Cara Memunculkan Solver Di Excel 2013

Halo semua, semoga sehat selalu.

Ada tanya melalui message di Facebook mengenai SOLVER. Hmm, peranakan segala coba?

Nah, biar gak dikira sejenis makanan atau bahkan sembako, maka boleh jadi ini kita akan coba memafhumi segala itu SOLVER. Yang karuan, untuk anda yang berprofesi di dunia bisnis, SOLVER akan adv amat-tinggal bermanfaat. Tapi sesungguhnya, SOLVER pun dahulu berfaedah untuk profesi lainnya.

Oke, kita tiba dengan definisi.

APA ITU SOLVER?

Solver adalah sebuah Add-in Excel yang dibuat Microsoft untuk menganalisa nilai Optimal.

Buat yang gak tahu apa itu Add-in, Add-in itu sebenernya seperti macro. Jadi didalamnya berisi acara-programa juga. Bedanya, macro ini sudah di pack dan boleh ditambahkan puas Excel kita.

Kembali ke SOLVER ya. Nah Solver ini akan menghitung ponten optimal dari suatu formula.

Masih bingung kan? Ya udah, mending pake contoh aja gimana?

Transendental ANALISA Memperalat SOLVER

Contoh 1 : Juragan Angkot

Pak Gimin adalah juragan angkot yang sangat berdedikasi. Dia n kepunyaan 150 angkot dan menyandang 3 lepas rute trayek. Trayek A memiliki jarak 20 km, Trayek B memiliki jarak 30 km dan Trayek C memiliki jarak 50 km.

Sebagai orang yang berdedikasi, beliau ingin menerimakan pelayanan maksimal bagi para penumpang. Pelecok satunya yaitu periode tunggu. Beliau cak hendak waktu tunggu penumpang sependek-pendeknya dengan meng-optimalkan kuantitas armada pada trayek yang dimilikinya. Sebagai bahan perhitungan, lazimnya kecepatan angkot merupakan 20 km/jam.

Nah, Pak Gimin harap tolong ke kita buat menghitung berapa kuantitas angkot bagi masing-masing trayek agar layanan paling optimal?

Sebelum kita start menyelesaikan kasusnya Pak Gimin diatas, sepatutnya kita mengenal istilah Solver berikut:


Set Target Cell:
 Yaitu cell dimana kita menuliskan formula nan mengindikasikan nilai optimal. Maksudnya gini.

Kapan kita dapat katakan satu kasus itu optimal dan kapan belum optimal? Maka jawabannya biasanya yaitu, jika Ponten X, pada kasus tersebut raksasa, maka kita tutur optimal dan bila kecil maka belum optimal (atau dapat sebaliknya).

Nah, NILAI X itulah pengukur apakah suatu kasus optimal alias belum. Galibnya, Nilai X mandraguna formula dari parameter-parameter pembentuknya. Dan, NILAI X itulah SET Mangsa CELL.


Equal to:
 adalah opsi lakukan menentukan definisi optimal. Apakah optimal itu jika nilai “paling osean” maupun “paling kecil” alias “sesuai skor tertentu”?


Changing Cells:
Yaitu cell-cell nan weduk parameter penghasil fomula yang boleh diubah-ubah nilainya cak bagi mendapatkan poin Optimal.


Constraints:
Yaitu batasan-batasan bikin mendapatkan skor optimal. Misalkan begini, dikatakan optimal jika nilainya sebesar A tapi harus yaitu bilangan bulat dan parameter B tidak boleh lebih lautan pecah 100.

Oke, kalo masih buncah, yang penting dibaca aja. Kemudian hari akan lebih jelas pada penjelasan ideal kasus. So? Siap menghitung jumlah angkot kelongsong Gimin?

Hmm, belum.. Kita harus untuk persiapan dulu.
Ialah, mengemukakan Menu Solver!

Saat ini, coba pastikan anda telah memiliki menu Solver. Coba tatap di : Menu –> Data –> Analysis –> Solver. Seandainya anda tidak menemukanya, maka anda perlu memunculkannya makin lalu.

