Cara Membuat T Shirt Sendiri

“XXX” sering digunakan untuk menunjuk materi pornografi.

Pornografi
(berasal bahasa Yunani πορνογραφία
pornographia
— secara harafiah
tulisan tentang
atau
bentuk tentang perempuan lacur) (kadang kala kembali disingkat menjadi “porn,” “pr0n,” atau “porno“) adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku erotisme manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan menggelorakan berahi (gairah seksual). Pornografi berbeda dari erotika. Dapat dikatakan, pornografi merupakan lembaga ekstrem/udik dari erotika. Erotika sendiri yaitu penjabaran fisik mulai sejak konsep-konsep seksualitas. Kalangan industri pornografi setiap kali menggunakan istilah erotika dengan motif eufemisme hanya mengakibatkan kekalutan kesadaran di kalangan umum umum.

Pornografi dapat menggunakan bermacam ragam sarana — teks teragendakan maupun verbal, foto-foto, relief, gambar, gambar bergerak (termasuk animasi), dan suara miring seperti misalnya kritik khalayak yang bernapas berkempulkempul. Film biru menggabungkan gambar yang bergerak, pustaka erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara minor erotik lainnya, sementara majalah cinta bisa jadi menggabungkan foto dan referensi tertulis. Novel dan kisahan ringkas menyajikan wacana tertulis, terkadang dengan ilustrasi. Suatu pertunjukan sukma pun boleh disebut porno.

Istilah

Privat konotasi aslinya,
pornografi
secara verbatim berarti “coretan tentang perempuan lecah”, dari akar tunjang kata Yunani klasik “πορνη” (porne) dan “γραφειν” (graphein). Mulanya ialah sebuah eufemisme dan secara harafiah berarti ‘(sesuatu yang) dijual.’ Introduksi ini berasal berusul terbit istilah Yunani kerjakan bani adam-orang nan mencatat “pornoai”, atau pelacur-perempuan geladak terkenal atau yang memiliki kecakapan tertentu dari Yunani kuno. Pada masa maju, istilah ini diambil maka dari itu para ilmuwan sosial untuk menggambarkan pekerjaan turunan-khalayak seperti Nicholas Restif dan William Acton, nan sreg abad ke-18 dan 19 menerbitkan risalah-risalah yang mempelajari prostitusi dan mengajukan usul-usul untuk mengaturnya. Istilah ini tetap digunakan dengan makna ini internal Oxford English Dictionary sebatas 1905.

Belakangan istilah digunakan bakal publikasi segala sesuatu yang berperilaku seksual, khususnya yang dianggap berselera rendah atau tidak sopan, apabila pembuatan, penyajian maupun konsumsi objek tersebut dimaksudkan semata-mata untuk membangkitkan rangsangan seksual. Sekarang istilah ini digunakan kerjakan merujuk secara seksual segala jenis alamat tertulis alias ilustratif. Istilah “pornografi” acap kali mengandung signifikansi negatif dan bernilai seni yang rendahan, dibandingkan dengan erotika nan sifatnya lebih terhormat. Istilah eufemistis sebagaimana misalnya sinema dewasa dan video dewasa biasanya lebih disukai oleh kalangan nan memproduksi materi-materi ini.

Walaupun demikian, definisi pornografi terlampau subjektif sifatnya. Karya-karya yang umumnya diakui sebagai seni sama dengan misalnya patung “Daud” karya Michelangelo dianggap porno maka itu sebagian pihak.
[butuh rujukan]

Sekali-kali orang kembali memperlainkan antara pornografi ringan dengan pornografi terik. Pornografi ringan umumnya merujuk kepada objek-objek nan menyorongkan ketelanjangan, adegan-episode yang secara indikatif bersifat genital, ataupun mengajuk penggalan erotisme, sementara pornografi berat mengandung gambar-gambar peranti kelamin kerumahtanggaan situasi terangsang dan kegiatan seksual termasuk penetrasi. Di dalam industrinya sendiri dilakukan klasifikasi makin jauh secara informal. Pembedaan-pembedaan ini kali tampaknya enggak berarti lakukan banyak orang, tetapi definisi hukum yang tidak pasti dan standar yang farik-beda lega penyalur-penyalur yang berbeda sekali lagi menyebabkan produser membentuk opname dan penyuntingannya dengan cara yang berbeda-beda pula. Mereka pun lebih lagi lampau mengkonsultasikan film-film mereka privat versi yang berbeda-beda kepada tim syariat yang bersangkutan.

Di bilang wilayah hukum di Amerika penampilan rancangan atau film tentang turunan nan sedang membuang tinja ikut dimasukkan dalam definisi pornografi.[1]

Sejarah

Pornografi mempunyai sejarah yang pangkat. Karya seni yang secara seksual bersifat sugestif dan eksplisit setara tuanya dengan karya seni yang memunculkan gambar-buram nan lainnya. Foto-foto nan eksplisit muncul lain lama setelah ditemukannya fotografi. Karya-karya film yang minimum tuapun mutakadim menampilkan gambar-gambar telanjang maupun gambaran lainnya yang secara seksual berkarakter eksplisit.

