Cara Membuat Struk Transfer Palsu

A.
Denotasi BMT

BMT (Baitul Maal wat Tamwil) atau kutub kata Balai Usaha Mandiri Terpadu adalah susuk keuangan mikro yang dioperasikan dengan prinsip lakukan hasil, menumbuh kembangkan membahu usaha mikro dan mungil, internal rangka mengangkat derajat dan pamor serta membela kepentingan kabilah fakir miskin.

Secara pola, BMT memiliki dua fungsi:

·
Baitut Tamwil

(stanza = rumah,at-tamwil = pengembangan harta) mengamalkan kegiatan peluasan propaganda-usaha fertil dan investasi dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil terutama dengan  menolak kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonominya.

·
Baitul Maal

(stanza = kondominium,maal= harta) menerima titipan dana Zakat, Infaq dan Shadaqah serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan qanun dan amanahnya.

B.
Visi, Misi, Pamrih, Dan Usaha Bmt

·Visi BMT

Visi BMT yakni mewujudkan kualitas  masyarakat di seputar BMT yang selamat, damai dan sejahtera dengan mengembangkan  lembaga dan usaha BMT dan POKUSMA (Program Kerumunan Propaganda Muamalat)  nan maju berkembang, terpercaya, aman,  nyaman, transparan, dan berkehati-hatian.

·Misi BMT

Misi BMT merupakan  berekspansi POKUSMA (Program Kelompok Usaha Muamalat) dan BMT nan maju berkembang, terpercaya, aman,  nyaman, transparan, dan berkehati-hatian sehingga terkabul kualitas  mahajana di sekeliling BMT yang selamat, akur dan sejahtera.

·Maksud BMT

BMT bertujuan membuat semangat keluarga dan publik di seputar BMT yang selamat, berbaik dan sejahtera.

·Operasi
BMT

Untuk menyentuh visi dan pelaksanaan misi dan tujuan BMT, maka BMT melakukan kampanye-aksi :

a.    meluaskan kegiatan simpan pinjam dengan prinsip bagi hasil/syariah;

b.    melebarkan lembaga dan dagang Kelompok Persuasi Muamalah merupakan kelompok simpan pinjam yang khas binaan BMT.

c.    jika  BMT telah  berkembang  cukup mapan, memprakarsai pengembangan fisik usaha sektor riil dari POKUSMA –POKUSMA  sebagai badan usaha pendamping  memprakarsai  ekonomi konkret  rakyat kecil  di wilayah kerja BMT tersebut yang manajemennya  terpisah sama sekali bersumber BMT;

d.   mengembangkan jaringan kerja dan jaringan bisnis BMT  dan sektor aktual mitranya sehingga menjadi laskar semut yang tangguh sehingga berbenda mendongkrak kepentingan ekonomi bangsa Indonesia;

C.Prinsip Operasional BMT

a.
Penumbuhan

ð  Tumbuh dari masyarakat koteng dengan dukungan tokoh masyarakat, orang berada (aghnia) dan Gerombolan Usaha Muamalah (POKUSMA) yang ada di daerah tersebut.

ð  Modal sediakala dikumpulkan dari para pendiri dan POKUSMA dalam buram Stok Sentral dan Tandon Pokok Khusus.

ð  Jumlah pembina paling 20 cucu adam.

ð  Guri sebaran kewargaan nan lestari sehingga BMT tidak dikuasai oleh perseorangan dalam jangka pangkat.

ð  BMT adalah lembaga memikul, membuat keuntungan, semata-mata juga punya komitment yang kuat cak bagi membela kaum yang langlai dalam penanggulangan kemiskinan, BMT mengurus dana Maal.

b.
Profesionalitas

ð  Pengelola profesional, bekerja penuh waktu, pendidikan S-1 paling D-3, mendapat habuan pelatihan penyelenggaraan BMT makanya PINBUK (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) 2 minggu, memiliki komitmen kerja penuh waktu, mumbung hati dan perasaannya bikin mengembangkan menggalas dan lembaga BMT.

ð  Ulem bola, aktif  membaur di publik,

ð  Pengorganisasi profesional berlandaskan sifat-sifat: amanah, siddiq, tabligh, fathonah, shabar dan istiqomah

ð  Beralaskan sistem dan prosedur: SOP (Standar Operasional Prosedur), Sistem Akuntansi yang sepan.

Bersedia mengikat kerjasama dengan PINBUK (Sendi Pengeraman Niaga Kampanye Kecil) cak bagi mengakui dan membayar (secara cicilan)

ð  Jasa manajemen dan teknologi butir-butir (terjadwal on-line system).

ð  Pengurus mampu melaksanakan maslahat pengawasan yang efektif.

