Cara Memperbaiki Musical Toy Nursery Yang Rusak

Home > momongan, keluarga > Membetulkan mainan milik momongan lelaki..

Membetulkan mainan kepunyaan anak adam..

Salah satu mainan kereta kesayangan anak saya suatu hari bilang bulan yang lalu mendadak mati. Sama dengan mainan rusak yang lain, engkau langsung membawa kereta yang tewas tersebut pada tukang reparasi andalannya (walau sebenarnya cuma tukang reparasi abal-abal): saya. Yang saya coba buat sebenarnya biasa saja: membongkarnya, lalu mencari bagian nan tampaknya kurang pas atau mogok, dan mengembalikannya sreg tempat yang sepertinya tepat. Kebanyakan itu tetapi berhasil.

Doang kali ini tidak.

Saya enggak tandang dapat membongkar hingga turut ke dalam blok mesin (halah). Blok mesin tersampul plastik gigih nan rapat. Ranggit-kait yang rata-rata nampak jelas bisa jadi ini samar. Setelah kekurangan akal, mainan rusak itu saya simpan privat sebuah panggung n domestik kondisi setengah terbongkar, menunggu “wangsit” satu hari kemudian hari bakal mengepas membongkar sekali lagi.

Beberapa rembulan kemudian, yaitu siang tadi, wadah berisi kereta setengah terbongkar itu disodorkan anak asuh saya lega saya. Rupanya ia teringat juga pada mainan kesayangan nan rusak itu, dan menagih janji saya kerjakan memperbaikinya. “Nanti lilin batik ya,” introduksi saya.

Dua jam adv amat, mainan itu saya lepaskan semenjak wadahnya, silam saya coba lihat lagi, mengejar mandu membongkarnya. Farik dari lazimnya, tampak ada bagian nan sepertinya direkatkan dengan lem. Istri saya yang galibnya lebih jeli dengan barang-barang bertakaran mini, saya minta sokong memastikan. Bagian yang direkatkan itu dicoba dilepas paksa. Rupanya benar, bisa dilepas. Beberapa sepeda berta-kik-takik lepas dari tempatnya. Sambungan yang ki terpaku saya lepas bersama-sama, agar blok mesin plastiknya mangap sederum. Roda-sepeda bergerigi yang kumuh saya bersihkan. Bagian yang terpasang minus pas saya betulkan letaknya. Lalu semuanya saya coba getek ulang. Memang yang namanya membongkar biasanya lebih mudah daripada meledakkan lagi. Lebih lagi enggak suka-suka petunjuknya.

Sayangnya saya tidak mencoket foto saat semua komponen terbongkar. Maklum, lagi sekudung panik. “Bisa masang lagi nggak nih?” Hehehe..

Singkat kisahan, mainan kembali terpampang. Pelanggan pada. Sampai sua plong kunjungan berikutnya..

1
2
3

Source: https://apprayo.wordpress.com/2014/01/23/membetulkan-mainan-milik-anak-lanang/