Manusia telanjang dan aktivitas-aktivitas seksual ditampilkan kerumahtanggaan beberapa karya seni paleolitik (mis. patung Zohrah), semata-mata tidak jelas apakah tujuannya adalah membangkitkan rangsangan seksual. Sebaliknya, tulangtulangan-bentuk itu kelihatannya memiliki makna spiritual. Ada beberapa lukisan porno di tembok-tembok reruntuhan konstruksi Romawi di Pompeii. Salah suatu contoh yang menonjol yaitu rang tentang sebuah bordil nan mengiklankan beraneka macam pelayanan seksual di dinding di atas masing-masing gerbang. Di Pompeii orang pun dapat menjumpai gambaran kontol dan buah butuh nan ditoreh di arah kronologi, menunjukkan kronologi ke daerah persundalan dan hiburan, lakukan menunjukkan jalan kepada para pengunjung (lihat Seni erotik di Pompeii). Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah menemukan barang apa yang mereka yakini sebagai sebuah cerminan adapun adegan porno yang berusia 7.200 tahun yang melukiskan koteng adam yang sedang membungkuk di atas seorang pemudi kerumahtanggaan cara yang memberikan kesan suatu sangkut-paut genital. Gambaran maskulin itu diberi etiket Adonis von Zschernitz. [1]

Kunci-buku komik porno nan dikenal perumpamaan kitab kalis Tijuana mulai unjuk di AS plong perian 1920-an.

Pada paruhan kedua abad ke-20, pornografi di Amerika Sindikat berkembang dari barang apa nan disebut “majalah pria” seperti
Playboy
dan
Berbudaya Man
pada 1950-an. Majalah-majalah ini menampilkan perempuan yang telanjang maupun setengah telanjang perempuan, terkadang seolah-olah sedang melakukan masturbasi, meskipun alat vital mereka ataupun bagian-bagiannya tidak serius diperlihatkan. Namun sreg akhir 1960-an, majalah-majalah ini, nan pada masa itu juga tercantum majalah
Penthouse, start menganjurkan gambar-rang yang lebih eksplisit, dan puas akhirnya pada 1990-an, menampilkan penetrasi seksual, lesbianisme dan homoseksualitas, berahi kelompok, rancap, dan fetishes.

Gambar hidup-film porno juga damping sama usianya dengan media itu sendiri. Menurut ki akal Patrick Robertson,
Film Facts, “film panas yang paling sediakala, yang dapat diketahui sungkap pembuatannya yaitu
A L’Ecu d’Or ou la bonne auberge“, yang dibuat di Prancis pada 1908. Jalan ceritanya melukiskan seorang pasukan yang kelelahan yang menangkap gayutan dengan sendiri perempuan pelayan di sebuah pondokan.
El Satario
dari Argentina mungkin sampai-sampai makin wreda lagi. Bioskop ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912. Robertson mencatat bahwa “gambar hidup-film biru tertua nan masih ada tersimpan intern Kinsey Collection di Amerika. Sebuah sinema menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan. Gambar hidup Jerman
Am Abend
(sekitar 1910) ialah, demikian tulis Robertson, “sebuah sinema sumir sepuluh menit yang dimulai dengan sendiri perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya semenjana berhubungan seks dengan seorang laki-suami, melakukan fellatio dan penetrasi anal.” (Robertson, hlm. 66)

Banyak gambar hidup porno seperti itu nan dibuat intern dasawarsa-dasawarsa berikutnya, semata-mata karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang rata-rata umpet-umpet, pengetahuan dari film-film seperti mana itu bosor makan kali jarang diperoleh.

Mona
(juga dikenal andai
Mona the Virgin Nymph), sebuah film 59-menit 1970 umumnya diakui sebagai film porno purwa yang eksplisit dan mempunyai plot, nan diedarkan di komidi gambar-bioskop di AS. Film ini dibintangi makanya Bill Osco dan Howard Ziehm, yang kemudian membuat film biru rumit (atau ringan, terampai versi yang diedarkan), dengan anggaran yang relatif tinggi, yaitu film
Flesh Gordon.

Gambar hidup waktu 1971
The Boys in the Sand
dapat disebutkan sebagai yang “pertama” kerumahtanggaan sejumlah hal yang menyangkut pornografi. Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama nan menayangkan adegan porno homoseksual. Komidi gambar ini juga merupakan film porno pertama yang menghubungkan nama-keunggulan pemain dan krunya di layar (lamun lazimnya menggunakan keunggulan samaran). Ini pula film porno pertama yang membuat karikatur terhadap kepala karangan komidi gambar biasa (judul film ini
The Boys in the Band). Dan ini adalah komidi gambar porno kelas X pertama yang dibuat tinjauannya oleh
New York Times.

Teknologi dan pornografi

Pornografi yang diedarkan secara massal sama tuanya dengan mesin cetak sendiri. Hampir bersamaan dengan penemuan fotografi, teknik ini pun digunakan kerjakan mewujudkan foto-foto porno. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa pornografi telah menjadi kepentingan yang mendorong yang menjorokkan teknologi dari mesin cetak, melalui fotografi (foto dan bioskop) hingga video, TV satelit dan internet. Seruan-seruan untuk mengatur atau melarang teknologi-teknologi ini telah cak acap menyebutkan pornografi sebagai asal keprihatinannya.