ð  Akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan

c.
Prinsip Islamiyah

ð  Menerapkan cita-cita dan poin-nilai Islam (salaam: keselamatan berkeadilan, kedamaian dan kesejahteraan) dalam hidup ekonomi mahajana banyak;

ð  Akad nan jelas,

ð  Rumusan sanjungan dan sanksi nan jelas dan penerapannya nan tegas/lugas

ð  Berpihak pada yang lenyai,

ð  Program Pengajian/Penguatan Ruhiyah nan terintegrasi dan berkala secara per-sisten bagaikan putaran dari program tazkiah Da’i Fi-ah Qaliilah (DFQ).

D.
Sistem Operasional BMT

a.
Pola Tabungan dan Pembiayaan

1)   Pola Tabungan

Tabungan atau simpanan dapat diartikan sebagai pesanan murni berpangkal orang atau badan kampanye kepada pihak BMT. Jenis-diversifikasi tabungan/simpanan adalah bagaikan berikut:

·      Tabungan langkah qurban;

·      Tabungan pendidikan;

·      Tabungan ancang untuk pertalian;

·      Tabungan ancang kerjakan melahirkan;

·      Tabungan naik haji/umroh;

·      Cadangan berjangka/deposito;

·      Simpanan unik lakukan kelahiran;

·      Sediaan sukarela;

·      Sediaan perian tua;

·      Stok aqiqoh.

2)   Pola Pembiayaan

Pola pembiayaan terdiri pecah kerjakan hasil dan jual beli dengan mark up (tambahan atas modal) serta pembiayaan non profit.

·      Bagi Hasil

ð
Musyarakah,
 adalah satu sekutu antara dua pihak ataupun lebih internal suatu kiriman dimana tiap-tiap pihak berwajib atas barang apa keuntungan dan bertanggung jawab atas barang apa kegeruhan nan terjadi sesuai dengan penyertaannya sendirisendiri.

ð
Mudharabah,
 adalah serikat dagang antara dua pihak dimana pihak permulaan (shahib al kebajikan) menyediakan dana dan pihak kedua (mudharib) bertanggung jawab atas pengelolaan usaha. Keuntungan dibagikan sesuai dengan perimbangan laba yang telah disepakati bersama terlebih dahulu di depan. Manakala rugi, shahib al amal akan kesuntukan sebagian honorarium dari kerja keras dan eksekutif skill selama antaran berlantas.

ð
Murabahah,
 adalah pola jual beli dengan mengupah tangguh, sekali bayar.

ð
Muzaraah,
 adalah dengan memberikan l kepada si produsen untuk ditanami dan dipelihara dengan imbalan babak tertentu (prosentase) bermula hasil panen.

ð
Musaaqot,
 adalah rancangan yang makin sederhana dari muzaraah dimana sang penggarapnya bertanggung jawab atas penyiraman dan proteksi. Sebagai imbalan si penggarap berwenang atas perbandingan tertentu pecah hasil panen.

·      Dagang dengan Mark Up(Tambahan Atas Modal)

ð
Bai Bitsaman Ajil (BBA),
 adalah proses dagang dimana pembayaran dilakukan secara kian dahulu dan penyerahan komoditas dilakukan kemudian.

ð
Bai As Salam,
 proses dagang dimana pembayaran dilakukan bahkan dahulu dan pembayaran barang dilakukan kemudian.

ð
Al Istishna,
 merupakan kontrak order yang ditandatangani bersamaan antara pemesan dengan pelaksana bikin pembuatan jenis barang tertentu.

ð
Ijarah atau Sewa,
 adalah dengan memberi penyewa untuk cekut pengusahaan dari media barang sewaan bakal jangka waktu tertentu dengan imbalan nan besarnya telah disepakati bersama.

ð
Bai Ut Takjiri,
 merupakan satu kontrak carter yang diakhiri dengan penjualan. Internal kontrak ini pembayaran sewa sudah diperhitungkan sedemikian rupa sehingga padanya ialah pembelian terhadap produk secara berangsur.

ð
Musyarakah Mutanaqisah
, yakni kombinasi antara perundingan dengan ijarah (perkongsian dengan kontrak). Kerumahtanggaan kontrak ini kedua belah pihak nan berkongsi melibatkan modalnya masing-masing.

b.
Pembiayaan Non Profit

Sistem ini disebut pula pembiayaan darmabakti. Sistem ini lebih berperilaku sosial dan tidak profit oriented. Dalam BMT pembiayaan ini camar dikenal dengan Qard yang bertujuan untuk kegiatan produktif nan secara aplikatif penunggak dana hanya terbiasa membalas modal yang dipinjam dari BMT apabila sudah lalu habis masa, yang karuan dengan bilang criteria UMK yang harus dipenuhi.