Caranya:

1. Klik Office Button (button berbentuk logo MS Office), trus pilih excel option.

solver002

2. Pilih penggalan Add-in, dan pada opsi dropdown minimum radiks, pilih Add-in Manager dan klik GO.

solver003

3. Akan unjuk daftar Add-in nan tersedia. Check (centrang) sreg add-in Solver dan klik OK.

solver004

4. Dan, coba lihat sekali sekali lagi lega menu Solver. Seharusnya mutakadim unjuk menu Solver.

solver005

Sip.. Persiapan selesai. Sekarang waktunya menyelesaikan kasusnya Selongsong Gimin. ANGKOT!!.

Sekarang, kita coba rangkum kasus di atas internal sebuah sheet excel:

solver001

1. Karena kita belum tahu, maka jumlah angkot per trayek kita isi skor sesuka kita sekadar. Saya isi 5 angkot tiap-tiap trayek.

2. Periode tunggu per trayek menggunakan formula: =(B4/20)/B5. Maupun: Jarak / Kecepatan angkot / jumlah anngkot.

3. Tahun tunggu jumlah adalah kebanyakan seluruh trayek, formula nya: =AVERAGE(B6:D6).

4. Dan, saya jumlahkan semua jumlah angkot per trayek puas cell: E5. Formulanya: =SUM(B5:D5).

Sip! Rangkuman radu, selanjutnya, waktunya menggunakan SOLVER. Ikuti langkah-awalan berikut:


a. Select Cell B10 (Waktu Tunggu Jumlah).

Cell ini merupakan cell yang menentukan apakah usaha ANGKOT buntelan Gimin sudah Optimal atau belum. Semakin kecil poin puas cell ini, maka semakin Optimal. Atau waktu tunggu semakin pendek.

Setelah di select, coba klik Menu Solver yang tadi sudah kita munculkan. Akan muncul window Solver dalam kondisi kosong.

Sekarang kita akan isi satu-persatu.

solver010


b. Isi Set Korban Cell

Isi Set Alamat Cell dengan referensi Cell yang menunjukkan kasus Sampul Gimin optimal maupun belum. Yaitu cell: B10.


c. Memilah-milah Equal to

Pada kasus Pak Gimin, biji optimal adalah jikalau mendapatkan musim sekecil-kecilnya. Kaprikornus, kita memperbedakan “Min”.


d. Isi Changing Cells

Sreg kasus Angkot Pak Gimin, yang ingin kita cari adalah jumlah angkot saban Trayek. Jadi, cell-cell yang boleh berubah ialah cell-cell yang menunjukkan jumlah angkot per trayek adalah cell: B5 s/d D5.


e. Isi Constraint

Pada kasus Angkot Pak Gimin, constraint (batasan) kita adalah:

– Jumlah keseluruhan angkot selongsong Gimin merupakan 150. Kaprikornus akumulasi kuantitas angkot per trayek lain boleh kian dari 150. Yang menunjukkan akumulasi jumlah angkot saban trayek adalah cell: E5. Makara, kita tambahkan pada constraint : E5 <= 150.

– Jumlah Angkot tiap-tiap Trayek haruslan yakni qada dan qadar bulat! Kan gak mungkin punya angkot doang 0.5 (secebir). Karena itu, kita tambahkan pada constraint: B5:D5 = Integer.

Kaidah menambahkan constraint, klik Add. Maka akan muncul window constraint:

solver006

Setelah diisi, pilih add jika masih ingin menambahkan contraint lainnya. Atau OK jika telah selesai.


f. Klik SOLVE!

Bila semua sudah siap, saatnya klik SOLVE. Maka Solver akan mencari angka paling Optimal dan menentukan besaran Angkot yang paling optimal kerjakan sendirisendiri trayek.

Seandainya unjuk window ini:

solver008

Klik Ok. Dan coba kita lihat jadinya:

solver009

Dan.. Akan muncul berapa kuantitas angkot tiap trayek paling pas mudah-mudahan secara keseluruhan perian tunggu adalah yang paling kecil boncel.

Berapa angkanya? Bikin Trayek A, jumlah angkotnya adalah: 39, Trayek B: 48 dan Trayek C: 63.

Sip.. Contoh pertama selesai..

Contoh 2 : Industri Bola

Ini adalah contoh kasus yang dikirimkan melangkaui message Facebook.

PT. BOLABOLI (bukan nama sebenarnya yah) merupakan perusahaan yang memproduksi Sepak bola dan Bola Bola keranjang. Bahan yang dibutuhkan bakal membentuk bola adalah Karet dan Kulit.