Video: Betamax, VHS, DVD, dan format-format sreg masa depan

Sepanjang sejarahnya, kamera film juga sudah digunakan untuk membuat pornografi, dan dengan munculnya perekam kaset video rumahan, industri film panas kembali mengalami jalan meriah dan bersalin tanda jasa-tanda jasa “film dewasa” seperti Ginger Lynn, Christy Canyon, dan Traci Lords (belakangan diketahui usianya di sumber akar usia lumrah, merupakan 18 tahun, puas saat membuat sebagian ki akbar berasal film-filmnya). Orang sekarang boleh menonton film porno dengan leluasa dalam privasi rumahnya seorang, ditambah dengan sortiran yang lebih banyak cak bagi memuaskan fantasi dan fetishnya.

Ditambah dengan hadirnya kodak video yang murah, orang masa ini punya sarana untuk membuat filmnya sendiri, untuk dinikmati sendiri atau bahkan bakal dijual dan memperoleh keuntungan.

Ada yang berpendapat bahwa Sony Betamax kalah n domestik perang dimensi dari VHS (intern menjadi sistem rekam/tonton video di rumah) karena industri video sinema biru mengidas VHS ketimbang sistem Sony yang secara teknis lebih unggul. Upaya-upaya pintasan lainnya unjuk privat tulangtulangan video interaktif nan memungkinkan pengguna memilih variabel-variabel seperti kacamata kamera berganda, penutup berganda (mis. “Devil in the Flesh”, 1999), dan isi DVD untuk komputer saja.

Para pembentuk film erotik diramalkan akan memainkan peranan penting kerumahtanggaan menentukan standar DVD yang akan dating. Kelengkapan (outfit) yang segara cenderung mendukung Cakram cahaya spektakuler atau blu-ray yang memiliki kapasitas pangkat, sementara kelengkapan nan boncel kebanyakan lebih kondusif HD-DVD yang tidak begitu mahal. Menurut sebuah artikel Reuter 2004 “Industri bermilyar-milyar peso ini menerbitkan sekitar 11.000 judul dalam bentuk DVD setiap tahunnya, memberikannya fungsi yang sangat segara buat memengaruhi peperangan antara kedua keramaian studio dan perusahaan teknologi yang saling bersaing untuk menargetkan standar bikin generasi berikutnya” [2] Diarsipkan 2006-09-01 di Wayback Machine..

Manipulasi foto dan pornografi yang dihasilkan maka itu komputer

Sejumlah pornografi dihasilkan melalui manipulasi digital dalam acara-program editor susuk seperti Adobe Photoshop. Praktik ini dilakukan dengan membuat perubahan-transisi katai terhadap foto-foto untuk memperbiaki penampilan para modelnya, seperti misalnya memperlainkan cacat lega kulit, menyunting cahaya dan kontras fotonya, hingga pergantian-perubahan besar internal bentuk mewujudkan photomorph berasal makhluk-hamba allah yang lain pernah terserah sebagaimana misalnya kuntum kucing atau gambar-gambar dari para selebriti yang apalagi boleh jadi bukan pernah memberikan persetujuannya bagi ditampilkan menjadi film porno.

Kecurangan digital membutuhkan foto-foto sumur, tetapi sejumlah pornografi dihasilkan tanpa aktor manusia sekelas sekali. Gagasan tentang pornografi yang sepenuhnya dihasilkan maka dari itu komputer jinjing sudah dipikirkan sejak dini umpama salah satu distrik aplikasi yang minimal jelas untuk tabel komputer jinjing dan pembuatan gambar tiga dimensi.

Pembuatan susuk-gambar lewat komputer jinjing yang sangat realistik menciptakan dilema-dilema etika baru. Ketika tulang beragangan-gambar khayal mengenai penyiksaan ataupun pemerkosaan disebarkan secara luas, para penegak hukum menghadapi kesulitan-kesulitan tambahan bakal menuntut gambar-gambar otentik nan menyorongkan perbuatan kriminal, karena kemungkinan rang-gambar itu hanyalah gambar sintetik. Keberadaan foto-foto porno palsu dari para selebriti ogok kemungkinan cak bagi menggunakan gambar-rang liar untuk berbuat pemerasan atau mempermalukan siapapun yang difoto atau difilmkan, sungguhpun ketika kasus-kasus itu menjadi semakin sahih, pengaruhnya kemungkinan akan berkurang. Akhirnya, generasi rancangan-gambar yang terkadang berperilaku sintetik, yang tidak membordir peristiwa-hal yang sepantasnya, menantang kritik-kritik konvensional terhadap pornografi.

