Mengoreksi Speaker Tweeter Mobil

Berawal semenjak membongkar-pasang
dashboard
Civic Wonder 1987 n kepunyaan bapak, saya jadi tergerak untuk memperbaiki
speaker
tweeter
nan sudah lalu lama tenang.
Tweeter
yang mati ini ada di sebelah kiri
dashboard, sedangkan yang ada di kanan masih lumrah. Pagi-pagi, saya mulai mencopot
tape deck
Pioneer KEH-1650 berpunca dudukannya (tape
ini sangat tua, masih punya slot kaset pita). Lain sulit lakukan menemukan kabel
tweeter
di bagian belakangnya karena tampak satu pasang benang besi yang dicabang mengarah ke kidal–kanan
dashboard. Per benang kuningan
tweeter
saya lepas dari
tape deck. Batang
probe
multitester saya tempelkan pada kabel
tweeter
kidal. Karenanya, diam. Saya tempelkan pada
tweeter
kanan, jarum ohm multitester bergerak. Ah! Ini… Puntung!

Sepanjang bilang menit kemudian, saya repot mencongkel-congkel adegan pinggir
tweeter. Sulit sekali menemukan noktah penguncinya karena tak tampak ada lubang baut. Pasca- tidak sengaja menujukan lampu senter ke tutup logam tweeter, terlihatlah dua liang baut. Alamak! Berarti saya salah congkel. Mulailah saya mencongkel tutup logam, dahulu membuka baut. Mudah hanya. Masuk ke bagian kerumahtanggaan, saya tempelkan
probe
multitester lagi, hasilnya nihil lagi. Saya mengikis sedikit benang tembaga kumparan, tempelkan
probe
juga, masih nihil lagi. Saya cek kabel dari
tweeter
ke
tape deck, koneksi masih bagus. Sah! Yang rusak merupakan
tweeter. Rasa buncah memikirkan selama sejumlah menit. Tapi saya ambil sekadar perkembangan tol: rusak ya rusak. Kalau diperbaiki kemungkinannya saja dua: bertelur atau gagal. Sekiranya gagal saya tidak rugi, seandainya berbuntut saya untung. Sikat, bleh!

Beginilah
speaker tweeter
mobil setelah penutup logamnya dibuka. Buka baut cak bagi membongkar interior
tweeter.

Besi berani saya congkel. Mudah saja karena magnet
tweeter
ini sebelumnya ditempel menggunakan perekat. Selanjutnya saya mengintai bagian membran
cone tweeter. Ada gelendong di bagian belakangnya beserta dua ujungnya yang (semoga) terhubung pada telegram berpunca
tape deck. Saya tarik sedikit dua kawat gulungan itu. Satu kawat masih terhubung kuat, satu lagi lepas. Ini sih, perkara yang paling membuat saya sebal! Sudah sering kali (BANYAK kali) saya gagal “membangkitkan
speaker
nyenyat” karena perkara kumparan putus. Sebagian besar adalah
speaker
earphone
nan kawatnya terkenal berukuran setipis rambut. Sesudah sangka sano (lagi), saya nekat ingin membuat rol lagi. Tahi lalat masih banyak kawat tembaga yang dapat dikanibal dari relay rusak! Kemudian saya melepas membran
cone
tweeter
menggunakan pisau
cutter. Terlintaslah suatu inisiatif untuk sekadar
gambling: menempelkan juga
probe
multitester pada ujung-ujung kumparan. Logika saya:
speaker
ini ada di kerumahtanggaan mobil; takdirnya bukan karena satu gaya yang terlalu samudra, mustahil kawat kili-kili dapat putus secara fisik. Saya mengikis pula ujung kumparan menggunakan
cutter
agar jati. Sebelum menempelkan
probe, sembahyang dulu.

Membran
cone tweeter
mobil terbuat berpunca plastik
polymide.

Plis, nyambung
plis! Ayolah,
plis!”

Daaaan…

Nyambung, Saudara-saudari! Ahehehehe, suuuper sekali. Saya segera mencomot sepaket perkakas tambal dan kawan-kawannya, serta relay kemungkus palagan bersumber pertautan
power window. Maksud hati, mau menyambung kawat kumparan
tweeter
biar dapat dipasang dengan mudah. Semenjak bilang percobaan menyambung benang kuningan tembaga gelendong nan gagal, ternyata saya menemukan cara nan paling bagus yakni: (1) kupas lapisan ujung-ujung kawat nan akan disambung, (2) bengkokkan dua ujung kawat sehingga bentuknya menjadi mirip kail pancing, (3) kaitkan dua ujung, tekan sehingga mengapit, (4) sumbat bagian sambungan. Sukses! Setelah terukir, saya cek kembali dengan multitester. Ternyata tersambung dengan baik dan kuat. Suksess dua siapa! Setelah itu, membran
cone
saya tempel lagi pada tempatnya menggunakan lem kuning (merk Castol atau Rajawali atau IBon, cak semau), demikian juga dengan magnet. Saya sambung lagi
tweeter
puas kabel pecah
tape deck, dan tibalah ketika menjajal. Bisakah
tweeter
ini dibangkitkan dari kematian?

Beginilah metode yang saya pakai cak bagi mengeluh kawat tembaga kumparan tweeter oto. Efektif, sukses!

Against all odds, beliau menyala! Ya, engkau berbunyi mendesis-desis macam ular air doang. Dari sekian banyak kegagalan memperbaiki
speaker,
tweeter
ini adalah minus nan menjadi bonus. Bonus! Hari ini saya dapat bonus. Saya tak peduli sekali lagi apakah akan datang akan suka-suka bonus alias gagal pula! Hahaha.

Saya pasang sekali lagi
tweeter
pada wadahnya, pasang baut, pasang tutup ferum, adv amat saya tempelkan
tweeter
kiri dan kanan di pojok
dashboard
menggunakan
double tape
gabus. Tes sekali kembali, dan mereka masih berbunyi.

Dan berbunyi,

dan berbunyi lagi… 🙂