Cara Memelihara Ikan Pari Di Aquarium

Lauk pari perikatan menghebohkan dunia plong 2006. Stephen Robert Irwin alias yang pelalah dijuluki The Crocodile Hunter meregang spirit pasca- tersengat ekor antah saat membentuk film dokumenter berjudul Ocean’s Deadliest di Batt Reef, Australia. Pari air tawar juga punya senjata menyengat. Meski begitu, itu lain menyurutkan para penghobi ikan hias buat memilihnya bagaikan koleksi tersendiri di dalam palung ikan.

BEBERAPA penghobi iwak rias mengaku terpincut memiara pari air tawar, salah satunya, karena bentuk tubuhnya yang sudah tentu tidak tinimbang nan enggak. Berlebih, corak warnanya yang variatif. ”Nyeleneh, beda separas ikan lainnya. Lucu kalau renang, terus terserah gengsinya pula,” tutur Arifin Rachman, pencinta ikan predator radiks Simokerto, Surabaya, lantas tertawa. Harga diri karena sendiri penghobi harus berani merogoh kocek lebih privat untuk mengadopsi ikan itu. Harga pari anakan sekadar bisa menjejak jutaan.

Harga satu ekor pari rente jenis marble berkisar Rp 1 juta–Rp 1,8 juta. Itu yang diameternya berukuran 10–15 sentimeter. Sementara itu, di pasaran, harga macam parnaiba yang berdiameter 10 sentimeter mencapai Rp 10 juta–Rp 25 juta. Lebih lagi, jenis pearl bulai dengan ukuran yang sepadan dihargai Rp 30 juta–Rp 40 juta. Nah, yang dimiliki Arifin adalah jenis marble berdiameter 15 sentimeter.

Ada dua jenis gabah air batal yang belalah dipelihara penghobi. Yakni, pari hitam dan cokelat alias motoro. Beberapa bani adam padi hitam, antara lain, leopoldi, black diamond, dan galaxy. Temporer itu, nan cokelat, terserah motoro albino, sokah, dan marble. ”Leopoldi elok sekali motifnya. Yang cokelat marble pula mempunyai sampai sekarang,” bebernya.

Mahalnya antah air tawar tersebut disebabkan proses breeding nan tak gampang. Dibutuhkan proses yang tangga. Terlebih, pari tergolong iwak paling perasa terhadap perubahan kondisi air. Ikan bernama latin Potamotrygon sp itu tidak memiliki sisik. Dengan demikian, ketika terjadi perlintasan kondisi air, termasuk hawa, itu akan sedarun berbuah puas tubuhnya. Maka, menjaga kualitas air adalah kunci penting dalam memelihara gabah air mansukh. Rotasi air di dalam akuarium secara ajek teradat dilakukan. Selain itu, testimoni tingkat keasaman air (pH), kadar amonia, dan suhu wajib diperhatikan.

Arifin menyatakan, selama ini dirinya cukup menggunakan air PDAM yang diendapkan. Dengan konsisten membutuhkan aerator. Serta rutin menguras palung ikan dengan metode 30 persen sahaja yang dibuang. Untuk pakan, iwak gabah dapat diberi cacing pembawaan, baik yang vitalitas atau beku. Juga udang potong dan lele yang dirajang. Yang terpenting adalah pakan tersebut wajib tenggelam di dasar akuarium untuk melampiaskan ikan pari menyantapnya.

Akan halnya bahaya sengatan pari air tawar, Arifin mengimbau bikin tetap waspada. Sebab, takdirnya terjangkit jarum di tengah ekornya itu, bodi boleh mengalami demam dan area nan tersengat boleh membengkak. Karena itu, untuk memindahkan pari ke wadah lain, beliau menggunakan mangkuk. Sebab, ekor pari tetapi bisa bergerak ke samping.

Baca Juga:
Ikan Belet atau Lungfish, Fosil Hidup dalam Palung ikan

Arifin sempat mengajak Jawa Pos berlaga rekannya, koteng breeder lauk padi air sia-sia. Di rumah rekannya itu, pria yang identitasnya enggan disebutkan tersebut mengaku sudah dua tahun membiakkan pari. Hingga kini, dia punya suatu ekor padi jantan dan sembilan ekor betina dari spesies leopoldi dan marble. Untuk yang paling besar, indukannya berdiameter 70 sentimeter.

Membedakan jenis betina dan kosen terbilang mudah. Yang jantan memiliki sekelamin instrumen kelamin menonjol yang dinamai clasper puas asal ekornya. Semakin dewasa lauk pari, semakin jelas pula penampilan clasper. ”Saya pernah keentup (tersengat, Red). Juga keserempet tipis-tipis. Dua hari bengkak,” kenangnya berbarengan menunjuk indukan 70 sentimeter itu.

Saksikan video menjujut berikut ini:

Source: https://www.jawapos.com/hobi-kesenangan/03/01/2021/gengsi-memiliki-ikan-pari/