Hingga akhir 1990-an pornografi yang dihasilkan melalui penggelapan digital belum dapat dihasilkan dengan murah. Sreg awal 2000-an kegiatan ini semakin berkembang, ketika perangkat lunak untuk pembuatan cermin dan animasi semakin beradab dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang semakin tinggi pada komputer. Pada tahun 2004, pornografi yang dihasilkan silam komputer gambarnya melibatkan anak asuh-anak dan hubungan seks dengan dedengkot fiksi sebagai halnya misalnya Lara Croft sudah dihasilkan plong tingkat yang terbatas. Terbitan Playboy sreg Oktober 2004 menampilkan foto-foto telanjang dada pecah inisiator permainan video BloodRayne. [3]

Internet

Dengan munculnya internet, pornografi pula semakin mudah didapat. Sebagian berpokok pengusaha wirausaha internet yang minimal berbuntut adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet.
[burung rujukan]

Demikian sekali lagi foto-foto konvensional atau video porno, sebagian situs hiburan permainan video “interaktif”. Karena sifatnya internasional, internet memasrahkan wahana yang mudah kepada konsumen yang tinggal di negara-negara di mana keikhlasan pornografi dilarang terkadang oleh hukum, atau setidak-tidaknya mereka yang tidak terlazim memperlihatkan bukti usia, dapat dengan mudah mendapatkan bahan-incaran sama dengan itu berpokok negara-negara lain di mana pornografi legal ataupun bukan mengakibatkan tuntutan hukum. Lihat pornografi internet.

Biaya yang murah kerumahtanggaan penggandaan dan penyebaran data digital meningkatkan terbentuknya kalangan pribadi orang-orang nan ganti-menukar pornografi. Dengan munculnya aplikasi berbagi file
peer-to-peer
seperti Kazaa, saling-menukar pornografi telah mencapai rekor nan baru. Pornografi gratis tersedia secara habis-habisan dari para pengguna lainnya dan lain lagi terbatas pada kelompok-gerombolan pribadi. Pornografi gratis kerumahtanggaan kuantitas ki akbar di internet kembali disebarkan dengan tujuan-pamrih pemasaran, untuk menyalakan para pelanggan yang membeli program bayaran.

Sejak intiha tahun 1990-an, “porno
semenjak
mahajana
kerjakan
publik” tampaknya sudah lalu menjadi kecondongan baru. Kodak digital yang murah, perlengkapan lunak yang kian berdaya dan mudah digunakan, serta akses yang mudah ke sumber-mata air bahan porno sudah memungkinkan pribadi-pribadi bikin membuat dan menyebarkan bahan-bahan porno nan dibuat sendiri alias dimodifikasi dengan biaya yang tinggal murah dan bahkan gratis.

Di internet, pornografi sewaktu-waktu dirujuk seagai
pr0n
yaitu plesetan berpangkal
p0rn

porno
yang ditulis dengan biji nol. Riuk satu teori akan halnya asal usul ejaan ini ialah bahwa ini adalah siasat yang digunakan untuk cura tapis referensi dalam program-program pesan singkat atau ruang obrol.

Menurut Google, setiap waktu terjadi 68 juta pencarian dengan menggunakan pembukaan “porno” maupun variasinya.

Status hukum pornografi silam berlainan-selisih. Kebanyakan negara mengizinkan paling terbatas riuk suatu bentuk pornografi. Di beberapa negara, pornografi ringan dianggap tidak sesak mengganggu setakat dapat dijual di toko-toko umum atau disajikan di televisi. Sebaliknya, pornografi berat galibnya diatur ketat. Pornografi anak dianggap melanggar hukum di kebanyakan negara, dan pada umumnya negara-negara mempunyai pembatasan menyangkut pornografi yang melibatkan kekerasan alias sato.

Sebagian turunan, termaktub produser pornografi Larry Flynt dan penulis Salman Rushdie, mengatakan bahwa pornografi itu penting bagi kemandirian dan bahwa suatu masyarakat yang bebas dan beradab harus dinilai dari seberapa jauh mereka bersedia mengakuri pornografi.

Biasanya negara berusaha membatasi akses anak-anak asuh di bawah nyawa terhadap sasaran-bulan-bulanan porno berat, misalnya dengan membatasi ketersediaannya semata-mata sreg toko buku dewasa, namun melalui proyek lewat pos, lalu saluran-serokan televisi yang dapat dibatasi ibu bapak, dll. Galibnya toko-toko porno membatasi usia manusia-cucu adam yang masuk ke situ, alias kadang-kadang barang-barang yang disajikan ditutupi sebagian alias sama sekali tidak terpampang. Yang makin lazim lagi, penyebaran pornografi kepada anak-anak di pangkal umur dianggap melanggar hukum. Sahaja banyak dari propaganda-usaha ini ternyata bukan kaya membatasi kesiapan pornografi karena akses yang sepan terbuka terhadap pornografi internet.

Pornografi dan syariat di heterogen negara di bumi

Pornografi di Indonesia

Incaran pornografi diperkirakan telah masuk ke Nusantara paling lambat pada abad ke-17, dibawa oleh pedagang-pedagang dari Belanda karena ketidaktahuan pelimbang masa itu mengenai selera pemukim setempat.[2]
Pornografi di Indonesia adalah haram, tetapi penegakan hukumnya lemah dan interpretasinya lagi tidak sama berbunga zaman ke zaman. Puas 1929 diputar di Jakarta bioskop Resia Boroboedoer yang menampilkan untuk pertama kalinya adegan ciuman dan seragam renang. Film ini dikecam oleh pengamat budaya Kwee Tek Hoay nan menganggapnya tidak pantas ditonton.

