Cara Membuat Tenda Dari Selimut


BADAN Kewarganegaraan Penanggulangan Bujukan (BNPB) membentangkan apresiasi bagi relawan nan terbabit dalam penanganan Gempa Cianjur. Direktur Kesigapan BNPB Pangarso Suryotomo menguraikan bahwa hadirnya relawan dari Cianjur maupun luar Cianjur sangat membantu dalam penanganan bencana. BNPB mendata hingga saat ini sudah terdata seputar 10 mili relawan yang berkontribusi intern penanganan Cianjur. Setiap hari yang bergerak sekeliling 4 beribu-ribu dengan berbagai rupa klaster sesuai kemampuan relawan masing-masing.

Sejak masa pertama gempa, Senin (21/11), Mangkubumi Umum Perkumpulan Alumni Atma Jaya Jakarta (Perluni-UAJ) Irene Sinurat berada di Katedral Santo Petrus Cianjur. Lebih lanjut Irene bertugas seumpama sekretaris awam yang bertugas berhubungan dengan instansi pemerintah agar aktivitas di pos terupdate dan terkoordinasi. Kesepadanan ini menjadi vital untuk kecepatan penyaluran donasi dan kegiatan kondusif sasaran gempa. Pangarso menilai kolaborasi baik terjadi antara relawan Cianjur dan relawan asing Cianjur, terutama pemahaman lokasi dan kebiasaan kebiasaan setempat, sehingga mengurangi kesalahpahaman dengan warga tempatan.

Kloter 1 tiba suatu perian setelah gempa dipimpin maka dari itu Ketua Bidang Sosial dan Lingkungan Perluni-UAJ dr Juanli berkekuatan 19 relawan dalam tiga gelombang listrik kesediaan. Tim medis berasal berpokok Medisar dan KSR Institut Katolik Indonesia (Unika) Spirit Jaya nan dipimpin maka itu dr Juanli selaku Ketua Bidang Sosial dan Lingkungan Perluni-UAJ. Tentatif relawan nonmedis bertugas mengelola logistik relawan dan penyaluran donasi dagangan untuk objek gempa yang berasal dari Resimen Mahasiswa dan Unit Penelitian Mahasiswa Unika Nasib Jaya.

Ketua Umum Perluni-UAJ, Michell Suharli, menyatakan susah hati alumni nan mendalam bagi incaran meninggal, luka-jejas, dan semua yang terdampak karena batu guncangan di Cianjur. Sesaat mendengar permakluman gundah, pengurus Perluni-UAJ berkordinasi lebih dari 4 jam bagi kelebat tanggap darurat utus tim pertolongan lakukan objek. Kemanunggalan alumni dan almamater menjadi anak kunci kemenangan Kekerabatan Semangat Jaya Jakarta internal misi-misi kemanusiaan sebelumnya di daerah provokasi, termaktub n domestik membantu pemerintah menyelenggarakan vaksinasi massal prodeo saat pandemi.

“Alumni berduka. Kami dididik oleh guru-guru kami di Unika Atma Jaya buat menjadi peduli kepada mereka yang menderita. Kami diajar buat berpikir profesional tentang tindakan yang relevan setakat mampu mengurangi siksaan itu. Kami kembali dilatih buat main-main yang berbuntut bikin kebaikan sebanyak kelihatannya individu. Detik melakukan semua itu, kami diharuskan mempunyai lever nan tulus dan penuh cinta untuk menolong sesama tanpa diskriminatif, tanpa pamrih pribadi alias kelompok,” pembukaan Michell kerumahtanggaan keterangan terdaftar, Kamis (1/12).

Alumni dan mahasiswa Unika Hidup Jaya menjadi benak jejak kaki Pos Pelayanan Kemanusiaan St. Petrus Cianjur sejak hari pertama terjadi gempa. Perluni-UAJ berkolaborasi dengan pimpinan kampus Unika Semangat Jaya mengirimkan tim relawan Atma Jaya Jakarta Peduli Korban Gempa Cianjur nan dibagi intern lima kloter keberangkatan yaitu Kloter 1 (23-27 November), Kloter 2 (27 November-1 Desember), Kloter 3 (1-4 Desember), Kloter 4 (4-8 Desember), dan Kloter 5 (08-12 Desember).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unika Sukma Jaya, Dr. Agustinus Prajaka, W.B, menclok peluru langsung tim tanggap sementara UAJ n domestik membantu penanganan gempa Cianjur, Kamis, (24/11). “Kehadiran tim tanggap darurat membawa misi kepedulian kerumahtanggaan dalam masa darurat dan mengamalkan kejadian kecil dengan umur cinta kasih yang besar dengan intensi bisa mengurangi bahara sekecil apapun,” prolog Prajaka. Skuat ini akan terus melakukan distribusi pertolongan, mengonsolidasikan berbagai jejaring suporter yang dimiliki Unika Usia Jaya, serta membantu upaya penanganan godaan nan dilakukan pemerintah serta organisasi awam setempat.

