Cara Membuat Tabel Histogram Dan Poligon

Menjadi cara yang melancarkan n domestik mengatur, menyusun dan meringkas sebuah data dalam pegangan adalah dengan menciptakan menjadikan distribusi frekuensi.

Tabel perputaran kekerapan

membantu dalam melihat isi dari data nan ada, mengaram kekurangan yang berakibat memunculkan dampak kurang baik untuk pengukuran alias inventarisasi data yang dimasukkan tadi.

Data yang dimasukkan ke dalam distribusi frekuensi merupakan incaran mentah, lakukan kemudian dicari hasil dari pencatatan dan pengukuran terhadap bahan tersebut. Umumnya raksasa berbunga hasil yang diketahui sangat bervariasi, peristiwa itu tergantung berpangkal kuantitas berpunca keseluruhan data yang masuk. Selain itu, pengolahan bahan yunior perlu dilakukan lebih dulu sebelum mencari risikonya.

Pengertian Distribusi Frekuensi

Sekiranya diartikan secara bahasa, distribusi frekuensi merupakan proses penyaluran frekuensi. Dalam ilmu statistika, frekuensi adalah berapa kali satu fleksibel dilambangkan menggunakan angka atau takdir. Kondisi yang dilakukan secara berulang barangkali privat lajur angka tersebut, kekerapan juga diartikan ibarat kekerapan, keseringan hingga jarang-jarang.

Perputaran frekuensi adalah kondisi yang mengilustrasikan adanya kekerapan mulai dari gejala yang unjuk berupa angka, kemudian tersalur, terbagi hingga terpancar. Pengajuan ponten dalam penunjukkan frekuensi ini boleh berupa tabel, tabel dan gambar. Hingga kemudian muncul istilah nan minimal majuh disebut, merupakan

tabulasi perputaran frekuensi
.

turned on flat screen monitor

Jenis-jenis Distribusi Frekuensi

Terdapat beberapa jenis distribusi frekuensi nan perlu diketahui, tentunya sebelum memutuskan bikin takhlik

tabel distribusi frekuensi
. Berdasarkan jenisnya, distribusi frekuensi terbagi menjadi dua yakni numerik dan kategorial. Distribusi frekuensi numerik ampuh banjar hitung dan berdiri sendiri, sementara kategorial weduk data yang sudah dikelompokkan.

Kemudian diseminasi kekerapan berdasarkan berupa dan tidaknya frekuensi, pecah itu terbentuklah dua macam yakni revolusi kekerapan totaliter dan relatif. Distribusi frekuensi absolut merupakan penyajian jumlah bilangan n domestik menyatakan suatu banyak data di dalam kelompok. Darurat relatif merupakan pengutaraan data dalam jumlah presentasi juga menyatakan banyak.

Bertambah lanjut, jenis sirkulasi frekuensi selanjutnya berdasarkan wahdah di mana pula terwalak dua jenis intern hal ini. Pertama merupakan distribusi frekuensi eceran nan dipakai untuk menunjukkan banyak data lega kelompok. Dan yang kedua adalah distribusi frekuensi kumulatif, dalam hal ini menunjuk-nunjukkan jumlah frekuensi bilang kelompok sewaktu.0

Bagian-putaran Peredaran Frekuensi

Istilah class limits
digunakan bak nilai-nilai yang membatasi antar kelas, adalah batas taruk bersumber setiap kelas. Suka-suka dua perenggan kelas, khususnya bagi data-data yang sudah diurutkan lebih dulu, digdaya takat papan bawah bawah (lower class limits) dan batas kelas atas (upper class limits). Hanya di privat kelas itu juga memiliki batasan-batasan terlampau had nyata kelas.

Batas positif kelas diketahui tidak punya korok mudahmudahan masuknya ponten tertentu dalam suatu kelas nan berbeda. Titik tengah kelas merupakan tanda yang mewakili kelas tersebut produktif kerumahtanggaan data, berikut ini bagian-bagian dari distribusi frekuensi yang perlu diketahui dan dipahami dengan tekun serta alangkah-sungguh.

  • Interval pada inferior ialah fragmen yang tugasnya merarai kelas yang satu dengan yang lainnya.
  • Strata interval kelas hingga luas kelas ditentukan oleh jarak antara riol atas inferior dengan tepi bawah kelas tersebut.
  • Kekerapan papan bawah terdiri dari banyak data yang masuk ke intern kelas tertentu pecah data yang tidak bisa dipilih secara bertepatan alias acak.

Transendental Takhlik Diagram Sirkulasi Frekuensi

Diawali dengan guri sumber akar ataupun penyebab cak kenapa

diagram distribusi frekuensi

harus dibuat, pertama yaitu kumpulan data besar bisa diringkas menjadi kian padat maupun mungil. Seseorang yang mengaryakan

tabel distribusi frekuensi

dapat melihat beberapa gambaran terkait karakteristik data, karena itulah pembuatan grafik data lampau diperlukan.

Pembuatan tabel data distribusi frekuensi bisa memperalat software usil yang sudah tersedia di era sekarang, bahkan secara otomatis dapat mewujudkan. Namun, kerumahtanggaan kejadian ini tetap harus dijabarkan tersapu prosedur dasar nan mesti diketahui sebelum membuat

tabel aliran kekerapan

dengan benar dan lain sumber akar-asalan, berikut contohnya.