E.
Cara Kerja BMT

a.         Pendamping atau beberapa pemrakarsa yang mengetahui BMT menyampaikan dan mengklarifikasi ide atau gagasan itu kepada rekan-rekannya, termasuk segala itu BMT, visi, misi, pamrih dan propaganda-usahanya nan mulia itu. Sehingga jumlah biang kerok bisa bertambah, jadi 2, 5, 10 dan seterusnya nan dalam waktu tertentu akan menjejak lebih dari 20 orang.

b.         Duapuluh orang atau lebih pemrakarsa itu bersepakat mendirikan BMT di desa, kecamatan, pasar, mesjid atau apapun lingkungan itu dan bersepakat mengumpulkan modal tadinya kaidah BMT.

c.         Modal awal tidak harus sama jumlahnya antar pemrakarsa, satu yang lain bisa berbeda besarnya (cak semau yang Rp. 100.000.-, Rp. 500.000.-, Rp. 1.000.000.-, Rp. 5.000.000.- dsb dan dapat dilunaskan secara cicilan) , asal namun sampai ke total yang pas misalnya Rp 20 – Rp. 30 juta (untuk di desa boleh Rp 10 – 20 juta).

d.        Induk bala takhlik rapat bikin memilih Pengurus BMT, misalnya Ketua dan Wakil Majikan, Sekretaris, dan Bendahara. Jika diperlukan dapat menggotong Dewan Syariah, namun ini biasanya diangkat sehabis BMT melanglang sejumlah tahun.

e.         Pengurus BMT mendampilkan dan merekruit Pengelola/ Tata BMT, tiga sosok, sebaiknya sudah lalu punya pendidikan S-1, penduduk di mileu itu, bersifat siddiq, tabligh, amanah, fathonah. Calon Pengelola  dalam masa tertentu diberikan bacaan bagi harus benar-benar menguasai visi, misi, tujuan dan kampanye-manuver BMT,  memiliki keinginan nan keras untuk berekspansi BMT, dengan seberinda waktu, sepenuh hati, bersedia siang dan malam cuma memikirkan ikhtiar-ikhtiar bagi berekspansi BMT sebagai ibadah plong Yang mahakuasa SWT.

f.          Pengurus BMT menghubungi PINBUK dan/alias ABSINDO (Asosisasi BMT se Indonesia) setempat (Kabupaten/ Kota/Propinsi) meminta hendaknya memberi pelatihan pada favorit Pengorganisasi BMT tersebut (biasanya 2 minggu pelatihan dan magang)

g.         Setelah dilatih, dengan berbekal modal awal pengelola mendedahkan kantor dan menjalankan BMT, dengan giat menggelorakan simpanan masyarakat dan menyerahkan pembiayaan (istilah Bank : biji) puas usaha mikro dan boncel di sekitarnya;

h.         Pembiayaan pada gerakan mikro dengan bagi hasil; bakal hasil disampaikan kepada BMT sesuai dengan akad;

i.           Dari lakukan hasil ini, organisator membayar honor sreg pengelola sedapatnya (secara bertahap, mengembung), sewa kantor, elektrik, ATK dll.

j.Yang minimum pentingadalah bahwa berpunca lakukan hasil ini, pengelola membayar pula buat hasil kepada penyimpan dana, diusahakan bertambah segara sedikit berasal rente uang seandainya penyimpan menyimpannya di bank konvensional; dengan demikian akan terdapat dorongan material bagi penyimpan bikin menyimpan dananya di BMT, selain memimpikan pahala dan ridha terbit Allah SWT.

k.         Dengan memberikan bikin hasil pada penyimpan dan penjelasan yang tepat akan halnya visi, misi, maksud dan propaganda-usaha  BMT, perbendaharaan BMT akan semakin makin, diimbangi dengan pembiayaan pada manuver mikro dan kecil semakin banyak dan lancar. BMT akan semakin maju dan berkembang.

F.
Janjang Mandu BMT

1.    Pemprakarsa dan Pendamping menyiapkan diri (menginfaqkan waktu, pemikiran dan semangat) .

2.    buat menjadi motivator kaidah BMT.  Pemrakarsa dan asisten terlebih dahulu mengetahui dan  memahami isi dan falsafah (visi, misi, maksud, usaha dll) yang fertil di belakangnya.  Dan n domestik memilih unggulan-calon pendiri BMT landasannya yaitu solider keropok (solidaritas kelompok) dilandasi maka itu karsa beribadah dan sangkut-paut islamiyah (ukhuwwah islamiyah), kesetiakawanan, spirit untuk membela khasiat bersama masyarakat kecil (pengusaha mikro), orang miskin setempat.

     Motivator dan ajun didampingi tokoh pemrakarsa, misalnya atasan desa atau aparat desa yang bukan membuat daftar para tokoh umum yang berpotensi untuk berperan serta dalam mendirikan BMT sebagai halnya: pengurus atau aktifis-aktifis pecah rancangan-lembaga masyarakat, ormas-ormas Selam, lembaga pendidikan agama, lembaga amal kampanye ormas manapun, ICMI, MUI, Dewan Masjid Indonesia, IPHI, Instruktur Agama Islam, Da’i Cukup umur, Tubuh Pengharmonisan Pemuda dan Akil balig Surau Indonesia (BKPRMI), Persaudaraan Muslimin Indonesia, organisasi-organsasi masyarakat Selam, Karang Taruna, Yayasan dan LSM setempat, dan yang bertambah signifikan adalah juga para aghnia atau hartawan setempat.

