tanaman akan semakin baik; dan d) Sinar matahari, akan berpengaruh terhadap proses fotosintesis pohon. Papan manis memerlukan memerlukan cerah mata hari sekitar 40-70%.

c. Keadaan tanah

variasi tanah nan sesuai untuk pertumbuhan kayu manis adalah petak yang banyak mengandung soren, remah, berpasir dan mudah menyerap air seperti latosol. Cuma kayu manis lagi bisa bertunas puas spesies tanah andosol, podsolik merah asfar dan mediteran. Keasaman (pH) persil nan cocok kerjakan kayu manis yakni pH 5,0 – 6,5.

  1. Awalan lahan

persil untuk penanaman tiang manis harus safi dari belukar dan gulma. Sisa perakaran dibersihkan dari lahan, selanjutnya lahan dicangkul sebanyak dua kali agar tekstur tanah bergembut-gembut. Kedalaman pencangkulan paling 20 cm. Semakin internal pencangkulan, maka pertumbuhan pokok kayu akan semakin baik terutama di lokasi pembuatan terowongan tanam, setelah dicangkul, persil diratakan kembali. Untuk sistem penanaman monokultur, jarak tanam bisa agak berhimpit, medium untuk penanaman sistem tumpangsari jarak tanam diperlebar (3 m x 3 m atau 4 m x 4 m). Sreg lahan yang miring , setelah dibersihkan berbunga semak belukar dan gulma dan dicangkuli, lahan diratakan dengan cara dibuat kontur atau teras untuk mencegah erosi. Teras dibuat sesuai dengan jarak tanam yaitu dengan lebar sekitar 1,5 – 2 meter. Setelah ditentukan jarak tanamnya, lebih lanjut petak diberi ajir seumpama label letak gaung tanaman. Lubang tanam yang ideal untuk kayu manis berukuran 50cm x 50cm x 50cm atau 40cm x 40cm x 40cm. Persil makdan sebaiknya dipisahkan antara adegan atas dan bagian bawah, bencana atau sisa akar yang masih berada pada tanah makdan dibersihkan. Selanjutnya gaung tanam dibiarkan melangah selama 1-2 bulan. Selepas didiamkan 1-2 bulan, gaung tanam ditutup kembali dengan tanah makdan. Saja sebelum dimasukkan, tanah makdan putaran bawah dicampur dulu dengan pupuk kandang sebanyak 20-30 kg/lubang. Masukkan terlebih dahulu tanah galian bagian radiks, lampau disusul dengan persil bagian atas. Penutupan lubang ini dilakukan menjelang musim hujan.

 3.Penyiapan bibit

Esensi kayu manis dapat berpangkal dari; 1) ekstrak pangkal biji, yang akan ditanam moga sudah berumur 8-12 bulan di pesemaian, kemudian dicabut perlahan dengan menyertakan tanah plong perakaran bibit; 2) bibit pangkal tunas yaitu tunas yang mutakadim ditebang boleh ditanam di ladang setelah ditumbuhi akar. Selain berakar recup ini tingginya harus sudah mencapai 50-60 cm (jika sesak janjang tunas tak tahan dengan hembusan angin). Setelah dipisahkan dari mayat pokoknya, tunas harus diberi perlakuan agar tidak ranah atau gersang sebelum ditanam, ialah dengan membungkus bagian perakaran tunas dengan petak. Bibit dari tunas harus sehat, daunnya kerumahtanggaan kejadian tua dan umurnya minimal 6 bulan; dan 3) bibit pangkal stek, harus segak, n kepunyaan pertumbuhan yang baik dan memiliki tinggi sekitar 50-60 cm.