Pornografi di sejumlah negara enggak

  • Amerika Perseroan: Incaran-bulan-bulanan porno berat legal pada tingkat Federal kecuali bila menetapi uji Miller tentang ketidakpantasan, yang sangat pelik. Pornografi momongan yang menyajikan gambaran tentang anak-anak asuh yang khusyuk terkebat n domestik tindakan-tindakan seksualitas maupun yang berpose dalam penampilan nan porno adalah ki kebusukan. Tuntutan terhadap pornografi alias toleransinya sangat berbeda-beda mulai sejak satu negara bagian ke negara babak lainnya dan berusul kota ke ii kabupaten. Materi-materi/tindakan-tindakan tertentu dikeluarkan sendiri dari bahan porno legal. Alamat-alamat porno tidak boleh diberikan kepada orang yang berusia rendah semenjak 18 masa maupun di beberapa daerah, 21 musim. Beberapa upaya buat membatasi pornografi di internet telah dibatalkan oleh perbicaraan; lihat: Pornografi internet.
  • Australia: Peraturan diperketat di bawah tadbir John Howard, sekadar pornografi masih memadai mudah diperoleh. Lihat Sensor di Australia. Bahan-bahan porno dapat dibeli dan disewa di Wilayah Paksina dan ACT, dan tidak boleh mengandung kekerasan, menyalahgunakan anak asuh maupun menganjurkan gambaran nan merendahkan harga diri. Berbagai ragam negara fragmen mempunyai undang-undang tentang pornografi, tetapi dengan tulisan bahwa ada banyak toko dewasa di masing-masing negara penggalan dan negeri nan dapat menjual atau menyewakan bahan-bahan yang bersifat porno. Secara teknis menjual korban-alamat porno illegal di Queensland, cuma memilikinya bukan dianggap haram.
  • Austria: Bahan-bahan nan “membahayakan cukup umur ” atau bahan-mangsa yang merendahkan status manusia tak boleh dipamerkan alias dijual kepada cucu adam-orang yang berusia invalid semenjak 18 tahun. Bugil bukan dianggap termasuk mangsa serupa ini.
  • Belanda: Undang-undang yang sangat liberal. Dijual secara terbuka di kancah-panggung penjualan harian dan majalah. Bestiality dinyatakan terlarang selepas dikeluarkannya undang-undang kesejahteraan fauna yang baru.
  • Brasil: Pornografi anak adalah karas hati. Pornografi biasa (enggak termasuk perikatan genital dengan hewan) konvensional. Para aktor lanang di film-film tempatan harus mengenakan kondom dalam babak-adegan penetrasi. Semua anak komidi harus berusia minimum 18 tahun. Bila dijual di kancah-tempat umum, majalah dan sampul DVD yang menampilkan alat kelamin harus disembunyikan bersumber pemandangan masyarakat. Objek pornografi manapun hanya boleh dijual kepada orang yang berumur minimal 18 tahun.
  • Britania Raya: Bahan-bahan porno berat dilarang sebatas 1999, momen kesulitan-kesulitan galengan perdagangan sehubungan dengan keanggotaan Peguyuban Eropa menjamin arus nan relatif adil berpokok barang-produk begitu juga itu bikin kebutuhan pribadi sekadar. Video R18 hanya tersaji kerumahtanggaan toko-toko seks yang mempunyai izin spesifik, cuma majalah-majalah porno pelik tersedia di penjual-penjual suratkabar dan majalah di sejumlah tempat. Pornografi dalam bentuk goresan semata-mata tidak pernah dituntut sejak pengadilan
    Inside Linda Lovelace
    pada 1976. Kementerian Dalam Distrik berencana untuk memperkenalkan undang-undang yang melarang pornografi dengan kekerasan.
  • Bulgaria: Bahan porno musykil “tidak dinasihatkan” cak bagi diedarkan kepada orang-orang yang berusia di radiks 18 hari. Incaran porno ringan jarang disensor, lebih lagi oleh stasiun-stasiun TV pemerintah. Majalah-majalah dan koran-surat kabar porno semakin banyak beredar sejak jatuhnya komunisme plong awal 1990-an. Karena ekonomi yang bukan stabil, plong akhir 1990-an hanya segelintir penerbit yang bertahan.
  • Denmark: Larangan terhadap literatur porno dicabut lega 1966. Pada 1969 Denmark menjadi negara mula-mula di dunia yang melegalisasikan porno berat.
  • Jerman: Pornografi momongan dilarang. Meskipun hukum mendefinisikan anak misal orang yang berusia di bawah 14 tahun, alamat porno tak bisa melibatkan makhluk yang berusia di sumber akar umur 18 periode. Pornografi berat (nan terkait dengan kekerasan dan satwa) enggak boleh dibuat atau didistribusikan; pemilikannya diizinkan. Porno berat dibatasi kepada pembeli berusia 18 tahun alias bertambah. Bila sebuah toko bisa dimasuki anak mungil, bahannya tidak boleh dipampangkan dan cuma bisa dijual dengan mengendap-endap dan dengan petisi partikular. Abolisi orang tua renta partikular dibutuhkan bikin memperlhiatkan materi porno susah kepada anak-anak mereka dengan tujuan pendidikan. Syariat mendefinisikan pornografi bak porno berat, jadi segala sesuatu nan lainnya lain dibatasi.