3.    Setelah ide ini berkembang dan direspon maka itu 4 – 5 orang pengorganisasi/motivator, maka carilah dukungan tambahan yang lebih lautan misalnya terbitTokoh Publik sepertiImam Surau, atauUlama yang paling disegani di seputar daerah itu, dan dari pejabat yang dituakan sama denganPak Temperatur, Kelongsong Camat maupunKelongsong Lembah,POKUSMA. Mintalah waktu kerjakan beranjangsana, kunjungilah secara spontan Tim motivator cak bagi menyakinkan kamu-kamu itu pada visi, misi, tujuan, usaha, cara kerja dan ide pendirian BMT ini.

4.    Dengan restu bermula tokoh paling berpangaruh itu, maka undanglah para sahabat yang telah didaftarkan tadi 5 – 10 sosok bakal mendiskusikan selanjutnya akan halnya BMT ini dan kegiatan tindak lanjutnya. Sasaran pertemuan ini adalah membentuk sebuah Tim atauPanitia Penyiapan Cara BMT (P3B) yang cengkek saja, misalnya 5 khalayak nan sopan-benar punya waktu, bersemangat, paling aktif, berprakarsa, dan bersedia serta ingin bekerja mengelindingkan kegiatan selanjutnya.P3Bdapat terdiri dari Ketua dan Ketua muda, Sekretaris dan Wakil Sekretaris, dan Patih. Perlu sekali memilih Mangkubumi koteng tokoh yang serius dipercayai oleh masyarakat, belum aliansi tercantum camar duka tercela bikin kepentingan publik sehingga orang tidak ragu-ragu memasrahkan (sementara) dana buat modal BMT ini. Jika diperlukan boleh menunjuk dan meminta kerelaan Penasehat Skuat nan terdiri semenjak tokoh-tokoh paling berkarisma n domestik masyarakat itu. Tugas P3B adalah:

a.      P3Bbertugas memperluas lagi dukungan hingga tercapai 20, 30 turunan bahkan 40 orang pemrakarsa atau primadona pembina.

b.     Diharapkan P3B dapat mengumpulkan modal tadinya sebagai perangsang berapapun adanya dan taajul menggudangkan di Rekening Bank tersebut untuk keamanan.

c.      Menggalang dana dari stok terlazim, suplai sosi dan simpakan pokok khusus berasal para pembangun.

o   Modal awal ini sebaiknya dikumpulkan dari kegotong royongan para pendiri (Simpanan Pokok Tunggal: SPK) dari seputar 20-44 orang pemrakarsa di distrik perkotaan, setakat menjejak jumlah Rp. 20 sd Rp. 35 juta. Buat kawasan pedesaan SPK antara Rp. 10 – Rp. 20 juta. SPK setiap orang  lain perlu sama antara satu pembina dengan lainnya.

o   Bersepakat menjadi pendiri dengan iuran modal kaidah masing-masing misalnya Rp. 500.000,- atau Rp. 1 juta, atau lebih  diangsur tiap awal bulan Rp. 100.000,- atau Rp. 50.000,- sepanjang 5 atau 10 kali angsuran; alias diangsur dalam dua kali pengetaman masing-masing Rp. 250.000,- ataupun sesuai  jumlah  dan jadwal lainnya yang disepakati. Angsuran ini ditagih tiap awal bulan atau awal panen maka dari itu Pengelola BMT.

udara murni   Terbit segi materi, Simpanan Pokok Individual para pendiri ini, mendapat prioritas atau apresiasi yang lebih pecah Sisa Hasil Usaha (SHU), selain lagi mendapatkan porsi SHU lainnya sesuai dengan keterlibatannya intern usaha-kampanye BMT (penabung dan/ataupun debitor). Dari segi non-materi, para pendiri BMT akan tercatat sepanjang masa, dan mulia lagi karuan akan dicatat oleh para Malaikat sebagai pemula dalam berbuat baik (“muhsinin”), yang akan diberikan kadar pahala menggelepur makanya Allah SWT baik di dunia ini maupun di akhirat nanti, karena modal tadinya ini dimanfaatkan untuk maksud yang mulia menyempurnakan perintah Halikuljabbar SWT (antara lain Q.s. Al Maa-‘uun, Q.s. Al Balad, dll).

o   Mencari dukungan modal awal yang dapat berasal dari: BAZIS, Yayasan tertentu, aghniya tertentu di dalam Kecamatan itu, atau aghnia berasal dari Kecamatan itu tetapi sekarang berdomisili di luar, Pemerintah Kawasan ataupun lainnya.