  1. Penghutanan

Cak semau dua sistem penanaman kayu manis yang bisa dilakukan yaitu: a) sistem monokultur yaitu sistem pertanaman dimana lahan hanya ditanami satu jenis tanaman doang, dengan menggunakan jarak tanam 1,5 m x 1,5 m (kuantitas pokok kayu 4.400 pohon/ ha); dan 2) sistem taruh sari, adalah sistem pertanaman dimana lahhan pertanaman ditanamani lebih dari satu macam tanaman. Jenis tanaman yang umumnya digunakan antara tak palawija, sayur, biji zakar, kopi dan cengkih. Untuk penanaman sistem tumpang sari, jarak tanam lebih lebar yaitu 2 m x 2 m; 2,5 m x 2,5 m; 3 m x 3 m; 4 m x 4 m atau 5 m x 5 m. Bila menggunakan tanaman palawija, sayur alias buah semusim, jarak tanam yang dipergunakan lebih berapatan bila dibanding dengan dengan pokok kayu buah tahunan atau pokok kayu perkebunan lainnya.

* Periode tanam

Waktu nan tepat bikin reboisasi adalah lega saat musim hujan. Hal ini disebabkan karena gawang manis sreg saat beberapa bulan sesudah tanam memerlukan naungan dan air nan cukup.

* Kaidah tanam

Setelah dibuat gua, bibit dapat diletakkan dibagian tengah, lalu ditimbun tanah. Timbunan tanah harus padat agar abadi menahan terpaan angin dan hujan. Selain tanah dipadatkan, esensi juga diberi ajir. Bikin bibit yang bersumber terbit semi, penanamannya tebak perot. Besaran daun sebaiknya dikurangi untuk mencegah penguapan yang jebah.

5.Perlindungan

Gawang manis (Cinnamomum zeylanicum) merupakan keseleo suatu komoditi pertanian yang mempunyai keefektifan sekaligus nilai cermat yang tinggi. Untuk mendapatkan produksi yang optimal, kegiatan pemeliharaan tanaman kayu manis sangat berjasa dilakukan. Dengan pemeliharaan yang tepat dan baik, dengan jarak tanam nan menguntungkan petani adalah 3 – 4 meter, maka intern waktu cuma sekitar 4-5 tahun akan terasuh kebun/hutan kayu manis nan padat. Selain terbantah seperti hutan, kondisi tanaman akan baik, pertumbuhan kunarpa pokok akan lurus dengan percabangan yang banyak dan kualitas selerang kayu yang baik. Beberapa kegiatan perlindungan yang perlu dilakukan antara tak: penyulaman, fertilisasi, penyiangan dan penjarangan.

a. Penyulaman

          Sehabis pati gawang manis ditanam, tidak semua akan tumbuh baik. Pati yang pertumbuhannya kurang baik atau mati harus segera diganti dengan bibit yang baru. Penyulaman dilakukan sesudah tanaman ditanam sekitar tiga rembulan, sahaja waktu paling tepat cak bagi penyulaman yaitu saat perian hujan angin.

b. Pemupukan

          Seperti tanaman tidak, untuk pertumbuhan papan manis membutuhkan unsur hara tanaman. Selain langsung berbunga tanah, unsur hara dapat dipenuhi melangkaui fertilisasi. Varietas jamur nan dianjurkan antara bukan pupuk tunggal seperti Urea, TSP dan KCl atau rabuk bermacam-macam seperti NPK. Bila menunggangi kawul istimewa, pupuk tersebut dicampur merata lampau sebelum diberikan dengan proporsi Urea : TSP : KCl sebesar 2 : 1 : 1. Anugerah serat pohon kayu manis sebaiknya sreg umur 3-4 bulan setelah tanam dengan kekerapan dua mana tahu setahun yaitu bilamana semula dan akhir musim hujan agar pupuk dapat cepat sagu betawi dalam lahan sehingga dapat segera diserap oleh akar susu tanaman. Bila menggunakan campuran pupuk tersendiri, dosis sreg pemupukan awal (umur 3-4 bulan) sebanyak 150gr/tumbuhan. Semakin bertambah semangat tanaman, dosis cendawan semakin ditingkatkan yaitu bikin pohon berumur tiga masa pupuk yang diperlukan sebanyak 1 kg/pohon. Untuk pupuk majemuk NPK, dosis perabukan disesuaikan dengan arwah pohon. Pemupukan NPK awal dimulai sejak tanaman berusia enam minggu setelah ditanam, selanjutnya sreg umur satu musim perabukan dilakukan dua siapa, dan lega umur selanjutnya perabukan dilakukan sekali hari. Dosis pemupukan dengan pupuk berjenis-jenis NPK yakni misal berikut: umur 1,5 wulan sebanyak 20 g/pokok kayu, umur 6 bulan sebanyak 50 g/pohon, kehidupan 1 tahun sebanyak 125 g/pokok kayu, umur 2 hari sebanyak 250 g/pohon, arwah 3 periode sebanyak 500 g/tanaman, vitalitas 4 masa sebanyak 750 g/tumbuhan, sukma 5 tahun sebanyak 1 kg/tumbuhan dan diata 5 perian sebanyak 1,5-2,5 kg/tanaman. Cara pemupukan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dibenamkan dalam lubang tugalan atau sreg alur di sekeliling pohon. Belaka sebelum dilakukan fertilisasi, gulma nan tumbuh disekitar tanaman harus dibersihkan terlebih habis, seterusnya tanah digemburkan terlebih lampau sebelum dipupuk hendaknya penyedotan serat lebih cepat.