  • Hong Kong: Ilegal bila dijual ataupun diperlihatkan kepada momongan-momongan dibawah umur 18 tahun, atau bila dipamerkan kepada umum (kecuali internal tempat terbatas dan hanya terlihat di privat “sebuah galeri seni maupun museum yang bonafide”), alias bila diterbitkan tanpa sepenuhnya dibungkus tanpa peringatan nan “dengan mudah terbantah” yang menyatakan bahwa bulan-bulanan yang terkandung siapa bisa membentuk sosok tersinggung dan bukan boleh diberikan kepada mereka yang di bawah atma.[4]
  • Hongaria: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak asuh under 18 of umur. Mendemonstrasikan organ kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan.
  • Irlandia: Ilegal hingga pertengahan tahun 1990-an.
  • India: Pornografi terlarang dan mendapatkan sanksi hukuman. Namun, penegakan hukum sangat lemah dan bahan-bahan porno mudah tersedia.
  • Israel: Ilegal bikin orang-turunan berumur di sumber akar 18 perian, meskipun hukum jarang diberlakukan. Pornografi n domestik segala bentuknya dapat ditemukan di tempat-medan penyewaan video (teragendakan mesin penjual video). Terserah toko-toko Israel yang khusus cak memindahtangankan pornografi, serta sejumlah perusahaan yang memproduksi porno Israel. Karena pornografi anak asuh hampir-damping tidak mendapatkan perhatian umum ataupun pemerintah masalah ini dapat dikatakan sebagai bentuk porno satu-satunya yang ilegal. Eceran polisi Israel bagi kejahatan komputer jinjing cekut langkah-awalan ekstrem terhadap hal itu, tersurat pendayagunaan sensor internet dan pembobolan sistem.
  • Jepang: Sebagaimana di Eropa, foto bugil resmi ditampilkan dalam alat angkut umum. Pada tahun 1970-an dan 1980-an, dilarang keras memperlihatkan rambut kemaluan ataupun peranti kelamin manusia dewasa. Tulang beragangan-bagan rambut genitalia pada majalah-majalah impor umumnya akan dirobek, dan sampai-sampai video-video nan paling eksplisit pun tak akan memperlihatkannya. Sejak sekitar 1991, para penerbit buku foto berangkat menantang larangan ini sehingga bulu aurat kini layak masin lidah publik. Rancangan-gambar berbunga jarak akrab (close-up) terhadap alat kelamin konsisten dilarang. Sreg 1999, pemerintah memberlakukan undang-undang yang melarang foto-foto dan video anak-momongan yang telanjang, yang sebelumnya cukup biasa ditampilkan di alat angkut umum. Manga dan anime pada umumnya tetap tidak diatur, meskipun penerbit-penerbit besar menumpu mengamalkan penapisan diri bakal menjauhi ruang masuk kelompok-kerubungan khalayak tua bangka.
  • Kanada: Undang-undang berlainan-beda berpangkal kawasan ke provinsi, namun penjualan kepada orang berusia di sumber akar 18 musim (batas roh berbeda-cedera menurut provinsi) umumnya dilarang. Lazimnya bahan dijual di toko-toko dewasa, meskipun tidak suka-suka undang-undang spesifik yang mengatak distribusinya. Pabean Kanada diberikan wewenang buat menghentikan pemasukan bahan-bahan yang dilarang menurut undang-undang ketidakpantasan; banyak toko anak kunci homoseksual dan lesbian menuntut bahwa peraturan ini diberlakukan secara diskriminatif terhadap barang-barang porno bakal sensualitas sebangsa. Beberapa stasiun TV kembali sudah menyiarkan sinema-gambar hidup porno ringan setelah lalu tengah lilin lebah. Pornografi anak liar, meskipun sebuah keputusan Mahkamah Agung Kanada yang kontroversial yunior-bau kencur ini tentang hoki privasi sangat memengaruhi usaha pemerintah bakal melacak dan menyitanya. Lihat sekali lagi Sensor di Kanada.
  • Kolombia: Pornografi anak dilarang di sumber akar konstitusi bau kencur. Pemasarannya diatur dengan ketat. Kebanyakan bahan dijual di pasar haram. Bogota mempunyai sekurang-kurangnya 300 medan di mana pornografi (porno berat) boleh diperoleh secara stereotip.
  • Malaysia: Ilegal, saja penegakan hukum dahulu lemah.
  • Meksiko: Palsu bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah hidup 18, tetapi penegakan syariat langlai.
  • Norwegia: Target-incaran porno berat sudah lama secara de jure bawah tangan, tetapi pada praktiknya legal, artinya, ilegal untuk membuat, mendistribusikan dan cak memindahtangankan, belaka formal untuk memilikinya. Anak adam boleh membelinya misalnya di luar negeri, lewat internet, atau menerobos TV satelit. Suka-suka pula sejumlah toko porno nan gelap, khususnya kota-kota yang lebih segara. Bikin menepati tuntutan-aplikasi hukum, para pengedit majalah-majalah, saluran TV domestik dan TV kabel erotik mengeruhkan
