Cara Memperbaiki Power Bank Melembung

Ilustrasi baterai pada telepon seluler. Foto oleh Tyler Lastovich puas Unsplash

Di bulan Bulan puasa ini, kita diharuskan untuk berjuang melawan lapar dan haus. Periode tiba saatnya untuk berbuka puasa, kita akan balas kemuakan dengan tidak mengontrol hawa nafsu makan kita. Pada risikonya, wulan puasa takhlik berat raga naik dan rahim mengembung maupun membuncit!
Weits, ngeri dong hehe. Tapi, luang nggak
sih
enggak cuma individu aja yang dapat jadi buncit?! Iya, aki handphone kita juga bisa. Baterai bisa buncit, ataupun disebut kembung, jika kita enggak mengecap perawatannya dengan benar! Kepo nggak kenapa baterai bisa kembung? Apa baterai juga besing kayak kita?

Sebelum membahas akan halnya penyebab baterai menjadi kapuk, kita harus tahu dulu isi dari baterai. Baterai pada kebanyakan
handphone
saat ini terbuat mulai sejak bahan kimia yang bernama Ion Litium, atau biasa disebut Li-ion. Seperti mana baterai rata-rata, baterai Li-ion terdiri berbunga sepasang elektroda dan elektrolit nan berada di antaranya. Ada juga, elektroda yakni sebuah besi nan dapat bereaksi dengan zat lain untuk menghasilkan listrik. Elektroda merupakan kutub konkret dan negatif dari baterai tersebut. Elektroda boleh terbuat dari berbagai rupa bahan, puas umumnya menggunakan litiium. Litium ialah logam yang habis reaktif, terlebih dapat terbakar momen bereaksi dengan udara. Lakukan elektrolit seorang yakni enceran yang memungkinkan elektron berputar di antara dua elektroda. Ketika baterai Li-ion terisi daya, elektroda menangkap dan membantut elektron, serta melepaskannya saat baterai digunakan.

Gambar 1: Isi dari baterai Li-ion. (sumber : https://cleantechnica.com/files/2018/02/Battery-Charge-Discharge.png)

Lampau, kenapa baterai bisa kembung?

Beberapa kemungkinannya ialah karena adanya kesalahan produksi alias spirit baterai yang lain juga mulai dewasa. Kesalahan pemakaian, seperti penggunaan baterai nan terlalu dipaksakan dan pemakaian pengisi pusat (charger) yang tidak sesuai dengan aki, kembali dapat menyebabkan baterai menjadi kembung. Namun, pada dasarnya, baterai kembung disebabkan oleh sel baterai yang kelebihan bahara.

Saat mengisi gerendel puas lampu senter, elektroda akan mencantumkan elektron dan menimbulkan gas. Kalau daya yang terisi telah berlebihan, tabun akan diproduksi berlebihan. Selain itu, suhu pada baterai juga akan meningkat sehingga membuat gas-gas yang suka-suka dalam aki mengembang dan baterai terlihat melembung. Bingung bacanya? Coba bayangin gini. Pernah makan ubi? Terimalah, kalau memakan ubi berlebih banyak, perut bakal terasa ingin menyingkirkan asap
atau
kentut. Gimana tuh kalau tabun susah keluar? Kandungan bisa jadi membuncit karena tabun-asap yang kiranya keluar malar-malar terbelenggu. Dampaknya, perutnya terasa kembung. Begitu lah kira-kira bagaimana baterai bisa kembung. Muatan nan berlebih menghasilkan gas berlebih, tetapi gas tidak dapat keluar dari baterai. Akhirnya, aki akan menjadi gembung.

Jikalau udah lumbung, gimana
dong?

Baterai rangkiang itu berbahaya,
loh! Baterai randu yang masih terpasang dapat destruktif
handphone
. Sebab, ukurannya sudah tidak sesuai dengan
handphonenya. Bukan belaka itu, baterai kembung bisa beruntut pada kebocoran. Galibnya lampu senter pintar litium, dan seperti penjelasan di atas, litium yaitu bahan yang sangat tanggap. Kalau terjadi kebocoran, bisa jadi baterai kalian meledak dan terbakar. Kejadian ini tentu akan membahayakan kita! Bahkan, pernah terjadi kebakaran di sebuah pesawat Boeing 787. Ternyata, kebakaran itu yakni akibat bersumber baterai nan ada di dalam pesawat.

Gimana sih kaidah merawat baterai semoga tidak kembung?

  • Dijaga hendaknya tetap berada pada uluran 50%-90%. Hal ini dikarenakan aki akan bekerja secara maksimal pada rentang nilai tersebut. Momen mengisi daya (nge-charge), pastikan trik baterai enggak hingga 0% dan usahakan jangan sampai menyentuh 100%. Dengan menjaga baterai tidak melebihi 100% akan mengurangi potensi baterai menggelembung. Jadi, bagi yang majuh meninggalkan HP di-charge
    saat tidur, dikurang-kurangin ya adat buruk itu.
  • Gunakan
    charger
    buah tangan dari pelaksana handphone yang kalian miliki. Alasannya,
    charger
    bawaan berpokok industri galibnya sudah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dari baterai itu seorang. Jika terdesak membeli
    charger

    yang bukan bawaan industri, pastikan
    charger

    tersebut memiliki spesifikasi yang sesuai dengan spesifikasi
    charger
    bawaan. Jika daya yang dikeluarkan oleh
    charger
    berbeda dengan trik nan dapat ditanggung maka dari itu lampu senter, baterai dapat menjadi panas
    dan melembung.
  • Simpan baterai pada suhu ruang. Jangan menyimpan aki di tempat yang berlebih seksi atau dingin. Situasi ini selain dapat menciptakan menjadikan baterai kembung, boleh pula memperpendek usia baterai.
  • Buru-buru tukar jika merasa penampilan baterai sudah lalu tidak seperti momen pertama beli.

Ambillah, sudah tahu ‘kan waktu ini kenapa baterai boleh kembung kayak susu bantal? Udah tahu juga kan kalau udah kayak bantal itu berbahaya?! Bahkan bisa menyebabkan pesawat terbakar jika kita bukan etis-benar mengupas masalah baterai ini! Bintang sartan, buat kalian yang udah tahu, dikurang-kurangin ya kebiasaan buruknya, dan silakan dijalanin nih tips-tips nya biar kamu nggak harus pergi ke tukang servis handphone lakukan tukar baterai kamu yang rangkiang!

Carik:

Naqita Ramadhani (Teknik Tenaga Setrum’17 ITB)

Muhammad Hanif Ihsan Syuhada (Teknik Tenaga Listrik’17 ITB)

Source: https://medium.com/elektronhme/baterai-kembung-6466dfc0c1ed