c. Penyiangan

           Penyiangan gulma sangat diperlukan mudahmudahan pertumbuhan tiang manis tidak berlomba dengan gulma tanaman. Setiap bulan gulma di bersihkan dengan menggunakan cangkul, setelah pohon berusia 2-4 perian, penyiangan memadai dilakukan tiga bulan sekali, sehabis lebih dari 4 tahun pokok kayu disiangi tiap 4-6 rembulan sekali sesuai pertumbuhan pokok kayu yang melambat sesuai dengan makin tua umur pokok kayu judul tanaman sudah saling meliputi sehingga menghambat pertumbuhan gulma yang memerlukan sinar matahari. Bersamaan dengan penyiangan tumbuhan, dilakukan sekali lagi penggemburan dan pembubunan. Penggemburan kapling dibutuhkan agar penyerapan unsur hara maka itu akar meningkat, penggemburan tanah dilakukan sebelum pemupukan kiranya unsur hara dapat terserap tanaman dengan baik, Sedang pembubunan dilakukan agar putaran perakaran pohon yang mangap dapat terkatup pun sehingga terhindar terbit penularan penyakit terlampau akar dan penyerapan unsur hara maka itu akar menjadi optimal. Pembumbunan dilakukan setelah penggemburan petak.

d. Penjarangan

Penjarangan yaitu salah satu fragmen kegiatan preservasi dan pemanenan, kejadian ini dimaksudkan tanaman yang dijarangkan ialah hasil pengetaman sebelum panen kuantitas dengan penggundulan seluruh tanaman. Bila jarak penghijauan berdempetan, maka harus dilakukan penjarangan agar sinar matahari dapat diserap tumbuhan secara baik. Bila keadaan ini lain dilakukan, dengan tanaman yang rapat, maka sinar matahari bukan ikut sampai ke penggalan dalam judul tanaman yang menyebabkan kelembaban akan terjadi disekitar kop pohon yang menyebabkan mudahnya tanaman terserang penyakit dan pertumbuhan pokok kayu tersekat dan mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhenti dan menurunnya kualitas kulit kayu manis. Intensi tidak semenjak penjarangan adalah agar tumbuhan merecup verbatim, menghambat pertumbuhan silang, dan menghinadari terjadinya erosi. Dengan sistim penjarangan yang baik, maka petak akan teguh terlindung sehingga konservasi lahan dan air tetap terjamin. Penjarangan sebaiknya dilakukan dua bisa jadi yaitu lega saat tanaman berumur 6 masa dan 10 tahun. Berasal hasil penjarangan permulaan dan kedua akan mengasilkan tunas hijau, taruk-taruk tersebut dapat dipertahankan dan dirawat bakal dijadikan pati, namun tidak semua semi dijadikan bibit, hanya sekitar 4-7 tunas tetapi yang baik dan berakar baik.