d.     Mengadakan bersanding pendirian yang dihadiri para pembina/pelopor antara bukan membicarakan visi, misi, intensi, usaha, cara kerja, manfaat BMT, dan memilih Pengurus BMT;

e.      P3B Menyingkapkan Rekening Bank terdekat nan ditandatangani oleh  Perdana dan Komandan, yang hanya boleh dicairkan bila ditandatangani bersama: ada dua tandatangan itu.

f.      Mencari calon-calon pendiri pemodal BMT dengan bulan-bulanan mengumpulkan modal pembina sekitar  Rp. 20 – Rp. 30 juta rupiah bakal wilayah perkotaan,

g.     membentuk perjumpaan atau memusat calon-calon pendiri ini untuk memintakan komitmen terdaftar mereka dengan janji angsuran modal semula

h.     takdirnya total calon pendiri dan jumlah komitment dana telah  memadai,  maka untuk  rapat  pembentukan BMT; pada rapat ini dibicarakan sekali lagi visi, misi dan  tujuan, usaha, serta cara kerja dan manfaat BMT sehingga jelas  benar  kepada  semua favorit pendiri.

5.    Rapat Pendiri untuk memilihPengurus BMT, Ketua, Wakil ketua, Sekretaris dan anggota jika perlu upayakan Pengurus dari orang nan memiliki yuridiksi, memiliki dasar kemampuan berburu dukungan, dipedulikan makanya masyarakat banyak; menirukan pujuk penyandang : “waktu,ilmu, akal,namadandana”. Khusus lakukan Mangkubumi perlu ditunjuk biang kerok nan sungguh-sungguh mendapat pembantu umum, belum kontak tercatat pengalaman hal-hal yang ternoda kerumahtanggaan ki kenangan di lokasi itu;

6.    Pengurus nan terpilih segera mengejar favoritpengelola BMT yaitu eks S1 maupun D3 yang selain berdaya akademikus layak, juga langgeng landasan iman dan akhlaknya, jujur, amanah dan aktif, dinamis, kalis, panjang hati, istiqomah, dan berprakarsa, memiliki potensi bagi bekerjasama,

7.    ki berjebah bekerja purna waktu (sepenuh waktu dan hati). Nan bertempat silam di sekitar lokasi itu akan lebih baik.

8.    Tenaga inidilatih dan dimagangkan oleh PINBUK setempat selama 2 minggu sehingga menjadi tenaga pengelola profesional BMT. Tenaga ini perlu dipilih dan disetujui oleh para Pengurus dan tunduk pada kebijaksanaan/kekuasaan Pengurus.

9.    Pengurus bersama pengelola melaksanakanpersiapan-persiapan sarana kantor dan ATK serta form/berkas administrasi nan diperlukan sebagaimana nan distandarisasikan maka dari itu PINBUK.

10.     BMT Siap Beroperasi.

11.     Pengurus bersama Pengelola BMT membuat Naskah Kerjasama kemitraan dengan PINBUK setempat, dan memproses sertifikat operasi BMT dari PINBUK Kabupaten/Daerah tingkat, atau PINBUK Propinsi aatau PINBUK Pusat. Kantor PINBUK Pusat,Gd. ICMI Center Lt. 4, Jl. Warung Tulus Timur No. 1 Jakarta Kidul 12740 Telp. 021 – 79180980, 79192310 Facs.021–79192310 Email:
[email protected]

12.     Kalau  BMT tersebut sudah mencapai khasanah/khasanah Rp. 75 juta, maka Aktivis BMT taajul memohon Tubuh Hukum Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) kepada Dinas Koperasi dan UKM setempat .

G.
Lokasi Biro BMT

·      Lokasi nan strategis, berhimpit dengan pusat perdagangan, khususnya pasar terdekat dan taktis, aksi-operasi industri kecil dan rumah tangga, lain-bukan usaha ekonomi yang ada atau yang sengaja dikembangkan kerjakan ”memotori ekonomi masyarakat”. Singkatnya,erat lega kegiatan simpan pinjam.

·      Di sekitar maupun berdempetan dengan Bandarsah ataupun mushalla karena BMT mengadakan pengajian rutin dan perjumpaan bisnis. Namun, mandu jemput bola harus dilaksanakan dengan sangat intens.

·      Pada prinsipnya Pengorganisasi BMT “menjemput bola”, aktif, proaktif, tidak menunggu; bertambah banyak beranjangsana. Sehingga banyak juga kantor BMT menggunakan ruangan Masjid nan khusus bagi kegiatan itu. Namun, untuk itu pula prinsip jemput bola harus dilaksanakan dengan tinggal intens dan sungguh-bukan main.

H.
Pengelola
 BMT

Menyiapkan Mata air Daya Anak adam : Aktivis BMT

Sebagaimana pada alur pangkat pendirian BMT di atas salah suatu tugas Pengurus BMT adalah memilih pengelola yang tersedia di sekeliling lokasi. Aktivis merupakan posisi bermanfaat kerumahtanggaan menjalankan sepeda manajemen BMT. Pengurus perlu kompak dengan menyeleksi dengan sangat teliti, disepakati bersama tanpa menonjolkan kepentingan salah satu pihak. Enggak nepotisme. Hendaknya calon Koordinator yang dipilih harus:

ð  Memiliki pecut ibadah nan kuat, amanah, ikhlas, sabar, dan istiqomah.(bukan karena nepostisme).