    organ-organ seksual nan mengamalkan aktivitas
    galibnya dengan menggunakan segi empat hitam, dll. Saja, pasca- Majelis hukum Agung pada 7 Desember 2005 secara bulat mengkhususkan koteng wadah editor majalah karena menerbitkan porno berat yang tidak ditutupi pada 2002, dipahami bahwa porno berat tercetak tak pula terlarang, dan diharapkan bahwa majalah-majalah porno akan dapat dijual secara terbuka di toko-toko awam. Belum jelas apakah keputusan Pidana Agung akan memengaruhi film atau TV. (Semata-mata teradat dicatat bahwa menggambarkan kegiatan-kegiatan seksual yang mengikutsertakan anak-anak, binatang, nekrofilia, pemerkosaan, maupun dengan menggunakan kekerasan tunak haram.) [5], [6], [7]
  • Prancis: Pornografi yang tinggal mumbung kekerasan maupun habis ilustratif (sangat jelas) diberi peringkat X, dan hanya boleh diperlihatkan di bioskop-komidi gambar tertentu. Bahan-incaran ini enggak bisa dipampangkan kepada momongan-anak. Pornografi dikenai pajak spesial (33% cak bagi film-film peringkat X, 50% untuk peladenan porno online). Sistem peringkatnya kontroversial; misalnya, pada 2000, film
    Baise-moi
    yang secara seksual eksplisit dan penuh kekerasan pertama diberi peringkat sekadar “terbatas” maka itu pemerintah Prancis, tetapi klasifikasi ini dibatalkan oleh keputusan
    Conseil d’État
    (Dewan Negara) berdasarkan tuntutan yang diajukan oleh institut-perkumpulan yang kontributif agama Serani dan nilai-poin keluarga.
  • Tiongkok: Baru-baru ini melegalkannya, majalah-majalah dewasa dijual kepada umum, meskipun isi aturannya secara khas tidak diketahui.
  • Rusia: Produksi dan peredaran secara eksplisit dilarang, tetapi Duma negara penggalan telah berkali-kali gagal cak bagi mengesahkan undang-undang yang mengatur bahan-bahan porno, sehingga status dari galibnya materi lain jelas.
    De jure
    semua pornografi diizinkan (termasuk porno anak-anak), tetapi
    de facto
    ada sejumlah batasan tentang di mana bahan-target itu dapat dijual. Kombinasi seksual dengan fauna dan pornografi anak-anak de facto dilarang. Majalah-majalah erotik dijual secara membengang, biasanya lain menampilkan puting tetek dan daerah rambut aurat di sampulnya. Umumnya materi difilmkan di Saint-Petersburg; di sana hukum mendefinisikan pornografi seumpama materi-materi termasuk pemerkosaan, bestiality, nekrofilia alias pornografi anak, sehingga semua target lainnya tergolong erotika legal.
  • Singapura: Ilegal, terjadwal penerbitan ringan seperti Playboy.
  • Slovenia: Gelap bila dijual ataupun diperlihatkan kepada anak-anak yang berumur kurang dari 18 tahun. Mempertunjukkan radas kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan.
  • Swedia: Incaran yang melibatkan dabat de-facto normal doang dikenai undang-undang kesentosaan binatang. Boleh ditonton oleh mereka nan berusia minimal 18 tahun, tidak terserah batas untuk majalah. Orang berumur di dasar 18 musim dilarang bermain dalam film-film buatan Swedia.
  • Swiss: Legal, dikenai sejumlah perkecualian: penjualan atau memperlihatkan kepada orang-orang berusia di bawah 16 musim ataupun kepada penonton nan enggak menyetujuinya bisa dikenai siksa denda atau interniran hingga tiga waktu. Hukuman yang seimbang dapat dikenakan untuk pemilikan, penjualan, impor, dll. terhadap materi pornografi anak, bestiality, pengeluaran cirit atau tindakan-tindakan kekerasan. Suka-suka perkecualian buat pornografi apabila mengandung nilai-nilai budaya maupun ilmiah. Tatap Ayat 197 Undang-undang Pidana.
  • Taiwan: Palsu bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di dasar usia 18 tahun. Memampangkan kemaluan plong sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan.
  • Turki: menjual kepada momongan-anak asuh di pangkal 18 tahun haram.
  • Vietnam: Ilegal. Penegakan syariat eklektik. Menurut undang-undang, pornografi merusakkan nilai-nilai tolok Vietnam. [8] Diarsipkan 2006-08-19 di Wayback Machine.
  • Yunani: Majalah-majalah ringan, takwim, dan kartu permainan dijual secara terbabang di kios-kios tepi jalan dan di toko-toko wisata. Pornografi yang radikal atau habis jelas rata-rata dibatasi sekadar dijual di toko-toko dewasa. Kini lazimnya kios di Athena memampangkan majalah-majalah dan DVD porno sukar.
  • Thailand cak memindahtangankan kepada momongan-anak asuh di bawah 18 tahun palsu.