          Teknik penjarangan dilakukan dengan prinsip sebagai berikut: tanaman ditebang dengan parang atau gergaji pada kebesaran 25-30 cm berpunca latar tanah, selanjutnya tunggul ditimbun tanah hingga seputar 10-15 cm agar nantinya tumbuh recup-taruk yunior yang nantinya bisa dimanfaatkan misal ekstrak tanaman.

  1. hama dan penyakit

         Jangat Gawang manis (Cinnamomum zeylanicum) merupakan salah satu komoditi pertanaman yang dibutuhkan banyak negara untuk keperluan bahan industri farmasi, kosmetika, pengawet dan bumbu penyedap makanan dan minuman. Untuk memperoleh barang kayu manis dengan kualitas tinggi dan menepati standar loklok baik kewarganegaraan ataupun internasioanal, diperlukan pemeliharaan tanaman yang baik dan intensif. Riuk suatu faktor penyebab turunnya mutiara kulit kusen manis antara lain adanya terjangan hama tanaman. Dimanapun lokasi penanamannya, kayu manis tidak akan luput berpangkal serangan hama, karena hama dapat munurnkan mutu hasil barang yang sebagian besar digunakan bikin pasar ekspor. Bakal itu, perlu dilakukan upaya pencegahan serangan hama-wereng tersebut. Beberapa jenis hama nan menyerang kayu manis antara lain: ulat sikat, ulat sikat rambut kuning, ulat kenari, kutu lompat, dan lebah moncong dan kutu perisai.

a.Ulat Sikat

        Ulat sikat merupakan bernga bermula rama-rama Dasychira mendosa, yang berasal dari Asia Timur, Asia Daksina dan Australia. Disebut ulat sikat karena di sekeliling tubuhnya dihiasi rambut yang relatif tingkatan sehingga tampak sebagai halnya sikat. Kepala berwana merah, dengan ukuran raga sekitar 3-4 cm. Bernga ini menyerang patera, sekiranya serangan dalam populasi banyak, tanaman dapat mati karena seluruh dau kemungkus. Tanaman inang wereng ini adalah, kayu manis, kopi, juwet, rambutan, kedondong, jarak, kaspe, kapuk, jambu air, keminting, ketapang dan gambir. Gejala,patera nan terserang ulat sikat tampak rusak karena digerogoti. Di lahan bagian asal, pohon banyak terletak kotoran ulat dan bekas carikan daun. Pengendalian, hama ini dapat dikendalikan secara fisik ataupun kimiawi. Cara tubuh dengan menangkap ulat mago yang menempel pada daun, dibuang dan dimusnahkan. Seterusnya daun dan bagian tanaman lulusan terjangan ulat dipotong dan dibuang untuk mengantisipasi adanya telur yang masih berhimpit pada adegan tersebut. Pengendalian secara kimiawi, dilakukan dengan penyemprotan insektisida kekeluargaan.

b.Ulat mago Sikat Asfar

         Bernga sikat rambut kuning merupakan ulat dari kupu-kupu Orgyia postica, yang betinanya tidak bersayap. Belatung ini mudah dikenali dari gugusan rambut kuning dibagian atas depan tubuhnya. Tanaman inang ulat ini adalah kakao, sahifah, kina, teh, sitrus, mangga, jarak, kacang-kacangan, kemlandingan, pinus dan kayu manis. Larva berkembang biak secara eksplosif, ki sebatang kacang pokok kayu katu manis dapat dijangkiti banyak larva, serbuan berlantas lilin lebah periode. Gejala, belatung sikat rambut kuning membidas tanaman dengan mandu gado daun. Dalam waktu singkat, rata-rata ki sebatang kacang pohon dapat gundul akibat serangannya. Pengendalian, dilakukan secara mekanis dan insektisida.