  • Mengklarifikasi data, diurutkan dari nilai nan minimum kecil karena range data boleh diketahui dan mudah internal proses perincian frekuensi di setiap kelasnya.
  • Menentukan range maupun juluran maupun jangkauan, range begitu juga ponten maksimal dikurangi nilai minimal yang ada.
  • Menentukan banyaknya kelas yang mau dimasukkan, tidak boleh terlalu banyak maupun cacat dan kisarannya antara 5 dan 20.
  • Menentukan jenjang dan dempak kelas, kemudian yang keladak ialah menentukan nilai ujung bawah kelas.

Histogram, Poligon dan Kurva

Histogram yakni salah satu bagian bermanfaat dari grafik dengan teladan batang, memperlihatkan neraca horisontal yang ampuh angka-ponten data inferior. Kemudian nisbah vertikal menunjukkan skor frekuensi yang cak semau, tinggi kunarpa pada diagram ini sesuai dengan berapa nilai frekuensi. Buntang satu dan lainnya silih berpasangan, enggak memiliki jarak.

Poligon frekuensi merupakan grafik yang visualnya mempekerjakan segmen garis terhubung ke tutul yang produktif di atas sesuai dengan wahi nilai frekuensi. Frekuensi lagi menentukan titik-bintik nan dilalui garis nan meluas ke kanan, karena itu dimulai dari semula hingga intiha buram segmen garis membuat sumbu mengufuk.

Kurva distribusi frekuensi atau juga disingkat dengan kurva kekerapan memiliki sejumlah ciri-ciri, khususnya nan sudah lalu dihaluskan. Selain itu kurva ini pun memiliki sejumlah bentuk, seperti simetris, condong, bentuk huruf J atau J menjengkolet, bentuk huruf U, bimodal, multinomial dan uniform. Sejumlah bentuk dari kurva ini menunjukkan frekuensi nan berbeda-beda.

Baca juga: Signifikansi Biaya Produksi: Molekul, Varietas, dan Arketipe

Tipe-macam Distribusi Kekerapan

  • Sirkulasi Kekerapan Baku

Pertama yakni rotasi frekuensi lazim, hal yang terlazim diperhatikan dalam jenis ini berisi besaran dari frekuensi dari setiap kerubungan data nan ada. Dalam jenis ini juga diketahui bahwa ternyata distribusi frekuensi terdapat dua jenis, yakni numerik dan kategori ataupun peristiwa.

  • Distribusi Frekuensi Relatif

Digdaya nilai-skor antara frekuensi yang cak semau dengan besaran pengamatan, diseminasi frekuensi relatif menyatakan berapa banyak data yang ada dalam suatu pause atau kelompok. Cak bagi kemudian dapat diketahui dengan cara menjatah frekuensi total dengan data yang cak semau.

  • Arus Frekuensi Kumulatif

Jenis ketiga dari distribusi kekerapan ialah kumulatif, merupakan berisi jumlah frekuensi yang ditunjukkan melalui kurva dan dinamakan dengan ogif. Privat distribusi frekuensi jenis ini terletak dua macam kumulatif, mula-mula adalah sedikit dari dan yang kedua kian dari.

Terletak dua keberagaman distribusi kekerapan kumulatif, pertama disebut dengan sirkuit frekuensi kumulatif kurang berpokok. Artinya revolusi kekerapan yang sakti kuantitas berpokok frekuensi yang cak semau dengan nilai di bawah skor batas inferior suatu interval.

Kemudian yang kedua adalah persebaran kumulatif lebih bersumber, yang sakti data sirkulasi frekuensi dengan jumlah kekerapan yang nilainya lebih bermula nilai batas kelas suatu selang antara. Perbedaan kedua variasi revolusi frekuensi kumulatif ini hanya pada isi dari nilai nan cak semau.

Eksemplar: Distribusi Frekuensi Kumulatif Abnormal Dari

Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang Dari

Contoh: Distribusi Kekerapan Kumulatif Makin Dari

Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih Dari

Demikian penjelasan adapun distribusi frekuensi, mulai pecah pengertian, macam, tipe kerangka hingga hipotetis yang cak semau. Menjadi hal yang perlu dipahami dengan seksama agar setiap pemahaman dapat didapatkan,

Sampoerna University

mengajak para mahasiswa dalam proses belajar bertepatan melaksanakan praktek di dalam kelas.

Sehingga kemampuan berpikir para mahasiswa akan terasah makin cepat dan kesadaran mengenai materi pelajaran termasuk tentang arus frekuensi bisa diatasi dengan mudah. Sampoerna University menerapkan kurikulum patokan internasional, di mana para mahasiswa diajak bikin selangkah lebih maju ketimbang perguruan tinggi lainnya.

Pelajari lebih jauh terkait program penajaman, metode pengajaran dan seputar pesiaran akademik yang ada di Sampoerna University dengan mengisi data dibawah ini dan team kami akan siap menghidangkan.

Referensi
Penelitianilmiah.com – Persebaran Frekuensi

Source: https://www.sampoernauniversity.ac.id/id/tabel-distribusi-frekuensi/