Cara Memilih Bibit Durian Yang Cepat Berbuah

JAKARTA, KOMPAS.com –
Durian merupakan tanaman buah yang tumbuh baik di daerah tropis nan membutuhkan suhu dan kelembpana tinggi. Pohon ini akan bertaruk optimal di legok madya hingga cacat.

Menurut keterangan di
Repositori Institut Pertanaman Bogor, berikut tata cara mengetanahkan durian seyogiannya pertumbuhan dan produktivitasnya bagus.

Baca pun: Pedoman Budidaya Durian Unggul agar Panennya Maksimal

Siapkan bibit durian

Bibit durian bisa didapatkan dari perkalian generatif atau multiplikasi vegetatif. Perbanyakan generatif didapatkan bersumber poin buah durian yang disemai. Sedangkan perbanyakan vegetatif dapat didapatkan dari stek pohon durian, sambung pucuk, dan bukan sebagainya.

Ilustrasi buah durian, pohon durian.
UNSPLASH/HASBI Fungsi
Ilustrasi biji pelir durian, pohon durian.

Penyiapkan lahan penghijauan

Lahan yang akan digunakan untuk mengetanahkan durian harus dibersihkan terlebih lewat pecah gulma, sisa tanaman sebelumnya, dan kotoran enggak. Setelah itu, petak di gemburkan dengan kaidah dicangkul. Jangan lalai untuk membuat parit agar drainasenya baik.

Penanaman durian

Pendirian mengetanahkan durian diawali dengan membuat lubang yanam dengan ukuran 80 x 80 x 70 cm ataupun 70 x 70 x 60 cm. Jarak tanam antar korok yaitu 10-12 m.

Baca kembali: 8 Persiapan Mengebumikan Durian Tenturun King Suku Tiga semoga Cepat Panen

Liang tanam dibuat sekurang-kurangnya 2-4 minggu sebelum tanam. Kapling galian dibagi secara terpisah antara bagian atas dengan babak bawah.

Kemudian, tambahkan kompos ataupun pupuk kandang sekitar 30 kg/ gorong-gorong dan biarkan sejauh 2-3 pekan. Bibit kemudian ditanam di lubang tanam tersebut dan tutup lubang tanam menggunakan persil lombong kemudian padatkan. Penanaman sebaiknya dilakukan detik awal msim hujan angin.

Penyiraman

Di mulanya pertumbuhan, pendirusan dilakukan saban hari ataupun sesuai dengan kondisi cahaya. Kemudian, kapan pokok kayu mulai berbuah, penyiraman dilakukan 1-3 kali sepekan di musim sensual.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan ketika negeri budidaya start ditumbuhi rumput atau gulma. Penyiangan saat tanaman masih taruna harus dilakukan secara hati-hati.

Pemupukan susulan

Saat tanaman berusia 1 tahun, aplikasikan pupuk NPK 500 g. Saat berusia 1 tahun, jamur NPK nan diberikan sebanyak 1 kg.

Baca juga: 8 Jenis Rabuk yang Bagus untuk Tanaman Durian

Ilustrasi pohon durian.
Shutterstock/sweetheart studio
Ilustrasi pokok kayu durian.

Sementara itu pada umur 3 dan 4 tahun, diberikan pupuk NPK sebanyak 1,5 kg dan 2 kg. Pemupukan dilakukan dengan prinsip menciptakan menjadikan korok pemupukan yang melingkari tanaman.

Kedalaman lubang sekeliling 10-15 cm. Setelah itu, taburkan baja di lingkaran pemupukan tersebut dan tutup dengan petak.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan merenjiskan racun hama sesuai dengan diversifikasi wereng maupun penyakit nan menyerang. Pemberian pestisida sekali lagi harus memperhatikan dosis dan cara aplikasi agar efektif dan efisien.

Baca juga: 4 Hama yang Sering Mencerca Pohon Durian dan Cara Mengendalikannya

Panen

Pohon durian akan mulai berbunga detik tanaman berusia invalid lebih 8 tahun. Kemudian, 4-5 buan setelahnya, biji pelir sudah menginjak matang.

Biji pelir yang mutakadim masak akan jatuh sendiri. Namun, Anda sekali lagi dapat memanennya dengan kaidah dipetik langsung kemudian dianginkan 1-2 waktu, lampau diperam.

Dapatkan update
berita saringan
dan
breaking news
saban hari dari Kompas.com. Marilah bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Sira harus install aplikasi Telegram terlebih tinggal di ponsel.

Source: https://agri.kompas.com/read/2022/09/12/141400684/cara-menanam-durian-yang-benar-dari-memilih-bibit-sampai-panen?page=all