ð  Memiliki sikap dan perilaku yang dapat diterima oleh masyarakat sekitar itu.

ð  Mampu bekerja purna tahun (sepenuh waktu dan hati), bukan boleh merangkap dengan jalan hidup apapun di luar BMT. Yang bersangkutanbenar-benar harus committed, harus berjanji bekerja seberinda hati, perasan, perian dan tenaganya kerjakan berekspansi BMT.

Pengelola BMT adalah mereka yang berkreasi sepenuh waktu dan lever untuk BMT. Syarat-syaratnya ialah;

ð  N kepunyaan landasan iman dan sikap keikhlasan, amanah, mampu bekerjasama n domestik suatu pekerjaan khususnya dalam menumbuh kembangkan BMT;

ð  Mempunyai semangat dan komitmen yang kuat membela kaum dhuafa, individu nan lemah, yang diniatkannya sebagai ibadah;  yg berkepentingan dituntut untuk menyenggangkan musim kerja, perhatian, pemikiran, perasaan dan seluruh jiwa raganya untuk meluaskan BMT;

ð  Amanah, meyakinkan dan berpotensi berkreasi secara profesional;

ð  Minimum berpendidikan D3 seharusnya S1;

ð  Berasal berbunga kewedanan sekitar BMT itu dan bersedia untuk beralamat sangat di sekitar BMT itu.

Sreg tahap semula diperlukan paling kecil tekortiga sosok aktivis BMT yang masing-masing bertanggungjawab bagi mewujudkan kerjasama manajemen nan rapih dan terpadu dengan pembagian tanggung jawab antara enggak:

ð  Mengerahkan dan memobilisasi dana simpanan anggota, Pokusma, para jamaah dan masyarakat sekelilingnya.

ð  Pembiayaan kegiatan usaha-usaha anggota, Pokusma dan  pembinaan plong keberhasilan usaha-usaha anggota dimaksud, dan

ð  Urusan umum termasuk Pembukuan, penataan administrasi, kelembagaan, korespondensi keluar/antar rangka dan perigi daya individu.

Koteng diantaranya bertindak sebagai ketua aktivis atau Manajer Umum. Semuanya bertanggungjawab pada keberhasilan pemasaran, baik dalam memprakarsai  simpanan atau untukpembiayaan  kegiatan-kegiatan  usaha anggota. Kerjasama saling bahu-bisnis dari semua pengelola sangat diperlukan, namun batas-senggat tanggungjawab masing-masing teristiadat sangat jelas.

I.
Struktur Organisasi BMT


1.


Rapat Anggota

Bersanding anggota adalah Rapat tahunan yang diikuti maka dari itu para pendiri dan anggota munjung BMT (anggota nan sudah menyetor Pasokan pokok dan tandon wajib) yang berfungsi cak bagi:

1.    Menyusun dan mematok kebijakan-kebijakan nan sifatnya umum internal rangka ekspansi BMT sesuai dengan AD dan ART.

2.    Menyanggang dan memberhentikan pengurus BMT.

3.    Mengakui alias menolak deklarasi perkembangan BMT berpunca pengurus.

4.    Cak bagi ketentuan yang belum ditetapkan

5.    dalam Berpasangan Anggota, akan diatur n domestik ketentuan tambahan.


2.


Pengurus

Secara masyarakat fungsi dan tugas pengurus merupakan :

1.    Memformulasikan kebijakan umum BMT yang sudah dirumuskan internal Rapat Anggota.

2.    Melakukan penapisan operasional BMT n domestik rang :

o  Persepakatan pembiayaan cak bagi suatu kuantitas tertentu

ozon  Penapisan tugas Manager (pengelola)

o  Memberikan rekomendasi barang-produk yang akan ditawarkan kepada anggota POKUSMA

3.    Secara bersama-sama menetapkan komite pembiayaan misalnya :

o  Divisi pembiayaan berwenang menentukan pembiayaan Rp. 500 ribu atau lebih kecil.

o  beserta Manajer Umum berwenang menentukan di bersebelahan komite pembiayaan.

o  beserta Ka.Div Penggalangan Dana berwenang memutuskan di rapat komite pembiayaan antara Rp. 1 miliun sampai dengan Rp. 2.5 miliun.

ozon  beserta Bendahara Pengurus berwenang mengemudiankan di berdempetan komite pembiayaan antara Rp. 2,5 juta hingga dengan Rp. 5 juta.

o  beserta Pembesar Pengur.rus berwenang membelakangkan di rapat komite pembiayaan antara Rp. 5 juta sebatas dengan Rp. 10 juta.

ozon  beserta Sekretaris Pengurus berwenang memutuskan di rapat komite pembiayaan lebih segara dari Rp. 10 miliun.