Lihat pula

  • Daftar subgenre pornografi
  • Kekosongan, porno, dan poker
  • Pornografi wanita
  • Pandangan agama tentang pornografi
  • Rang Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi

Karangan suku


  1. ^

    Undang-Undang Kriminal Arizona

  2. ^

    Ijzerman W. 1926. Hollandsche prenten als handelartikel te Patani in 1602. cit. Vlekke B. 2008. Nusantara:Rekaman Indonesia. KPG Gramedia.

Pranala asing

  • Patrick Robertson:
    Gambar hidup Facts, 2001, Billboard Books, ISBN 0-8230-7943-0
  • Asacp.org Asosiasi situs nan menyampaikan pelestarian anak —
    Organisasi situs dewasa yang menjurus pornografi anak.
  • (Indonesia)
    Pornografi, dan Kekerasan Seksual di Sarana, Diakses 3 Januari 2008.

Komentar

  • “About Porn” Tinjauan mengenai topik yang memuakkan ini sreg 2 Februari 2005

Berita

  • (Inggris)
    “Google bersalah karena menyisihkan gambar-gambar porno privat format kecil.” Diarsipkan 2006-04-07 di Wayback Machine. RealTechNews, 21 Februari 2006
  • (Inggris)
    “FBI assembling porn squad” Washington Post, 20 September 2005
  • (Inggris)
    “Archaeologist finds ‘oldest porn statue'” oleh Krysia Diver,
    The Guardian, 4 April 2005
  • (Inggris)
    Berkowitz, Ben: Memikul Porno Mendorong Teknologi DVD Diarsipkan 2006-09-01 di Wayback Machine., Reuters, 2004.
  • (Inggris)
    Sim Sex Not So Scintillating
    Wired Magazine, 7 Juni 2004 –Mencakup ringkasan terinci tentang permainan Hentai dan ceratai rendahnya tingkat penjualannya di AS
  • (Indonesia)
    Inul, Nurnaningsih, dan Marilyn Monroe
  • (Indonesia)
    Selamat Tinggal Generasi Nurnaningsih!
  • (Indonesia)
    Mereka yang Berani Beradegan Sensual
  • (Indonesia)
    Acara Libido Nomplok Sekali lagi

Advokasi

  • (Inggris)
    Daya Andrea Dworkin tentang pornografi: Men Possessing Women Pusat klasik feminis tentang pornografi
  • (Inggris)
    Bentrok-Porn resource Center Sebuah daftar nan jenjang kebal sumber-sumber advokasi anti-pornografi
  • (Inggris)
    Kajian feminis adapun Playboy maka itu Linnea Smith
  • (Inggris)
    Mitos Porno: Advokasi anti porno dari desainer Falak-shirt feminis “one angry girl”
  • (Inggris)
    Koalisi Melawan Perdagangan Nona (CATW) – daftar perigi-perigi mengenai industri seks (terutama terpusat sreg pelacuran)
  • (Inggris)
    Pornografi dan Kekerasan Genital oleh Robert Jensen
  • (Inggris)
    Situs Diana Russell Pornografi laksana penyebab pemerkosaan Diarsipkan 2006-03-02 di Wayback Machine. berasal kancing Diana Russell.
  • (Inggris)
    Katarsis dan Pornografi Diarsipkan 2006-03-02 di Wayback Machine. – Pornografi mencegah pemerkosaan
  • (Inggris)
    Pornografi menolong dayang, awam
  • (Inggris)
    Hustling
    Kelompok Kiri
  • (Inggris)
    Remaja, Pornografi, dan Internet Diarsipkan 2006-09-01 di Wayback Machine. makanya Dick Thornburg dan Herbert S. Lin, pengedit

Pemerintah

  • (Inggris)
    Manifesto Penutup Komisi Jaksa Agung tentang Pornografi. Juli 1986 U.S. Department of Justice, Washington D.C. 20530.
  • (Inggris)
    Pemanfaatan Anak asuh dan Bagian Pornografi tentang pornografi anak
  • (Inggris)
    Kutchinsky, Berl, Profesor Kriminologi: Undang-undang mula-mula yang mengesahkan pornografi Diarsipkan 2005-11-08 di Wayback Machine. (Denmark)

Sosiologi

  • (Inggris)
    Beck, Marianna Ph.D., “The Roots of Western Pornography
    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]

    “, part 2
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]

    , sejarah pornografi di Barat.
  • (Inggris)
    Diamond, M. dan Uchiyama, A: Pornografi, Pemerkosaan dan Kejahatan Seks di Jepang, International Journal of Law dan Psychiatry 22(1): 1-22 (1999). Laporan bahwa peningkatan yang penting dari tersedianya pornografi di Jepang diikuti dengan penerjunan dalam kejahatan seks, sesuai dengan temuan-temuan serupa di negara-negara lain.
  • (Inggris)
    Makalah Diarsipkan 2006-03-04 di Wayback Machine. “Moralitas dalam Media” dengan beberapa sumber yang memperlihatkan bahwa ada hubungan antara kejahatan dengan pornografi.
  • (Inggris)
    Artikel:Pornografi dan Sensor
    dalam: Stanford Encyclopedia of Philosophy
    [
    pranala purnajabatan permanen
    ]



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Pornografi