Misi kegiatan untuk membantu korban bersumber 22 November sampai 12 Desember 2022 terus menyesuaikan kejadian lapangan dan arahan semenjak pemerintah setempat. Pengiriman relawan melibatkan organisasi alumni fakultas, yayasan, rumah sakit, klinik, organisasi mahasiswa, alumni, mahasiswa, dosen, karyawan, dan segenap atom dalam Komunitas Atma Jaya Jakarta. Di lokasi godaan, alumni dan mahasiswa Unika Jiwa Jaya menjadi tulang punggung pos kemanusiaan bersama dengan berjenis-jenis organisasi lain begitu juga RS Carolus, Pemuda Katolik, Orang Muda Katolik (OMK), Koalisi Cewek Indonesia (KPI), Perdaki Jawa Barat, SFS Sukabumi, Yayasan Kasih Bangsa, LDD-KAJ, Caritas, OSIS SMA Mardi Yuana Cianjur, Seminari Tinggi St. Petrus Paulus, Orari, dan Perkongsian Puteri Kasih.

Perluni-UAJ memimpin cak regu relawan Kloter 1 bergabung dengan dengan Posko Peladenan Kemanusiaan St Petrus Cianjur yang dipimpin oleh Pastor RP Bonefasius Budiman, OFM. Gereja Katolik yang dibangun sreg 1931 ini beralamat di Jalan Siliwangi Nomor 66 Cianjur. Fokus tim ialah korban berpangkal masyarakat sekitar gereja, sasaran yang belum terselamatkan membujur tenda pengungsian, dan korban yang telah di tenda eksodus dengan jalur distribusi bantuan yang relatif berat. Donasi yang disalurkan antara bukan tenda buat pengungsian, matras rimba, lampu darurat, senter, selimut, sembako, pelamar-obatan, air minum buntelan, rahim cepat suguhan, peralatan mandi, vitamin momongan, perlengkapan mandi, dan bak penampungan air bersih.

Menjadi lemak tulang punggung relawan Pos Pelayanan Kemanusiaan St. Petrus Cianjur, alumni dan mahasiswa Unika Atma Jaya berbuah menjangkau plural lokasi pengungsian. Lokasi tadinya pelayanan merupakan Pondok Pesantren Al-Mutmainah, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang. Di sini terwalak 2.000 jiwa terdampak gempa dengan 800 keluarga yang tersebar di 15 pos evakuasi. Lokasi tidak nan berbuntut dijangkau yakni Kampung Cisarua, Desa Cirumput, Desa Ciwalen, Desa Cilega, dan Desa Mangunkarta.

Tim direncanakan menjangkau daerah Kampung Pandelengsar yang terwalak sekitar 600 hayat, Desa Ciherang nan terletak sekitar 150 jiwa dan Desa Cilengser dan Desa Benjot. Relawan pos layanan berbahagia dukungan dari otak masyarakat, pemuka agama dan organisasi publik setempat dalam menyalurkan bantuan berpangkal para donatur. Mualamat berpokok tim alun-alun, masih banyak dibutuhkan kemah terpal dan pangan bakal membangun arena hijrah sementara berikut alat angkut dan parasarana darurat.

Perian ini (Kamis, 1/12) relawan dari alumni dan mahasiswa Unika Jiwa Jaya di Posko Kemanusiaan St. Petrus Cianjur berjumlah 24 turunan dan segera bertukar menjadi Kloter 3. Kordinator kedokteran telah berganti pecah dr.Juanli (Perluni-UAJ) kepada dr.Nicholas Pratama (RS Carolus), lalu saat ini dr Renandha Septaryan (RS Carolus). Ketiganya ialah alumni Unika Sukma Jaya. Selain tim medis, mereka mengambil peran di sekretariat, logistik untuk objek dan relawan. Terakhir Kekerabatan Vitalitas Jaya Jakarta menaruh tim psikososial. Semua kegiatan kemanusiaan ini dilakukan dengan publikasi cacat cak bagi komunitas sendiri dan minim tanda Hayat Jaya. Publikasi sedikit dan label yang tertuju di jasmani itu semata-mata bakal keperluan pertanggungjawaban kepada para donatur dan pemangku kepentingan.

Relawan psikososial yang diturunkan oleh Komunitas Jiwa Jaya Jakarta pecah dari Fakultas Pendidikan dan Bahasa dan Fakultas Psikologi Unika Semangat Jaya. Tim Kloter 1 menemukan bahwa korban gempa yang selamat tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga jejas-luka kognitif (trauma, stress dan depresi). Dimulai terbit situasi terkesiap, histeris, ganar, samar muka dan emosi destruktif tidak seperti murka dan menyesal. Relawan psikososial kontributif para korban dengan donasi dagangan dan aneka kegiatan cak bagi tiba menata sukma lebih stabil. Fokus relawan psikososial plong Kloter 2 ialah anak-anak asuh dan kaum disabilitas. (OL-14)


Source: https://mediaindonesia.com/nusantara/541402/alumni-dan-mahasiswa-unika-atma-jaya-tetap-komitmen-bantu-cianjur