4.    Melaporkan perkembangan BMT kepada Para Anggota intern Berapit Anggota.

Kepengurusan BMT terdiri berpokok Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Kekuatan dan tugas tiap-tiap jabatan adalah sebagai berikut :

1.
Penasihat

udara murni    Memimpin Berhimpit Anggota dan Rapat Pengurus.

udara murni    Memimpin Rapat bulanan Pengurus dengan Manajemen, membiji performa bulanan dan kesehatan  BMT..

udara murni    Melakukan pembinaan kepada koordinator.

o    Ikut menandatangani inskripsi-efek serta akta-surat tidak nan bertalian dengan penyelenggaraan finansial BMT.

o    Menjalankan tugas-tugas yang diamanahkan oleh anggota BMT seperti tertuang internal AD/ART BMT, khususnya tentang pencapaian maksud.

2.
Sekretaris

o    Takhlik serta memelihara Berita Acara yang polos dan lengkap berusul Berpasangan Anggota dan Rapat Pengurus.

o    Bertanggung jawab atas pemberitahuan kepada Anggota sebelum berdekatan diadakan

o    sesuai dengan ganjaran AD/ART.

udara murni    Memberikan karangan-catatan keuangan BMT hasil laporan berpangkal pengelola.

o    Memverifikasi dan menyerahkan saran pada superior tentang plural situasi dan urut-urutan BMT.

3.
Bendahara

o    Bersama manajer operasional menyandang rekening bersama (counter sign) di Bank terdekat.

ozon    Berkewajiban menujukan, memonitor dan mengevaluasi manajemen dana maka itu koordinator.


3.


Pengelola

Pengelola adalah pereka cipta operasional buletin BMT. Pengelola terdiri dari Manajer, Pembiayaan, Administrasi pembukuan, teller, dan Penggalangan Dana.

1)
Manajer, bertugas

1.         Menganjuri operasional BMT sesuai dengan tujuan dan kebijakan masyarakat yang digariskan oleh pengurus.

2.         Membuat gambar kerja tahunan, bulanan, dan mingguan, nan meliputi :

udara murni    Rancangan pemasaran.

o    Rencana pembiayaan.

ozon    Buram biaya operasi.

o    Tulang beragangan moneter.

udara murni    Laporan Penilaian Kesehatan BMT

3.         Membuat kebijakan khusus sesuai dengan

4.         kebijakan umum yang digariskan oleh pengurus.

5.         Memimpin dan menujukan kegiatan yang dilakukan oleh stafnya.

6.         Menciptakan menjadikan laporan bulanan, tahunan, penilaian kesehatan BMT serta mendiskusikannya dengan pengurus, berupa:

o    Laporan pembiayaan yunior.

udara murni    Keterangan perkembangan pembiayaan.

o    Wara-wara keuangan, neraca, dan Laba Rugi

udara murni    Mualamat Kesegaran BMT.

7.         Membina kampanye anggota BMT, baik perorangan atau kelompok.

2)
Penggalan
Pembiayaan,bertugas

1.      Melakukan pelayanan dan pembinaan kepada debitur.

2.      Mengekspresikan kerangka pembiayaan.

3.      Menerima jaras pengajuan pembiayaan.

4.      Berbuat Amatan pembiayaan.

5.      Mengajukan berkas pembiayaan hasil Analisis kepada persen pembiayaan.

6.      Melakukan administrasi pembiayaan.

7.      Melakukan pembinaan anggota pembiayaan agar bukan rewel.

8.      Membuat permakluman perkembangan pembiayaan

3)
Episode
Administrasi dan Pembukuan,bertugas

1.         Menangani administrasi moneter.

2.         Mengerjakan harian dan kiat besar.

3.         Menyusun rasio percobaan.

4.         Mengerjakan runding bagi hasil/anakan simpanan.

5.         Menyusun laporan moneter secara periodik.

4)
Bagian
Teller/Kasir, bertugas :

1.      Bertindak bagaikan penerima uang dan juru bayar (bendaharawan).

2.      Memufakati/menghitung uang dan membuat bukti penerimaan.

3.      Mengerjakan penyerahan sesuai dengan perintah manajer.

4.      Melayani dan membayar pemungutan tabungan.

5.      Takhlik resep kas harian.

6.      Setiap awal dan pengunci jam kerja menghitung uang yang ada.

5)
Putaran Penggalangan Dana
,bertugas :

1.      Melakukan kegiatan penggalangan tabungan anggota/masyarakat.

2.      Menyusun bagan penggalangan tabungan.

3.      Merencanakan pengembangan produk-komoditas tabungan.

4.      Melakukan Analisis data tabungan.

5.      Berbuat pembinaan anggota penabung.

6.      Menciptakan menjadikan informasi perkembangan tabungan.

7.      memasalahkan kebijakan penggalangan dana bersama manajer dan pengurus

6)Bagian Pembinaan Anggota
,bertugas :

1.      Memberikan pembinaan kepada anggota mengenai:

o  Administrasi dan kualitas propaganda anggota.

o  Pengembangan skala aksi anggota.

