Cara Meminta Maaf Kepada Ibu Dengan Mencuci Kakinya

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur


Hukum Mencuci Kaki Orangtua dan Meminum Airnya

Tanya:

Ustadz saya cak semau pertanyaan,… Apakah mencuci kaki ibu terlampau meminum airnya merupakan petunjuk islam? Kalau moralistis apakah ada hadist nya?
Jazaakallahu khairan

Via web bermula Ummu rasyid

(wenny******@gmail.com)

Jawaban:

Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’d

Sepengetahuan kami, tidak ada ayat atau hadits yang mengutarakan koteng muslim untuk berbakti kepada ibu dengan kaidah sejenis itu. Lebih-lebih kelakuan begitu juga itu adalah perbuatan jebah (ghulluw) yang dapat mencelakakan orang privat kesesatan beragama. Utusan tuhan
Shallalahu ‘alaihi wa sallam
bertutur:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ ؛ فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis

“Wahai manusia, hati-hatilah dari kelakuan berlebihan/ghulluw dalam beragama! Sesungguhnya yang mewujudkan hancur umat-umat sebelum kalian merupakan ghulluw dalam agama.”
(HR. An-Nasai no. 3057, Ibnu Majah no. 3029, dan Ahmad no. 1851)

Rencana Bakti kepada Orangtua yang Benar

Akan halnya bentuk-bentuk bakti sendiri anak kepada orangtuanya yang diajarkan privat Islam sangat banyak sekali, antara enggak:

Mula-mula, menemani orangtua dengan baik terlebih lagi ketika mereka sudah berumur yang tentunya sangat suka apabila momongan-anaknya berada di sisinya.

Allah
Ta’ala
berfirman:


وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ

“Dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan cara nan baik”
(QS. Luqman 31: 15)

Kedua, berkata dengan perkataan yang gontai lembut dan berisi nan baik-baik. Bedakan berkata dengan orangtua dengan berkata pada tandingan atau individu nan makin cukup umur. Jangan berkata dengan nada meremehkan, sampai-sampai perkataan nan herdik orangtua. Selain itu, usahakan lakukan tidak menyampaikan tuturan yang dapat membuat hati orangtua lain enak. Hal nan demikian ini lebih ditekankan lagi apabila orangtua kita sudah berusia lanjur.

Tuhan
Ta’ala
bersuara,

۞
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu sudah lalu memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Anda dan hendaklah ia mengerjakan baik plong ibu bapakmu dengan sesudah-sudahnya. Jikalau salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sewaktu-waktu janganlah beliau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan nan mulia.”
(QS. Al-Israa 17: 23)

Ketiga, senantiasa meratibkan mereka baik ketika mereka masih atma malah lagi detik mereka sudah wafat seandainya mereka koteng muslim. Jika orangtua non-mukmin dan masih nasib kita boleh mewiridkan lamar moga Allah memasrahkan hidayah Islam kepadanya. Adapun jika orangtua non-mukmin dan mutakadim wafat maka kita tidak dapat mendoakannya.

Allah berbicara memerintahkan kita lakukan meratibkan keduanya:


وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka empat mata sudah mendidik aku periode kecil”
(QS. Al-Israa 17: 24)

Akan halnya pantangan mendoakan orangtua non-muslim yang sudah meninggal adalah firman Tuhan
Ta’ala:


مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَن يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

“Tiadalah seharusnya bagi Nabi dan individu-manusia nan beriman memintakan ampun (kepada Allah) lakukan orang-orang musyrik, walaupun orang-insan musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sehabis jelas bagi mereka, bahwasanya orang-basyar musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.”
(QS. At-Taubah 9: 113)

Keempat,
kondusif orangtua secara finansial terlebih lagi kalau mereka membutuhkan. Seandainya mereka tidak membutuhkan karena sudah cukup berada misalnya, kita bisa kadang kala menerimakan hadiah kepada mereka dengan barang-barang/makanan yang mereka sukai.

Allah berkata,


يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Mereka menyoal tentang apa nan mereka nafkahkan. Jawablah: “Barang apa hanya harta nan kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-kiai, kaum kerabat, momongan-anak yatim, orang-orang miskin dan bani adam-hamba allah yang sedang dalam penjelajahan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.”
(QS. Al-Baqarah 2: 215)

Kelima,
tetap menjalin hubungan baik kepada bani adam-orang yang baik dengan orangtua ketika mereka masih hidup.

Abdullah bin Umar
Radhiyallahu ‘anhuma
pernah menemui seorang badui di pelawatan berorientasi Mekah, mereka orang-insan yang terbelakang. Kemudian Abdullah bin Umar menyabdakan salam kepada insan tersebut dan menaikkannya ke atas keledai, kemudian sorbannya diberikan kepada orang badui tersebut, kemudian Abdullah bin Umar berkata, “Sebaiknya Allah menuntaskan urusanmu”. Kemudian Abdullah kedelai Umar
Radhiyallahu ‘anhuma
berkata, “Sepatutnya ada bapaknya sosok ini ialah sobat kental dengan Umar sedangkan aku mendengar sabda Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam:


إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ

“Sepatutnya ada tertulis keistimewaan seseorang merupakan menjaga perantaraan baik kepada imbangan-n antipoda ayahnya”
(HR. Muslim no. 2552)

Demikian beberapa peristiwa yang diajarkan oleh Selam lakukan berbakti kepada kedua orangtua detik mereka masih kehidupan atau selepas wafat. Semoga bermakna.
Wallahu a’lam.



Dijawab secara pendek makanya:


Ustadz Amrullah Akadhinta حفظه الله

(Donor Bimbinganislam.com)


Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Source: https://bimbinganislam.com/hukum-mencuci-kaki-orangtua-dan-meminum-airnya/