c.Ulat Kenari

         Ulat kenari yaitu bernga berpangkal kupu-kupu Cricula trifenestrata, wereng ini menyerang tanaman muda alias pohon tua renta. Gempuran pada tanaman mulai dewasa dapat menyebabkan mortalitas tanaman dan pada tanaman tua bisa menyebabkan turunya produksi dan dur kulit papan manis karena indra peraba musykil dikupas. Hama berwarna hitam berbintik dan berambut putih diseluruh tubuhnya.Atasan dan penggalan abdomen berwarna merah dengan janjang tubuh mencapai 6 cm dengan fase bernga selama 25-30 tahun. Gejala, kulit kayu sulit dikupas karena lengket. Plong patera dan cabang tanaman banyak terdapat telur yang mepet. Belatung mengecap sreg tanaman muda atau berumur kurang dari satu hari. Pengendalian, pengendalian secara badan dilakukan dengan pendirian mengumpulkan hama tersebut, sewaktu belatung dan kempompongnya dan membakarnya. Pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan insektisida berbahan aktif fenvalerat (Sumicidin 5 EC) dengan dosis 1 ml/ 1 liter air maupun sipermetrin (Cymbush 50 EC) dengan dosis 1,5 ml/ 1 liter air nan mampu menyembelih belatung sebatas 80-90%. Untuk pengendalian secara biologis, dilakukan dengan memanfaatkan tara-musuh alami hama nan menyerang telur dan belatung yaitu keberagaman ngengat (Telenomus sp, Agiommatus sp, Xantopimpla sp dan Excorita sp).

d. Kutu Loncat

        Kutu loncat atau psylid adalah anak bini psyllidae yang lazimnya merupakan tungau pinjal maupun tungau anjing. Tuma ini katai, panjangnya hanya sekitar 2 mm. Buram fisik menyerupai aphid, mempunyai kaki peloncat dan kumis panjang. Kutu dewasa punya sayap. Hama memaki daun dengan cara mengisap cair daun. Gejala, tanaman yang diserang menampakkan gejala seperti adanya ruap-gelembung berbentuk tak menentu pada rataan patera sebgai akibat sengatan moncong kutu nan berfungsi bagaikan alat pengisap. Pengendalian, dilakukan dengan insektisida berbahan aktif sipermetrin (Cymbush 50 EC)

e. Naning Moncong

          Lebah moncong (Rhynchites lauraceae) yang bertubuh warna hitam ini dulu dikenal didataran strata Jawa. Tataran tubuhnya hanya 5-6 mm. Disebut kumbang moncong karena bagian mulutnya terdapat moncong kecil-kecil sepanjang 1,5 mm. Bagian tanaman yang diserang adalah ranting remaja dengan tanaman inang tiang manis dan alpukat. Gejala, tanaman yang terserang tampak memiliki ranting nan mengering dan didalam ranting tersebut terdapat galur atau lubang berbentuk spiral melingkari ranting. Pengendalian secara mekanis dengan menangkap dan membuang hama, serta belalah menjaga kebersihan lahan dari gulma dan menanam bibit nan cegak.

f.Kutu perisai

Kutu tameng (Parlatoria sp) yang bertubuh warna hitam ini rata-rata tertuju pada daun dan ranting internal kelompok dan berkembang biak dahulu cepat. Bagian tanaman yang diserang merupakan jaringan daun dan ranting. Tumbuhan inang gawang manis, jeruk dan kelenteng. Gejala, tanaman nan terserang pada permukaan patera-perempuan muda tampak terserah bercak kuning dan lama-lama daun mengering. Pengendalian, dilakukan dengan menyemprot insektisida berbahan aktif bifetrin seperti mana Talstar 25 EC dengan dosis sesuai anjuran yang tertera dalam kemasan.

 7.Panen dan pascapanen

Pengetaman boleh dia lakukan ketika warna patera pecah pohon tiang manis berwarna hijau jompo dan cak bagi pengetaman mula-mula boleh anda lakukan ketika atma pohon papan manis anda 8 tahun. Pemanenan kayu manis dilakukan dengan prinsip mengerat jangat mayit dan jangat ranting berbunga tanaman kusen manis yang telah cukup umur.

Sumber : http://uninglistyaningrum97.blogspot.com/

Maka dari itu    : Siti ahra, Penyuluh Pertaniaan Madya pd DISBUNNAK Sulteng

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/87939/-CARA-BUDIDAYA-KAYU-MANIS/