Berikut merupakan data-data produksi PT. BOLABOLI:

– Untuk memproduksi Bola Basket dibutuhkan 3 ons Karet dan 4 m Kulit. Dan keuntungan per unit nya adalah Rp. 130.000.

– Untuk memproduksi Sepak bola dibutuhkan 2 ons Cemping dan 5 m Kulit. Sedangkan keuntungan sendirisendiri unit adalah Rp. 160.000.

– Di gudang, PT. BOLABOLI punya stok Karet 500 ons dan Indra peraba 800 m.

Permasalahannya, PT. BOLABOLI ingin meghitung pengaturan produksi yang dapat menerimakan keuntungan paling maksimal.

Nah, mari kita coba selesaikan dengan SOLVER, namun sebelumnya coba kita rangkung ke dalam Excel Sheet.

solver011

1. Nan ditanyakan adalah pengaturan produksi yang paling bisa mendapatkan profit perusahaan minimum besar, maka kita harus bakal formula yang menunjukkan profit firma.

Profit perusahaan yakni profit per unit dikalikan total unit produk A ditambah profit per unit dikalikan jumlah unit Produk B. MS. Excel memiliki formula SUMPRODUCT untuk mempermudahkan kita.

Karenanya, pada cell: B9, saya buat formula: =SUMPRODUCT(B6:C6,B7:C7).

2. Cak bagi pertama Jumlah Unit (Besaran Produksi) saya buat masing-masing 1 unit adv amat. Kelak akan diubah oleh Solver.

3. Buat jumlah bahan, saya isi formula: Jumlah Unit (Jumlah Produksi) * Jumlah bahan saban unit. Laksana bakal Tiras Bola Basket: B7 * 3 dan untuk Indra peraba Bola Basket B7 * 4. Demikian pula bikin Bola kaki.

Jadi, jumlah bahan yang dibutuhkan, akan bertambah sesuai dengan jumlah unit nan di produksi.

4. Karena target cak bagi Bola Kaki dan Bola Basket bercampur, maka teristiadat ditambahkan Total bulan-bulanan. Ingat, besaran bulan-bulanan Karet yang dimiliki PT. BOLABOLI adalah 500 ons, sementara itu kulit 800 ons.

Oke, sesudah kita rangkung, saatnya kita selesaikan kasus ini dengan SOLVER! Ikuti langkah ini:


a. Klik menu Solver!

solver012


b. Isi Set Sasaran Cell dengan cell Total Profit.

Karena disinilah kita menentukan apakah nilai sudah optimal ataupun belum. Dalam hal ini, angka optimal yaitu poin profit terbesar. Maka isi: B9


c. Pilih Equal to “Max”

Karena, yang kita cari adalah pengaturan produksi pada nilai profit terbesar.


d. Isi Cell Changing.

Cell nan akan kita atur merupakan penggunaan bahan untuk masing-masing produk. Maka pilih: B7:C7


e. Constraint

Aturan mainnya merupakan:

– Jumlah bahan adalah integer (kadar buntar). Karena agar makara sebuah bola bola keranjang, dibutuhkan tepat 3 ons karet dan 4 m Jangat. Tidak kian dan enggak minus. Maka terlazim ditambahkan: B7:C7 = Integer.

– Pakus menggudangkan bulan-bulanan kejai 500 ons, baik untuk Bola Bola keranjang alias Sepak bola. Maka, besaran bahan karet harus maksimum 500. Jadi formulanya: D4 <= 500.

– Gudang menyimpan mangsa selerang 800 m, baik bakal Bola Bola keranjang alias Sepak bola. Maka, total bahan jangat harus maksimum 800. Jadi formulanya: D5 <= 800.


f. Selanjutnya, waktunya Klik SOLVE!

Dan hasilnya adalah..

solver013

Akan terlampau menguntungkan takdirnya PT. BOLABOLI memproduksi 128 Bola Basket dan 57 Bola Kaki.

Dan ternyata, masih terserah tahi sasaran Cemping: 2 ons dan Kulit: 3 m.

Horeeee.. Selesai!

Sampai jumpa lagi yah..

Source: https://www.klinikexcel.com/articles/tutorials/item/39-bekerja-dengan-data/79-analisa-data-dengan-add-in-solver