2.      Sebagai motivator usaha anggota.

3.      Membina Sumberdaya Anak adam Anggota.

J.
Prospek, Rintangan dan strategi ekspansi BMT

Koperasi syariah atau akrab dikenal dengan sebutan Baitulmal wattamwil (BMT) mengalami kronologi cukup bermakna dalam sejumlah tahun terakhir. Bahkan, sebuah lembaga penetasan bisnis BMT mengestimasi masa ini terdapat sebanyak 3.200 BMT dengan biji aset mencapai Rp 3,2 triliun. Bisnis tersebut setakat akhirusanah ini diproyeksi mencapai Rp 3,8 triliun. Cak agar demikian, Chief Secretary Organization (CSO) BMT Center, Noor Azis, yakin bahwa BMT di Indonesia masih boleh terus dikembangkan. Syaratnya, adanya dukungan dan komitmen pemerintah n domestik menunda perkembangan niaga lembaga finansial non bunga tersebut. Riuk satu rang dukungan itu yakni beranak bermacam ragam qanun nan melindungi binsis moneter mikro.

Satu bahasa dengan perubahan zaman, pergantian tata ekonomi dan ekspor impor, konsep baitul khazanah nan sederhana itu pun berubah, tidak sebatas menyepakati dan menyalurkan harta tetapi kembali mengelolanya secara lebih produktif buat memberdayakan perekonomian masyarakat. Penerimaannya pun bukan terbatas lega zakat, infak dan shodaqoh, juga tidak barangkali lagi dari berbagai bentuk harta yang diperoleh mulai sejak peperangan. Kembali juga peran pemberdayaan perekonomian bukan hanya diselesaikan maka dari itu negara.

Selain itu, dengan kehadiran BMT di harapkan mampu menjadi sarana dalam menyalurkan dana untuk usaha kulak katai dengan mudah dan bersih, karena didasarkan pada kemudahan dan independen riba/anakan, mengoreksi/ meningkatkan taraf semangat masyarakat asal, Bentuk keuangan alternatif yang mudah diakses makanya umum dasar dan bebas riba/rente,Bentuk bagi memberdayakan ekonomi ummat,mengentaskan kemiskinan, meningkatkan daya produksi.

Prospek BMT sepan baik dari segi usaha maupun dari segi kerjasama dimana nasabah nan bagian dari BMT mempunyai kemudahan dalam perekonomian.dan prospeknyapun dalam masyarakat disambut hanggat karena n kepunyaan harapan yang baik dalam membentangkan perekonomian umat.

BMT juga n kepunyaan rintangan-kendala sekali lagi yaitu misal berikut:

1.  BMT punya kendala lega segi persaingan yang umumnya terjadi pada renternir alias bank gelintar  dimana masyarakat lebih mengenal mereka terlebih dahulu daripada BMT yang mentah saja mengembangkan sayapnya di marcapada perekonomian.

2.  BMT punya kendala lega bank maupun koperasi yang ada n domestik hal buat hasil dan pula tingkat marjin.

3.  Nasabah yang dalam situasi angka macet. Lega nasabah sebagai halnya ini BMT pun n kepunyaan keringanan, mula-mula apabila nasabah n domestik kejadian kredit macet maka BMT mempunyai keringanan kepada nasabah untuk menggaji semampunya, dengan cara meninggi jumlah angsuran agar nominalnya boleh diperkecil sesuai dengan kemampuan nasabah. Kedua apabila nasabah dalam kredit mogok lalu usahanyapun gulung tikar maka BMT memiliki keringanan adalah nasabah hanya mengembalikan harga terpangkal hanya sedangkan denda maupun nisbah lakukan karenanya lain, dan pembayaran yang dilakukan nasabahnyapun sekuasanya.

Stategi pengembangan BMT yaitu kondusif pengusaha kerdil atau penambahan modal kepada pengusaha untuk intensi mencium perekonomiannya secara garis lautan.dan juga menyelamatkan masyarakat terbit transaksi yang mengandung pangku serta mendirikan, membangun dan melebarkan BMT merupakan amal Sholih serta refleks melaksanakan dakwah. Didalam BMT sendiri mempunyai dana ZIS yang berfungsi bagaikan berikut :

1.  Pemberdayaan ZIS

2.  Pemberdayaan  ekonomi umat

3.  Lakukan social manusiawi

4.  Untuk  peduli pendidikan seperti, beasiswa lakukan anak yatim

5.  Kesejahteraan umat kerjakan melakukan usaha

6.  Untuk dakwah.


Software BMT KJKS KOPERASI SYARIAH Free Download…!


Software WASERDA TOSERBA MINIMARKET Free Download…!

Source: https://boutiquesoftware.wordpress.com/